ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R# Ciuman


__ADS_3

" Belum tidur juga?."Tanya Elang ketika keluar dari kamar mendapati Putri yang masih terjaga.


Putri menggeleng dan membetulkan posisi duduknya.


"Kenapa? ini udah hampir pagi loh.."Elang berjalan ke dapur dan membuat secangkir kopi.


"Gak papa.. Cuma gak bisa tidur aja."


" Lo mikirin gue kan?."Elang berjalan ikut duduk menemani Putri.


" Pede banget sih.."


Saat itu Putri memang tengah memikirkan Elang. Putri sebenarnya sudah menaruh hati padanya semenjak putus dari Gerry, Elang yang selalu ada untuknya, Elang yang selalu menemaninya, Elang yang selalu menyemangatinya. Memang pada dasarnya hati perempuan gampang sekali terenyuh dengan kebaikan seseorang apalagi kebaikan dari lawan jenis. Ini apalagi kebaikan dari seorang Elang.. Gimana enggak bikin baper coba.. Hati Putri yang lagi kacau balau di obatin sama kebaikan Elang. Walaupun Putri tidak menunjukannya secara langsung tapi Elang sudah bisa membacanya dari tatapan mata Putri.


"Gimana keputusannya..?." Tanya Elang membuyarkan lamunan Putri.


Putri menggeleng.. Menandakan ia menolaknya.


Putri terhenyak tanpa sadar Elang sudah berada dihadapannya, Elang menarik lembut wajah Putri.. hidung mereka menempel satu sama lain, Elang mencium bibir Putri dengan lembut, memainkannya.. Tak ada perlawanan dari Putri. Kini mereka saling berpagutan satu sama lain.. Ciuman Elang merambat turun menyusuri setiap jengkal leher jenjang Putri, sampai akhirnya sampai di dada Putri, meremasnya lembut dari luar.. Ketika tangan Elang beralih ke dalam baju yang dikenakan Putri tiba-tiba Putri menghentikannya..


"Gue gak bisa Lang..." Putri beranjak lari ke kamarnya dan membanting pintu dengan sangat keras.


" Sial...!!"Elang mendengus kesal.


*****


Selama di perjalanan ke kantor Putri memilih lebih banyak diam, begitupun dengan Elang.. Sampai di lobby kantor pun Putri segera bergegas dengan cepat menuju ke ruangannya. Itu ia lakukan untuk menghindari perlakuan Elang yang sudah mulai berubah padanya. Apalagi tentang ciuman semalam tak bisa dilupakan Putri begitu saja.


Perlakuan semacam itu hampir dilakukan Putri setiap hari. Sampai-sampai Elang pun merasa bosan dengan perlakuan Putri padanya. Hal yang sama dilakukan Elang pada Putri, malah mereka sampai tidak bertegur sapa sama sekali.. Bahkan ketika mereka harus berhadapan satu sama lain dalam meeting ataupun ketika Putri harus menghadap ke ruangan Elang kedua mata mereka tidak pernah beradu sama sekali.


" Gue gak tau lagi harus dengan cara apa deketin tu cewek.." Elang geram melihat sikap Putri yang semakin hari semakin menjadi.


" Lo emang gak peka jadi cowok.."Romi menimpali kegelisahan yang dialami Elang.


Tidak seperti yang terlihat dari luar, Elang yang selalu menampakan sikap acuhnya sebenarnya mempunyai perasaan yang tajam pada perempuan yang sedang berjaga jarak dengannya itu.


"Gak peka gimana maksud Lo?."


" Harusnya Lo tau.. Sikap Putri ke Lo itu gimana.. Bikin dia penasaran sama Lo.. Paling gak ya buat dia ngakuin perasaannya langsung ke Lo."

__ADS_1


"Sumpah Rom.. Baru kali ini gue ketemu cewek yang susah minta ampun buat dideketin. Padahal nih Lo tau kan gue sama dia udah tunangan." Elang menjambak rambutnya sendiri.


"Bener ya.. Lo berantakan banget.. Gara-gara mikirin Putri."Romi terkekeh.


"Gue kasih ide cemerlang buat Lo.. Bikin Putri cemburu sama Lo.. Jadi Lo bisa liat dia beneran suka gak sama Lo.. "Romi tersenyum simpul dan keluar dari ruangan CEO itu.


