ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R# Jujur sama Gerry


__ADS_3

" Iya.. Iya..." Putri hanya menjawab sesingkat-singkatnya agar Elang bisa cepat pergi dari hadapannya.


Otomatis perkataan Elang barusan mengundang pertanyaan dari Susan.


"Katakan padaku.. Apa maksud pak Elang tadi, apa benar kalian akan bertunangan?."Susan tak begitu sabar ingin segera mendapat jawaban dari Putri.


" Suuthhhh...." Putri menutup mulut Susan dengan tangannya.


" Kenapa sih Put...?."


" Udah.. nanti aku jelasin di ruangan." Putri menarik tangan Susan.


" Sekarang ayo jelasin Put.. Aku penasaran." Tanya Susan ketika mereka sampai di ruangan Putri.


Putri menghela nafas panjang... Kemudian duduk di kursinya. Diikuti oleh Susan yang ikut duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


"Iya San.. Aku mau tunangan sama pak Elang.."


" Haahh... Beneran?." Susan seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya.


" Jadi kalian sudah mengenal satu sama lain sebelum kamu kerja disini?."


" Iya.. Pak Elang itu kakak tingkatku dikampus. Orang tuanya sahabat orang tuaku.. Kita dijodohin.."Ujar Putri sedikit menjelaskan.


"Pantesan kalian udah akrab ya.. Padahal kamu bary banget keterima kerja disini.."


Putri tersenyum kecil dengan pertanyaan yang dilontarkan Susan, tak disangka Susan bisa sangat begitu ingin tahu dengan urusannya, bahkan wajahnya pun terlihat polos seperti orang yang tidak suka ikut campur masalah orang lain. Tapi Putri tidak mempermasalahkannya, Susan terlihat seperti orang baik bagi Putri.


" Please.. Jangan kasih tau yang lain ya. Ini rahasia kita.. Sampai waktunya tiba mereka juga pasti bakalan tau ko.."


"Tenang aja Put,, aman ko dijamin.. Ya udah aku ke ruanganku dulu ya.."


" Hhmmm."


Putri menjalankan pekerjaannya seperti biasa, walaupun dia disuguhi banyak sekali tugas oleh Dina, kepala divisinya. Tapi Putri dengan rajin sedikit demi sedikit menyelesaikan sampai pekerjaannya selesai.


Putri melangkahkan kaki menuju ruangan Dina. Dengan dokumen-dokumen menumpuk dibawanya serta.


" Bu Dina..." Putri berdiri di depan pintu masuk ruangan Dina, kebetulan pintu ruangannya terbuka lebar.


"Iya masuklah..."


" Ini bu.. Pekerjaan saya sudah selesai semua.."


Dina memeriksa dokumen yang dibawa Putri satu persatu.


" Kamu jangan langsung pulang.. Hari ini lembur.. Masih banyak pekerjaan yang lain." Dina terlihat ingin menjaili Putri dengan menyuruhnya lembur.


Putri melirik jam yang menempel di tangannya..


" Jam 5..."


" Saya lembur bu? Dengan siapa saja?."


" Sendiri..."


"Hah sendiri? Gila kali ya ini orang maen perintah seenaknya.. Ini gak beres kayaknya.."


" Suruh saja orang lain yang lembur.. " Elang tiba-tiba datang menimpali ucapan Dina.


" Pak... " Dina langsung berdiri dari kursinya melihat Elang datang.


" Din.. Yang rasional dong.. Kan tau aturannya gimana. Tuh liat dokumen numpuk kaya gitu udah dia beresin, masa mau nambah lagi sampai lembur.. Bagi-bagi tugasnya sama yang lain.."


Dina menundukan wajahnya ketika Elang berbicara padanya.


" Untung aja Elang datang... Makasih Lang.."

__ADS_1


" Ayo pulang!!."Elang mengajak Putri untuk segera beranjak dari tempat itu.


" Aaarrggghhh... Elang lagi Elang lagi.. Napa sih cewek itu beruntung terus.." Gerutu Dina dengan meremas-remas kertas yang ada ditangannya.


" Lang... Aku ambil dulu tasku..."


" Iya.. Aku tunggu di depan Lobby ya.."


Putri mengangguk..


Putri naik ke mobil Elang, Elang berencana untuk membawa Putri ke suatu tempat.


▪ XD Jewelry


Pusat perhiasan terkenal


" Kita ngapain kesini?."


" Nyari cincin lah non.. Emang mau ngapain kalo ketempat gini.." Timpal Elang.


Penjaga toko perhiasan itu pun sedikit tersenyum melihat tingkah Putri dan Elang.


" Mbak... Pilihin cincin yang paling bagus disini.."


" Baik pak.. " Penjaga toko perempuan itu memilihkan cincin berlian indah dan mewah untuk Putri.


