
Haii.... Selamat membaca ya.. 😘😘😘
*****
" Nek.. Putri dan Elang pamit dulu ya.. Kita mau pulang dulu ke Jakarta."
" Iya neng, hati-hati dijalan. Nanti kalo udah nyampe Jakarta kabarin nenek. Dan ingat jangan lupa tetap jaga jarak.. !!."
" Iya nek iya... Putri pamit ya.." Ia mencium tangan neneknya, sudah seminggu Putri tinggal di Bandung.. Awalnya ia di asingkan untuk tidak bertemu dengan Elang lagi.
" Nek.. Elang juga pamit ya.."
" Iya... Jaga Putri ya.. Kabari nenek!."
*****
Putri dan Elang seketika tertawa berbarengan di dalam mobil. Mereka mengingat kejadian semalam saat neneknya Putri memergoki mereka berdua.
" Nenek kamu lucu ya.. Hampir gak ngerti ngomong apa gitu roaming tau."
"Iih... Awas ya, tar bilangin sama nenek, kamu ngeledekin nenek."
" Jangan dong ah.. Malu tau."
" Kamu mau pulang langsung apa mau jalan-jalan dulu mumpung masih di Bandung?."
Elang memberikan penawaran pada Putri, ia tahu bahwa Putri senang memanjakan lidahnya dengan berbagai makanan enak.
" Gak ah...Aku mau kita langsung pulang saja. Udah kangen Jakarta."
" Kita langsung ke apartemen aja ya!."
" Lang..."
" Apa?."
" Sebaiknya mulai sekarang aku tinggal di rumah mama dulu deh."
" Kenapa?." Elang mendelik seperti tidak suka mendengar perkataan Putri.
" Kan kita mau nikah.. Masa mau tinggal barengan terus.. Gak seru tau abis nikah nanti rasa-rasanya tetap sama."
" Bener juga sih.. Tapi apa harus kaya gitu ya.."
"Ya harus.. !!."
" Ya udah.. Kalo kamu pulang, aku juga pulang dulu kerumah. Gak enak tinggal sendirian di apartemen."
Selama dalam perjalanan pulang ke Jakarta Putri tertidur pulas, dengan memakai travel pillow. Sedang tidur pun masih terlihat cantik apalagi saat Putri sedang marah dan cemberut, cantiknya bertambah. Ketika sudah sampai depan rumah Putri pun, Elang masih tidak membangunkannya, berdalih tidak ingin mengganggu. Malah Elang rela menunggui Putri tertidur berjam-jam lamanya didalam mobil.
__ADS_1
Putri mengerjap ia heran kenapa ia berada didalam mobil didepan rumahnya.
"Kita udah nyampe ya?." Tanyanya pada Elang yang masih duduk setia di belakang kemudinya.
" Iya udah nyampe.. "
" Ya ampun Lang.. Ko gak bangunin aku sih, ini udah jam 4 sore lagi loh.. berarti kita tadi udah nyampe 3 jam yang lalu dari Bandung?."
Elang mengangguk, ia hanya memperhatikan Putri yang terus mengoceh tidak berhenti.
" Kenapa gak bangunin sih.. "
" Kasian kamu lagi pules-pulesnya.. Mana tega."
" Ya ampun.. Maafin ya aku capek banget. "
" Udah ayo masuk gih.. Kamu mending tidurnya lanjutin di kamar. Aku juga mau sekalian ketemu mama Ana, mau minta maaf."
*****
" Gimana Lang.. Udah jemput Putri?."
" Udah.. udah dianterin lagi ke rumahnya. Sekalian ketemu sama mamanya."
" Bagus deh kalo gitu, besok kamu pergi buat fiting baju ya.. Ajakin Putri juga. Mama udah pesen di perancang langganan mama."
" Iya... Nanti jam istirahat kantor ya ma.. "
" Udah.. Jangan bingung-bingung kita kan pake WO biar mereka yang bekerja. Sisanya yang mudah-mudah kita aja."
"Lang.. Kamu kan udah dewasa sudah sepantasnya kamu menikah, untung kamu dan Putri sebentar lagi akan meresmikan hubungan kalian ke pelaminan.. Mama cuma berharap kamu dan Putri menjaga hubungan kalian sampai maut memisahkan.. Hal kecil jangan dibesar-besarkan. Kamu harus jadi lebih dewasa. Mama berharap banyak sama kamu."
" Mama ini kenapa sih.. Tenang aja ko ma..Elang gak akan ngecewain mama. Gak akan ngecewain Putri juga."
