
Elang mengamati wajah cantik istrinya yang masih terlelap tidur. Mungkin karena semalam mereka bergulat cukup panas hingga lupa waktu melampiaskan seluruh kerinduan yang memuncak. Rupanya bunyi bel terdengar tiba-tiba membangunkan Putri, hingga terkesiap melihat jam di dinding.
"Uh sudah siang, kenapa tidak membangunkanku sih!."Ujarnya manja kembali menyelimuti dirinya dengan selimut.
"Kamu tidur sangat lelap. Cape?."Putri mengangguk pelan.
Suara bel kembali berbunyi lagi. Elang segera beranjak dari tempat tidur, memakai kembali pakaiannya yang teronggok begitu saja di lantai. Melihat tingkah suaminya membuat Putri tersenyum kecil, bagaimana ia sangat merindukan sosok itu begitu lama.
Terdengar Elang sedang memarahi seseorang di luar pintu apartemennya. Putri segera bergegas menyusul suaminya. Di sana sudah ada Sonya sedang berdiri menundukan kepalanya dan berulang kali memohon maaf. Elang tidak sudi melihat penampakan Sonya di sana, karena tingkahnya hampir saja hubungan rumah tangganya hancur begitu saja.
"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Ini semua salahku, aku terlalu memcintai Mike jadi aku menghalalkan segala cara."Sonya mengharap belas kasihan. Kini giliran Putri yang menatapnya dengan jijik. Rasa sakitnya kembali muncul ketika melihat wajahnya.
"Pantas saja kalau Mike tidak mau denganmu karena memang sikapmu seperti itu, membuat orang lain rugi. Kamu pergi dari sini!."Usir Putri tidak ada ampun lagi. Lebih baik baginya untuk tidak bertemu lagi dengan wanita sialan ini.
"Aku datang kemari bukan karena permintaan Mike, tapi aku benar-benar ingin minta maaf. Aku harap diantara kita sudah tidak ada rasa dendam lagi. Biarkan hidupku tenang tanpa merasa bersalah lagi pada kalian berdua."Mohonya dengan membungkukan badan berkali-kali.
"Aku akan tenang kalau tidak melihatmu lagi. Lang tolong kamu suruh dia pergi dari sini, aku hampir tidak bisa tidur nyenyak selama berhari-hari."Ucap Putri sambil melengos pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Setelah kepergian Sonya dari apartemennya, Elang kembali merebahkan dirinya di sofa. Kemudian memeriksa ponsel Putri yang tergeletak di atas meja.
"Ada pesan masuk, siapa ini?."Ujarnya sambil membuka pesan masuk dari Mike.
"Aku ingin kita makan malam bersama dulu sebelum aku kembali ke luar negeri. Aku tunggu di hotel Ritz Carlton jam 7 malam ini."
"Oh ingin mengajak istriku keluar makan malam rupanya. Aku akan mengabulkannya bro."Gumamnya pada diri sendiri.
"Sayang, kamu gak pergi ngantor?."Suara Putri tiba-tiba terdengar dari belakang.
"Mmm.. Nggak hari ini aku gak ke kantor. Tapi nanti sore aku harus ikut Bima ke Bandung sayang. Cek lokasi buat proyek baru, gak apa-apa kan."
"Ke Bandung ya.."
"Ini ada pesan dari Mike."Elang menyodorkan ponsel milik Putri. .
"Pesan dari Mike?."Elang mengangguk. Putri merasa serba salah karena yang ia tahu Elang tidak menyukai Mike karena perasaan cemburu.
"Dia mau balik ke luar negeri lagi perasaan dia baru saja kembali apa jangan-jangan karena.."Putri merasa tidak enak hati kalau memang masalah pribadinya dengan Mike akan berdampak pada pekerjaannya.
"Pergi aja! Aku gak bakalan larang ko. Lagian aku pasti pulang telat banget, jangan salah sangka ini semua karena aku ingin berterimakasih padanya. Kalau bukan dia yang menjelaskan soal Sonya, kita tidak mungkin sama-sama hari ini."Jelas Elang cukup melegakan hati Putri.
__ADS_1
*****
Hotel Ritz Cartlon
Mike tampak sedikit berbeda dari biasanya, jas formal dan tampilannya cukup mengundang decak kagum. Mike tampan, kata itulah yang terucap saat melihatnya.
Putri melambaikan tangannya saat matanya menangkap sosok Mike yang sudah terlebih dahulu datang.
"Maaf membuatmu menunggu kak Mike."
"Tidak masalah, aku baru saja datang."Mike menyeret kursi ke belakang lalu mempersilahkan Putri untuk duduk.
"Waah, aku rasa kak Mike hanya mengajkku makan malam biasa. Tapi ini sangat berbeda kak."
"Iya, aku memang sengaja ingin membuatmu punya kenangan denganku Put."Putri tertegun sebentar mengingat isi pesan Mike yang dikirimkan padanya.
"Kak Mike tidak sedang bercanda denganku kan?."Mike menggelengkan kepalanya. Percakapan mereka terhenti saat pesanan makanan datang.
