ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Bali


__ADS_3

Elang memeluk tubuh istrinya dari belakang setelah istrinya selesai mandi hanya mengenakan handuk saja yang melilit ditubuhnya..


Mendaratkan beberapa ciuman hangat di tengkuknya, Putri menggeliat geli.


" Mau pake baju dulu.. "


"Nanti aja.. !."


" Kamu tuh ya gak pengen gitu liat suami seneng.. Sekarang aja ya..!"


" Nanti aja tanggung udah mandi nih...."


Elang memasang wajah datar dengan mata melotot tajam, biasanya cara itu efektif membuat Putri mengalah.


" Tuh kan langsung ngambek deh.. Iya.. Iya.. Sekarang."


Langsung saja mata Elang terlihat berbinar akhirnya kini ia bisa melepaskan hasrat yang tertunda cukup lama.


Memulainya dengan mengecup bibir Putri perlahan sampai kesemua titik sensitif tubuh istrinya. Saat sudah akan melakukan dibagian inti tiba-tiba terdengar ada suara orang yang memanggil keduanya dari luar kamar.


" Non Putri.. Den Elang. Ditunggu sama yang lainnya buat sarapan sekarang.."


Putri tersenyum geli melihat ekspresi suaminya yang menahan kesal. Kali ini Elang tidak bisa


mengelak karena mereka sudah harus pergi ke ruang makan keluarga.


" Put.. kamu rencana hari ini mau kemana?." Pak Sasongko bertanya pada putrinya itu yang sedang mengambilkan makanan buat suaminya.


Putri menoleh ke arah Elang dan mengharap sebuah jawaban darinya, karena Putri tahu sifat suaminya itu selalu bertolak belakang dengannya. Kadang apa yang Putri ucapkan tidak sesuai dengan maksud Elang.


Elang yang sudah tahu maksud Putri segera menimpali pertanyaan mertuanya.


" Kita hari ini mau ke Bali pah.."


Putri langsung menatap suaminya dengan ekspresi kaget. Belum pernah Elang mengemukakan rencananya tapi kenapa harus ke Bali mendadak tanpa persiapan.


" Ke Bali? Bukannya kita belum-?."


" Udah.. kamu sih kebanyakan mikirnya, jadinya aku putusin aja buat ke Bali, tiket pesawat dan lain-lain udah dipesenin ko sama Bima. " Elang menyela perkataan Putri.


Mama Ana terkekeh melihat wajah polos Putri seakan di todong dengan rencana suaminya.


" Mama sama papa cuma pesen.. Kamu Putri gak usah pake tunggu-tunggu kehamilan ya, jangan pake KB-KBan segala ya.."


Putri menahan malunya mendengar perkataan mamanya, membuat wajahnya bersemu merah. Diiringi kekehan dari suami tercintanya.

__ADS_1


" Iya Put, Elang.. Papa udah mau nimang cucu, papa udah tua siapa tau umur papa nggak lama lagi."


" Huuss.. Papa nggak usah ngomong gitu ah, yang penting doain aja biar anak kita cepet-cepet ngasih cucu."


" Iya pah.. Jangan ngomong gitu lagi. Putri kan jadi sedih dengernya.."


" Sudah-sudah.. Papa nggak kenapa-napa ko. Ngomong-ngomong kalian berangkat jam berapa ke Bali nya?."


" 3 jam an lagi pah.."Elang menimpali.


*****


" Kamu gak benaran kan kita mau ke Bali?." Putri memasamg mimik penasarannya pada Elang saat mereka kembali ke dalam kamar.


" Kata siapa aku gak beneran. Beneran sayang, makanya sekarang kamu beresin perlengakapan kita ya selama di Bali, kita akan pergi selama tiga hari."


" Ko wajah kamu keliatan mencurigakan gitu sih?." Tanya Putri melihat ekspresi wajah Elang penuh kebahagiaan.


" Iyalah.. Pokonya awas aja kalo kamu disana nolak lagi."


" Tuh kan bener.. Beneran mesum kamu."Putri menyebikan bibirnya ke arah suaminya. Kurang lebih hampir setengah jam Putri selesai mengemas perlengkapan mereka selama di Bali, satu koper besar dan satu koper kecil juga tas tangan yang dibawa Putri untuk menyimpan barang-barang pribadinya.