" Silahkan dicoba..."


Putri mengambil cincin berlian yang di sodorkan oleh penjaga toko itu.


Terlihat sangat pas dan cocok, hiasan yang simple tapi terkesan mewah.


" Suka?."


Putri mengangguk..


"Mbak.. Pilih yang ini saja.. Ini sekalian.." Elang menyerahkan black card yang tak berlimit itu untuk menyelesaikan pembayaran cincin yang dipesannya.


" Put, gimana udah bilang sama Gerry soal kita mau tunangan?."


"Astaga gue lupa, ini efek kepala divisi itu ngasih kerjaan yang banyak."


" Belum.. Kelupaan.."


"Lo harus bilang sekarang Put.. Gada waktu lagi. Kita tunangan lusa.."


" Bener juga siiih.. Malam ini juga gue harus ketemu sama Gerry.."


" Ada yang perlu gue omongin sama Lo.. Walopun kita udah sepakat antara kita hanya sandiwara. Lo perlu tau pacar gue.. gue harap Lo bisa ngerti kalo Lo ngeliat gue lagi barengan.."


"Tenang aja gue gak bakalan cemburu ma Lo.."


" Juga tentang cewek-cewek yang deket sama gue.."


" Dasar cowok playboy.. Kapan Lo insaf"


" Put.. Lo dengerin gue kan?."


" Eh iya.. iya.. Tenang aja.."


"Kalo Lo keberatan jujur aja..."


" Kalo bukan karena bokap gue bakalan nolak dari awal juga."


" Gak ko.. gue gak keberatan.."


"Gue tau ko Lang, kita gak bakal beneran bisa jatuh cinta.."

__ADS_1


" Lo bisa ngelakuin hal apapun yang Lo mau, dan Lo bisa semau Lo ngatur gue terkecuali jangan ngatur masalah soal cewek.."


" Oke.. Kalo gitu.."Putri menyanggupi usulan Elang.


" Gue anter Lo sekarang ke tempatnya Gerry ya.."


Putri tertegun sejenak..


"Iya deh.. Biar tenang juga.."


Saat itu juga Elang dan Putri melaju ke apartemen yang ditempati Gerry.


"Gue ketemu Gerry dulu ya.."


" Gue tungguin..."


" Gak usah.. ntar gue pulang naik taksi aja.."


" Yakin?."


"Iya.. Takut kelamaan Lo nunggunya.."


"Ya udah.. Gue masuk ya.. "Tambah Putri lagi.


Selepas Putri masuk ke tempat Gerry, Elang pun pergi dari tempat itu.


▪ Apartemen Gerry


" Apa.. Kamu mau tunangan?."


Gerry tak percaya mendengar penuturan kekasihnya itu.


" Iya Gerr, aku juga gak bisa nolak.. Papa mama maksa.."


" Tapi kamu tau kan Elang itu siapa?."


" Tau.. Tau.. "Putri berteriak.


" Kamu kira aku seneng sama perjodohan ini.. Nggak Gerr.." Putri menangis terisak-isak.


" Aku gak habis pikir sama kamu Put.. Mau-maunya kamu di ajak sandiwara sama Elang.. Jangan-jangan kamu suka lagi sama dia?."


" Nggak Gerr.. Kamu salah .."


" Aku bingung.. Aku nggak mau sampai putus sama kamu.."Ucap Putri lirih..


" Niat aku cuma satu.. Dibalik aku tunangan sama Elang, aku akan ngeyakinin papa sama mama buat nerima kamu.. Ya, kamu percaya sama aku. Papa bakalan tau Elang itu kaya gimana..."


Gerry mengangguk walaupun hatinya tak bisa menerima kenyataan kekasihnya akan bertunangan dengan temannya sendiri.


Lama Putri terdiam di apartemen Gerry. Panggilan telepon dari Elang dan mamanya pun terlewatkan..


Sesaat kemudian Putri memutuskan untuk pulang kerumahnya.. Malam sudah larut, saat itu Putri melihat jam ponselnya sudah menunjukan angka 10.


" Elang sama mama nelpon.."


"Eh dia nelpon lagi.."


" Hallo.. " Suara Elang terdengar cemas.


" Lang..."


" Lo masih ditempat Gerry?."


" Iya.. Ini baru mau pulang.. Udah diluar..."


" Putri.. Putri.. Mama Lo nelponin terus, gue bilang aja Lo lagi sama gue. Tungguin gue disana.. Bentar lagi gue nyampe, gue tadi sambil jalan pas nelponin Lo.. jam segini rawan kalo naik taksi.. "

__ADS_1


"Iya Lang, gue tunggu.."


" Untung ada Lo Lang..."


__ADS_2