ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Rahasia Kecil


__ADS_3

Haii Ganks.. Hadir lagi nih.. 😘😘😘


*****


" Napa sih Elang jam segini ditelpon masih belum jawab. Dia udah bangun apa belum?."


Putri terus-terusan melihat jam yang ada ditangannya. Entah sudah berapa puluh panggilan ia coba menghubungi tunangannya itu. Sudah jam 7 lewat 5 menit biasanya Elang sudah siap didepan rumahnya menjemput untuk pergi bersama ke kantor.


Akhirnya setelah menunggu cukup lama Elang muncul dengan mobil menterengnya. Tanpa basa-basi Putri segera masuk ke dalam mobil.


" Loh.. Ko kamu pake stelan biasa. Emang gak pergi ke kantor?."


" Nggak.. Kita hari ini mau fiting gaun pengantin."


" Ko gak bilang dulu. Pantesan aja aku telponin dari tadi nggak dijawab terus."


Elang tetap diam tidak menggubris perkataan Putri lagi.


Wajah Putri merengut tidak biasanya Elang bersikap seperti itu padanya. Apa karena masalah tadi malam.


" Lang..."


"Hmm..."


" Kamu kenapa sih gak biasanya kaya gini."


" Gak papa.. Cuma kurang tidur aja."


Elang mengusap wajahnya dan ia kembali fokus mengemudikan setirnya tanpa sedikitpun memperhatikan Putri.


Tak lama kemudian sampailah mereka disebuah butik yang dimaksud. Kemarin Elang sudah membuat janji dengan designer disana.


" Bagaimana apa kamu suka? Kalo suka berarti tidak harus bikin gaun khusus." Tanya Joice yang sebelumnya juga merancang gaun pertunangan Putri.


" Iya aku suka.. Tidak terlalu rame. Aku suka yang simple seperti ini." Putri melihat dirinya disebuah cermin besar memakai gaun yang akan dikenakannya nanti. Tidak ada reaksi apa-apa yang diperlihatkan Elang, ia hanya diam tatapannya kosong. Apa yang terjadi dengannya.


" Kamu kenapa? Dari tadi diem terus."


" Kita ngobrol di caffee sebelah yuk..." Putri menarik tangan Elang setelah ia selesai berganti pakaiannya kembali.


Mereka berdua kompak bersamaan mendudukan dirinya masing-masing dikursi kayu yang ada didalam caffee. Setelah memesan minuman Putri kembali melayangkan pertanyaan yang membuatnya penasaran.


" Bicaralah.. Kamu kenapa? Tidak biasanya seperti ini."


Elang mengacak rambutnya seperti sedang frustasi. Mengambil nafas panjang dan membuangnya kasar.


" Aku sedang ada masalah.. Kamu tau kerjasama kita dengan perusahaan yang ditanganin pak Hari?."


" Iya tau.. Memangnya kenapa?."


" Pak Hari kebukti main suap. Pantesan aja ada perusahaan lain yang lebih kompeten kerjasama dengan kita ko malah perusahaan seperti itu. Terus uang perusahaan juga digelapkan sama Pak Hari. "


" Kamu bisa tau dari mana?."


" Tadi pagi-pagi banget aku dapet kabar Pak Hari dari Romi. Perusahaan rugi besar, kecuali Pak Hari bisa mengembalikan semua uangnya kita tidak akan memperkarakan kasus ini. "

__ADS_1


" Iya mending dibicarakan secara internal terlebih dahulu. Mungkin pak Hari punya alasan khusus kenapa sampai berbuat seperti itu."


" Apa kamu ingin menyelesaikan dulu kasus ini dan menunda pernikahan kita?."


" Apa?." Wajah Elang menyiratkan rasa tidak sukanya saat mendengar pertanyaan Putri.


" Aku becanda sayang haha.." Putri tertawa sambil menyentuh dagu lelaki pujaannya itu.


" Kamu ini.. Udah ah kamu balik lagi ke apartemen!."


" Gak bisa sayang.. Kamu sabar ya. Dua minggu bukan waktu yang lama lagian seminggu sebelum pernikahan kita gak bisa ketemu."


"Kenapa lagi?."


" Katanya sih pamali, harus dipingit biar manglingi kalo kata orang Jawa sih gitu."


" Iissshh..."


*****


Sesampainya kembali ke rumah, Putri melihat mamanya tengah sibuk me-list tamu apa saja yang harus dipersiapkan dan yang sudah dipersiapkan. Dan juga beberapa sanak saudara Putri lainnya juga disibukan dengan pengemasan hantaran untuk tamu yang datang.