Elang menghela nafas panjangnya.. Beberapa perempuan sudah pernah berkencan dengannya bahkan beberapa diantaranya pernah ada yang tidur dengannya. Tapi kali ini seorang perempuan yang bernama Putri seolah sulit dia dapatkan.. Mungkin cara Romi bisa jadi salah satu cara terampuh kali ini.. Pikirnya.


" Mon.. Kita makan siang di resto sekitaran sini ya.. gue tunggu di bawah."


Mona melongo mendengar perkataan Elang padanya. Hampir tidak percaya Elang mengajaknya untuk makan siang berdua, buru-buru bersiap dan mengambil tasnya setelah itu berlari-lari kecil menyusul langkah Elang.


Putri yang saat itu juga akan pergi makan siang melihat Elang menunggu Mona di halaman Lobby.. Elang yang melihat Putri berdiri di sana sengaja tak menghiraukannya sedikitpun.


"Put.. Kamu gak makan?." Susan heran melihat Putri yang tiba-tiba tidak bergairah.


"Gak.. Gak laper.."


" loh ko gak laper.. Bukannya kamu yang tadi minta makan di sini ya.."


"Pasti kamu kepikiran Pa Elang ya.. Tadi sama Mona pergi.. Iyakan?." Susan menggenggam tangan Putri.


" Udahlah.. Aku tau ko.. Kamu gak bisa boong.."


Putri teringat dengan Elang yang mengacuhkannya beberapa saat tadi.. Rasanya memang tidak nyaman untuk perasaannya.


Apalagi kemarin Elang dengan jelas menolak ajakan keluarganya untuk makan bersama di rumah dengan alasan sibuk.


Beberapa hari kemudian..


" Lo gak salah Rom.. ngirim Putri tugas luar ke Bandung?."


" Lah.. Salahnya dimana? Kan kemaren gue udah telpn Lo.. Yang berangkat bukan gue, gue kemaren sakit. Jadi yang berangkat Putri langsung wakilin gue.."


Elang yang marah karena Putri berangkat untuk tugas ke luar kota selama beberapa hari. Marah hanya karena takut Putri bertemu dengan lelaki lain.


"Perusahaan mana yang di tanganin Putri sekarang?."


"Perusahaan Ramma..."

__ADS_1


" Ramma? Ko di Bandung?."


"Ramma minta ketemunya di Bandung, soalnya ada konferensi pers nantinya Lang.. Tempat acaranya di Bandung dan juga proyek Ramma yang ini ada di Bandung. Putri hanya ngejar tandatangan kerjasamanya aja ko.."


" Lah kalo buat ngejar tandatangan aja kenapa Lo harus nyuruh Putri, apalagi sampe berhari-hari gitu.. "


" Kan Putrinya sekalian cek lokasi Lang.." Romi makin sulit menjelaskan pertanyaan Elang yang belibet.


Elang terdiam sejenak..


" Gue nyusul Putri sekarang.."


"Lo bilangin Bima.. Urus urusan gue.." Tambah Elang lagi seketika bergegas pergi menyusul Putri ke Bandung.


*****


Bandung...


Putri menghadiri acara jamuan makan malam perusahaan Terra yang dimana Ramma sebagai manager keuangannya mengundang Putri ikut dalam acara jamuan itu.


Elang yang tiba ketika menjelang malam segera menyusul Putri di acara jamuan makan malam itu. Seperti tak dapat dipercaya Putri melihat Elang sedang berjalan gagah ke arahnya yang satu meja dengan Ramma.


"Loh.. Lang.. Lo Pakabarnya?." Ramma menyambut hangat kedatangan Elang yang tak lain adalah teman lamanya.


" Baik.. Ram.. Gue kira bukan Lo.."


Elang menoleh ke arah Putri..


" Gue gak nyangka CEO nya langsung yang dateng.."Mereka berdua tergelak bersama..


"Sorry ya Ram.. Lo harus nemenin Putri sebelum gue dateng.. Gue udah ngerepotin Lo.."


" Santai aja Bro.. lagian Putri kan gue undang"


" Eh tapi kalian ini..."


" Iya Ramm.. Putri itu tunangan gue, bentar lagi kita nikah.." Sahut Elang.


"Uhuuk..."Putri tiba-tiba tersedak. Cepat-cepat Elang memberikan segelas air untuk Putri.

__ADS_1


Selesai acara Elang dan Putri pamit pada Ramma.


__ADS_2