Setelah pamit kepada kedua orang tuanya, Putri dan Elang segera berangkat ke Bandara. Mereka lebih baik menunggu disana satu jam sebelum keberangkatan dari pada harus telat.


" Kan surprise buat istri tercinta.. Maaf ya cuma ke Bali."


" Memangnya kamu kira aku gak suka?."


" Ya.. Takutnya kamu pengen honeymoon ke luar negeri gitu.."


" Gak apa-apa ko.. Ke Bali juga udah seneng banget. Kamu kan sibuk jadi gak bisa pergi lama-lama apa lagi ke luar negeri iya kan.."


" Iya.. Sayang.." Sebuah kecupan manis diberikan Elang di pipi Putri membuat beberapa pasang mata di sekita mereka tersenyum-senyum.


" Pasti pengantin baru.." Celoteh salah satu penumpang yang sedang menunggu keberangkatan.


Elang dan Putri hanya mesem-mesem mendengar beberapa orang membicarakan mereka di belakang.


" Tuh sayang udah pengumuman keberangkatan, kita harus cepet boarding."


" Yuk.."


Akhirnya setelah menempuh waktu kurang lebih dua jam dalam perjalanan sampailah mereka di Bandara Ngurah Rai Bali. Pihak Villa yang sudah direservasi menjemput pasangan pengantin baru itu ke Bandara.


" Pak Elang dan Ibu Putri ya.." Tanya laki-laki yang berbusana adat Bali itu menyambut kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


" Iya.. " Sahut Elang.


" Saya pramuwisata yang dipesan sama pak Bima.. Untuk mengantar bapak dan ibu.."


" Oh iya.. Kirain tidak ada yang menjemput."


Laki-laki itu tersenyum ramah.


" Bapak dan ibu mau diantar berkeliling dulu atau mau langsung menuju Villa?." Terdengar logat khas Bali yang kental diucapkan laki-laki itu.


" Kita langsung ke Villa aja ya.. Gimana sayang?." Elang meminta persetujuan dari Putri, takutnya Putri punya rencana lain pergi ke suatu tempat sesampainya mereka di Bali.


" Ya udah kita ke Villa dulu aja.. Sekalian istirahat dulu. Biar sore kita jalan-jalannya."


"Baik kalau begitu, untuk memastikan untuk penginapannya di Villa Marrakesh kan ya.."


" Iya..."


" Baik kalau begitu mari saya bantu angkat barang bawaanya ke dalam mobil."


Didalam mobil selama perjalanan menuju Villa, laki-laki yang bekerja sebagai pramuwisata itu cukup ramah. Dia bertanya apakah Elang dan Putri adalah pasangan pengantin baru. Karena pemilihan Villa yang mereka tuju sekarang sangat cocok untuk berbulan madu.


" Kebetulan assisten saya dikantor yang pilihin Villanya. Saya tinggal nempatin aja."


" Waah.. Temennya berarti pengertian tuh pak.."


Mereka mengobrol panjang lebar mengenai tempat-tempat yang cocok dan indah di Bali untuk pasangan baru menikah.


" Silahkan pak.. Bu.. Udah sampai di Villa nya.."


Elang terlebih dahulu melakukan check in reservasi ulang untuk penginapannya selama di Bali.


" Sayang.. Gimana?."


" Suka gak?." Elang memeluk istrinya dengan penuh kehangatan. Mereka akan menghabiskan waktu mereka hanua berdua saja tanpa ada gangguan-gamgguan seperti pagi tadi di rumah Putri.


" Ini Villa nya indah banget sayang.. aku suka banget.. Ternyata Bima pinter ya milihnya.."


" Iih.. Bima kan disuruh sama aku sayang.." Elang tak mau kalah.


Pemandangan di Villa Marrakesh sungguh sangat indah.. Ketika bangun tidur akan disuguhi dengan pemandangan yang indah dan tidak akan mengecewekan. Villa Marrakesh ini merupakan Villa yang dilengkapi dengan fasilitas teras dan private pool. Malam harinya akan bisa menikmati momen romantic dinner dari depan teras pribadi yang sudah disiapkan pihak Villa sebagai salah satu paket menginap disana.


-----


Haiii berikan dukungan kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya ya.. Thanks..

__ADS_1


__ADS_2