ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Akhirnya


__ADS_3

" Lang.. Bikin kaget aja tau."


Hati Putri mencelos melihat tatapan Elang yang dingin dan juga tak ada senyum sedikitpun. Putri lantas berinisiatif duduk di sofa kecil di depan lelaki itu.


"Udah dari mana aja?."


" Abis nonton terus makan.. Udah.."


" Siapa cowoknya?."


"Cowok?."


"Iya cowok.. Lo pake jaket cowok kan itu.."


Putri melihat apa yang dikenakannya..


"Ya ampun jaket Fian.. Lupa!."


" Ini jaketnya Fian.. Tadi naik motor aku gak bawa jaket.."


" Fian? Mantan cowok Lo waktu dikampus itu?."


"Bukan.. Hampir. Belom pernah jadian.."


"Ck.."Elang berdecak kesal, raut wajahnya mendominasi ketidaksenangan.


"Lo kalo keluar sama siapapun palagi cowok harus izin dulu sama gue.. Gue gak mau kedepannya Lo maen jalan gitu aja.."


" Yah.. Lo aja bisa jalan sama cewek lain. Masa gue harus izin segala.."


"Lo tuh tunangan gue Put.. Gimana kalo ada yang liat."


" Iya nanti gue kalo keluar sama Fian bakalan izin dulu sama Lo ko.. Tenang aja.."


" Udah ah.. Mau tidur." Putri ngeloyor masuk kedalam kamarnya, ia berhasil lari dari cercaan Elang yang tak henti-hentinya mengintrogasi.


" Percuma gue kirim Putri ke Batam.. Taunya malah ketemuan disini.."


Malam itu Elang terus-terusan memikirkan bagaimana caranya menjauhkan Putri dari Fian.. Salah satu cara adalah dengan pernikahan. Tapi Gadis?


"Ah.... Mumet gue!!."


*****


" Lang... Lang..." Putri menggoyang-goyang tubuh Elang yang tetidur bersandar di sofa semalam.


" Lo tidur disini semaleman?."


"Hm.. Ketiduran.." Matanya kembali terpejam, tak terpengaruh dengan suara Putri yang menyuruhnya untuk segera bangun dan mandi.


" Lang.. Bangun"


" Iya iya.. ini bangun." Ia duduk dengan posisi kepala mendongak ke atas menatap langit-langit. Pikirannya melayang pada Gadis, ia harus menyelesaikan masalahnya hari itu juga.. Mau tak mau hubungannya dengan Gadis harus selesai, ia tak bisa memaksakan hubungan tanpa adanya perasaan cinta. Sudah ia coba berulang kali semenjak hubungan cintanya dengan Putri selesai, malah sosok Putri begitu kuat ada dihatinya. Elang sadar ia sudah menyakiti dua hati sekaligus. Tapi apa boleh buat.. Nasi sudah menjadi bubur kini pilihannya tidak boleh salah lagi.


Selesai mandi dan berdandan rapi Elang segera pamit menuju apartemen Gadis tanpa memberitahukan Gadis terlebih dahulu ihwal kedatangannya kali ini.


"Mau kemana?." Giliran Putri penuh selidik.


"Mau ketempat Gadis.. Gak lama ko.. Gue ntar balik cepet."

__ADS_1


Belum selesai bicara Elang sudah berlalu dari hadapan Putri.


" Lo aja bisa pergi gitu aja ketempat Gadis.. Tanpa izin gue. Dasar cowok maunya enak sendiri."


*****


Masih belum nampak orang membuka pintu apartemen saat Elang berkali-kali memencet bel. Kurang dari 10 menit akhirnya pintu apartemen Gadis dibuka..


" Eh Elang... Maaf tante lagi dikamar mandi. Tanggung tadi.."


" Tidak apa-apa tan.. Gadisnya ada?."


" Gadis kebetulan lagi keluar.. Ketemu sama temannya.."


" Oh keluar ya.."


" Kenapa sepertinya ada yang penting Lang?."


" Iya tan.. Ada yang penting sekali."


Tante Fina mengerutkan alisnya melihat raut wajah Elang serius.


" Ya udah kita bicara didalem aja ya.. Sambil nunggu Gadis. Siapa tau nanti pulang.."


Elang mengekor di belakang tante Fina dan duduk.. Mereka mengobrol setelah tante Fina membuatkan minuman dan beberapa makanan suguhan lain.


"Tan...Aku bingung. Jujur aku memang salah sebenarnya udah ngambil keputusan kemaren. "


" Jujur aja Lang.. Bicara apa adanya. Tante kan ibarat orang tua bagi Gadis ataupun bagi kamu. Jangan sungkan. Apa ini tentang hubunganmu dengan Gadis?."


Elang mengangguk. Takut kalau perkataannya ada salah..