Ibu dan anak itu pun membaur dalam pelukan hangat. Mamanya tahu bahwa Elang akan belajar dari kesalahan yang sudah ia perbuat.
*****
Pernikahan yang digadang-gadang akan dilaksanakan sekitar dua bulan lagi kini menyisakan waktu satu bulan menuju hari-H. tujuh puluh persen persiapan sudah matang, tinggal setengahnya lagi mulai dari gaun pengantin, seragam keluarga dan hal-hal yang bersifat pribadi berhubungan dengan pengantin belum terlaksana secara maksimal. Sedangkan Gedung, undangan, cendramata dan catering sudah aman.
" Put.. Kamu mau kita pindah dari apartemen atau gimana?."
" Apartemen aja dulu ya.. Nanti kita bicarain lagi nanti. Aku belum ada ide buat mikirin rumah."
" Terserah kamu aja deh.. Aku serahin masalah rumah sama kamu."
Beberapa minggu menjelang hari bahagia Putri dan Elang malah meributkan hal-hal yang tidak penting, masalah rumah, masalah mantan yang tiba-tiba diungkit. Pokonya segala macam masalah yang bisa memicu pertengkaran hebat. Tidak pernah dialami pasangan ini sebelumnya.
Kata orang tua biasanya cekcok sebelum hari pernikahan adalah hal yang wajar, banyak godaan menghampiri. Malah yang lebih bahaya ada pasangan yang akan menikah berselingkuh dengan mantan pacarnya dulu, banyak kejadian seperti itu menjelang pernikahan. Wajar... Asal kitanya saja tidak mudah terpancing suasana.
__ADS_1
*****
" Fian nelpon kamu lagi?." Elang menunjukan log di ponsel Putri.
" Iya ada.. Cuma miskol ko.."
" Tetep aja ... Kamu gak bilang kita mau nikah?."
" Belum sempet.."
"Belum sempet apa gak mau?."
" Lang.. Ko kamu jadi curiga gitu sih.."
Elang sadar bahwa perlakuannya pada Putri saat itu hanya akan menambah masalah diantara mereka berdua, akhirnya ia mengalah untuk tidak membahasnya lebih lanjut.
" Put.. Boleh gak aku pergi sama Romi dan Bima?."
" Ke Bar lagi?." Putri mendelik tidak suka. Kemana lagi kalau bukan ke Bar.
" Hmm.."
" Ngapain sih.. Nanti kamu minum-minum lagi. Kalo gak godain cewek yang ada disana iya kan?."
" Ko kamu jadi posesif gitu sih.. paling minum dikit doang ko."
" Ya udah pergi sana!." Putri menutup pintu rumahnya secara kasar, padahal Elang masih berdiri mematung didepan pintu.
Elang masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin mobil bergerak meninggalkan rumah Putri. Ia melonggarkan dasi yang dipakainya, serasa membuat lehernya tercekik.
" Kenapa cewek itu, kalo bukan PMS berarti bener kalo orang mau nikah banyak godaannya. Aarrgh... tapi masa iya setelah nikahpun kaya gitu sikapnya.." Elang tak henti-hentinya menggerutu atas sikap Putri padanya.
Ia memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah Bar, bukan Bar biasanya.. Penjaga disana sudah mengenali Elang karena ia merupakan langgangan disana. Matanya mencari-cari dimana Romi dan Bima berada. Akhirnya dua sosok lelaki itu ditemukan berada di sudut ruangan dengan lampu temaram. Tidak ada perempuan penghibur yang ada hanyalah beberapa botol minuman yang tersedia di atas meja.
Sesuai permintaan Elang, tidak boleh ada perempuan lain yang menemani takutnya Putri tahu dan menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka berdua.
" Kenapa Lo... Keliatan suntuk banget?."
" Pusing gue.. Berantem terus sama Putri." Jawabnya sambil menyambar segelas minuman yang ada di tangan Bima.
" Berantem kenapa?."
" Biasalah.. Hal gak penting digede-gedein."
" Hahaha... Wajar bro.. Nyantei aja.. Sekarang mending kita seneng-seneng aja. Nanti kalo Lo udah nikah pasti bakalan bawel istri Lo.."
Mereka bertiga tertawa bersama.. Menikmati malam sampai pagi.
*****
__ADS_1
Minta dukungannya ya.. Berikan Komen, like dan votenya.. Thanks 💕💕💕