"Maaf Put, aku sudah memesannya saat kamu belum datang. Tenang saja ini semua makanan kesukaanmu."Celoteh Mike membuat Putri tertawa.
"Kedengarannya seperti aku tuh si hobi makan ya kak.".
"Apa kakak tidak akan kembali lagi ke Jakarta?."
"Sepertinya tidak untuk waktu dekat ini, mungkin nanti beberapa tahun lagi. Ibuku akan ikut pindah denganku juga biar aku bisa tenang karena hanya beliau yang aku punya. Sedangkan perusahaanku di sini akan diamanatkan pada Terre, sepupuku. Kamu tahu kan Terre?."
"Ya aku tau Terre.."Imbuh Putri merasa tidak senang mendengar keputusan Mike.
"Kak, ini semua tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi kan?."
"Tentu saja ada.. Kamu ini polosa ya.."
"Aku hanya ingin menetralkan perasaanku Put, kalau aku berlama-lama tinggal di sini melihat kebersamaan kalian bisa-bisa aku baper terus."Imbuh Mike lagi.
"Baper! Mana ada bule tau baper."Ejek Putri membuat Mike mengangakan bibirnya.
"Kamu ini bisanya mengejek saja dan kenapa suamimu mengizinkanmu datang. Apa dia tidak takut kamu aku culik hah."
"Dia lagi ke Bandung kak.. Dia ngizinin kita makan malam."
__ADS_1
"Baguslah, harusnya seperti itu."
Malam ini menjadi malam terakhir kebersamaan mereka berdua. Hati Mike tidak menerima jika dia harus berpisah dengan Putri, tapi apa mau dikata Putri bukan untuk Mike.
*****
Putri ingat kalau pagi ini Mike akan berangkat, mungkin Mike sudah di bandara, pikirnya lagi.
Putri sudah bersiap diri untuk berangkat bekerja dan sedang menunggui Elang yang masih bersiap-siap.
Saat membuka pintu apartemen ada sebuah bingkisan kecil tergangtung di handle pintu. Putri kaget melihat isinya, sebuah cincin milik Adam, kakaknya Putri yang hilang saat kecelakaan maut merenggut nyawa kakaknya.
"Ayo sayang kita berangkat, aku akan mengantarkamu dulu."Tapi Elang melihat wajah istrinya dengan ekspresi terkejut.
"Anterin aku bandara sekarang juga Lang!."Putri berjalan tergesa-gesa menuju basement.
"Kenapa sayang, bukannya Mike berangkat setengah jam yang lalu?."Tanya Elang saat mereka hampir tiba di bandara Soekarno-Hatta.
"Dan cincin siapa itu?."Tanya Elang lagi. Tapi Putri masih enggan menjawabnya, ia cemas kalau tidak bertemu dengan Mike saat ini dan meminta penjelasannya.
"Maaf, pemberangkatan negara tujuan Amerika sudah dari setengah jam yang lalu."Ujar salah satu staff dari bagian informasi. Putri terduduk lemas sambil terus menata cincin di tangannya.
"Katakan padaku, cincin siapa itu?."
"Cincin ini, cincin hadiah untuk mas Adam. Cincin ini hilang saat mas Adam meninggal karena kecelakaan. Aku menghadiahkan ini karena sebelumnya mas Adam cerita akan melamar pacarnya. Tapi nahas mobilnya kecelakaan dan hampir masuk jurang sudah setengahnya. Katanya pihak Rumah Sakit mas Adam dibawa oleh seorang pria dan pria itu mendonorkan darahnya untuk mas Adam sebelum benar-benar meninggal. Aku sudah berjanji saat itu siapa saja dia yang sudah menyelamatkan mas Adam walaupun mas Adam sudah meninggal, aku akan menikah dengannya."Jelas Putri panjang lebar mengingat masa itu.
Elang menghela nafas panjang bagaimana mungkin ia rela menyerahkan wanita yang sangat ia cintai untuk orang lain.
"Sudahlah, kalaupun dia adalah Mike yang membawa mas Adam dulu anggap saja sebagai malaikat penolong dan kamu anggap dia sebagai saudaramu. Kita sudah menikah, artinya sekuat apapun kalau kalian tidak berjodoh tidak akan bersama. Apa kamu sekarang mau menikah dengannya karena menolong mas Adam dulu?."
"Tidak! Aku hanya ingin penjelasannya saja."Timpal Putri menyebikkan bibirnya.
"Ya sudah biarkan masa lalu hanya menjadi masa lalu dan masa depan adalah milik kita bersama."Ujar Elang menarik kepala Putri agar bersandar di bahunya.
"Dan cinta kita tidak akan tergoyahkan oleh siapapun lagi."
*****
The End
__ADS_1
Terimakasih bagi yang sudah tetap setia membaca dari awal sampai akhir dan untuk yang memberikan dukungannya lewat vote, komen dan juga like nya sangat-sangat mengucapkan terimakasih banyak... 💕💕💕