Tante Fina menghela nafas panjangnya.. Menangkap sorot mata Elang tersirat seberkas rasa penyesalan yang mendalam.


"Tante ngerti ko Lang.. Tante gak akan marah..Harusnya tante yang minta maaf. Karena Gadis sudah merusak hubunganmu dengan Putri. Lagian kamu tidak perlu semenyesal itu, sekarang bebaskan pikiranmu.. Jangan ada rasa bersalah pada Gadis. Gadis akan baik-baik saja.."


" Apa maksud tante?."


" Lang.. Tante ingin memberitahukan suatu rahasia.. Tapi takut kamu akan marah apalagi sama Gadis."


Elang semakin tidak mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan tersembunyi tante Fina.


"Maksud tante apa ya?."


Tante Fina membuang pandangannya asal...


"Sebenarnya Gadis sudah sembuh."


"Sembuh? Tunggu dulu tan.. Aku semakin gak ngerti sembuh gimana maksudnya?."


" Sebenarnya ketika Gadis baru kembali dari Amerika dia sudah sembuh, tante dipaksa berbohong membuat keterangan palsu di Rumah Sakit. Ini sangat bertolak belakang melanggar kode eti sumpah dokter.. Tapi apa boleh buat tante selalu diancam Gadis akan bunuh diri kalau tante tidak menuruti keinginannya."


Elang seakan tak percaya dengan perkataan tante Fina, apa yang ia korbankan untuk Gadis semuanya sia-sia belaka.


" Jadi dia bohong tan... Astaga."Elang mengacak-ngacak rambutnya, matanya memerah memendam amarah dalam jiwa.


" Iya Lang.. Gadis sudah sembuh sebelum dia kembali.. Dia melakukan perawatan intensif di Amerika. Tujuannya kembali hanya satu, yaitu kamu.. Sekali lagi tante minta maaf karena Gadis hubunganmu hancur."


" Lalu bunuh diri itu?."

__ADS_1


" Kalau itu benar.. Itu bermula karena tante menyuruh Gadis untuk terus terang tentang keadaan penyakitnya sama kamu. Kami bertengkar hebat sampai Gadis ngamuk.. Dan berani mengambil jalan pintas.."


Elang bernafas lega.. Akhirnya ia dapat terbebas tanpa perasaan bersalah sedikitpun pada Gadis. Walaupun apa yang diperbuatnya menghancurkan kisah cintanya dengan Putri.


"Maafin tante Lang..." Tante Fina menangis tersedu memohon agar Elang dapat mengampuni perbuatannya.


"Tan.. Harusnya aku yang berterimakasih sama tante. Tante udah mau berkata jujur.. Tante jangan menyesalinya. "


" Kita anggap masalah ini udah selesai. Aku tidak mau bertemu dengan Gadis, nanti akan sulit menghindarinya lagi.. Tante mohon mengerti ya.."


" Iya Lang.. Makasih ya.. Tante sebisa mungkin bicara perlahan dengan Gadis."


" Makasih tan.. Kalau begitu aku pamit dulu.. Malam ini ada acara makan malam keluarg dirumah. "


"Iya.. iya.. Hati-hati."


*****


" Walaupun Gadis bohong.. Setidaknya masalah gue selesai. Anggap aja itu imbalan karena gue nyakitin perasaan Putri."


Pandangan Elang seketika terhenti melihat kedua sosok yang dikenalnya sedang berjalan berdua berpegangan tangan melintasi zebra cross menuju pedagang bubur ayam dipinggiran jalan.


"Putri..... "


" Arrrrggghhhh. SIAL!!!." Elang tak henti-hentinya marah memukul-mukul stir kemudi..


Elang menepikan mobilnya di seberang jalan tepat Putri berada.


" Itu cowok yang kemaren.. Bener-bener Putri nguji kesabaran gue.. " Ketika akan beranjak keluar dari mobil, ponsel Elang berdering..


"Romi..."


"Ada apa Rom?."


"Lo dimana?."


" Dijalan.. Lagi mau balik ke apartemen."


"Oh kirain Lo di tempat Lo.. "


" Gak.."


" Lo napa sih kaya linglung gitu.. Lupa jalan baliknya? Sini aja ke tempat Bima.. Kita ngumpul."


" Gak bisa.. "


" Gue lagi liatin Putri sama cowok berdua.. Anjing!."


" Waduh sama cowok.. Terus Lo mau nyamperin gitu?."


" Iya.. Tapi Lo nelpon gue nyet..!."


" Ya elah.. Udah.. Udah balik. Pulang aja Lo.. Malu-maluin harga diri Lo aja. Pake mau nyamperin segala.."


" Bener juga ya.. Ngapain gue malu-maluin.. Gak ada harga dirinya gue."


" Ya udah gue nyusul ke tempat Bima sekarang.."


"Nah gitu dong... Oke bro."

__ADS_1


__ADS_2