" Ma.. Ko ini dari sekarang udah dikemas semua, kan seminggu sebelumnya juga masih bisa."


" Putri.. Seminggu sebelum itu pasti sangat sibuk. Kalo dari sekarang kita bakalan tau apa aja yang belum lagian ini tuh dua minggu lagi loh."


" Terus kamu sama Elang tadi kemana aja katanya nggak pergi ke kantor."


" Tadi fiting gaun.. Terus ngurus gedung plus catering."


Putri mengangguk, ia merebahkan dirinya di sofa depan tv. Rasanya hari itu sangat melelahkan. Bahkan ia dan Elang sendiri turun tangan mengurusi keperluan pernikahan mereka.


" Kalo cenderamata tante kamu dari jogja udah ngurusin. Disana banyak yang bagus-bagus."


" Tinggal tambahin aja, biasanya suka banyak kuranganya ma.."


" Eh bukannya gedung dan lainnya itu urusan WO lagian kan udah ya?."


" Iya tapi Elang liat sendiri bukan hanya dari WO nya aja."


" Ya udah itu urusan kalian.."


" Mama mau mastiin kerabat jauh kita mau datang kapan biar kita nyiapin hotelnya dari sekarang."


Ternyata Putri baru sadar kalo mamanya lebih ribet dari dirinya sendiri.


Ia teringat apa yang dikatakan Elang saat mengantarnya pulang tadi.


Sebuah rahasia kecil yang baru ia ketahui. Dimana Elang bercerita kalau selama ini ia sudah merencakan sendiri pertunangannya dengan Putri. Bukan murni keinginan orang tua mereka semata, tapi karena sedari dulu saat mereka berdua masih berkuliah dikampus yang sama Elang sudah naksir sama Putri. Selama ini bukan tanpa alasan Putri dipekerjakan di perusahaannya tapi karena Elang sendiri yang meminta pada mama Ana. Bahkan saat pertemuan pertama mereka pas interview dulu Elang marah-marah Putri tidak diikutsertakan untuk diinterview. Semua skenario indah Elang untuk Putri. Hingga akhirnya setelah melewati ujian hubungan mereka kini tinggal satu tahap lagi menuju hari kebahagiaan.


*****


10 hari menjelang pernikahan..


" Nih.. Aku ngajuin cutinya terhitung besok lusa ya.." Amplop putih bertuliskan logo perusahaan disimpannya di meja Elang.

__ADS_1


" Cuti? Besok lusa?."


" Hmm.."


Elang mengerutkan wajahnya..


" Kenapa harus besok lusa sih?."


" Kan mau dipingit Lang.."


Elang sepertinya lupa kalau kemarin Putri sudah membicarakannya.


" Ya udah.. Tapi benar gak bisa ketemu?."


Putri menggeleng..


" Ya udah sekarang aja berarti..." Elang menarik tangan Putri secara paksa sampai Putri jatuh dipangkuan Elang.


" Lepasin! Malu ah kalo ada yang liat."


" Gak ada.. Paling Mona yang liat."


" Kamu mau apa?."


Putri terkesiap saat Elang mencoba membuka paksa kancing kemeja Putri dan berhasil memegang apa yang ada didalamnya sampai matanya mengerjap.


" Lang.. udah. Jangan.. Sabar ya tinggal 10 hari lagi ko."


Putri mencoba sekuat tenaga melepaskan tangan Elang dari tubuhnya.


" Aku sih sabar.. Tapi tau sendiri ade yang ini gak sabar." Elang menunjuk ke arah celana yang dikenakannya.


" Iih dasar mesum.." Cubitan demi cubitan dilayangkan tangan Putri terus menerus sampai Elang kewalahan dan meminta ampun.


" Kalo gitu ini aja ya.." Bibir Elang didaratkan dengan sempurna dibibir milik Putri, ciuman hangat nan lembut saling menyelimuti keduanya. Kalau bukan karena penolakan Putri, Elang pasti sudah berhasil melucuti pakaian yang dikenakan wanitanya itu.


" Aku sudah tidak sabar.. Kalo malam ini kita ke apartemen gimana?."


" Tidak sayang... "


" Yakin?."


" Yakin.."


" Kalo aku jajan diluar gimana?."


" Terserah kamu. Paling pernikahan kita dibatalkan."


Putri menyeringai menatap mata buas Elang yang ingin menerkamnya saat itu juga.


*****


Haii.. Berikan cinta kalian pada author ya dengan memberikan kimen, like dan votenya..


Thanks.. 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2