
Haaiiii.... Gaes, aku kembali. Acungin tangannya yang sudah rindu kisah receh Putri sama Elang. Insha Allah semoga ceritanya lebih seru dari yang pertama ya..
Kita mulai saja jangan tunggu lama-lama. Karena aku gak suka sama yang lama-lama, hehe.
***
Ritual pagi seorang istri seperti biasa apalagi kalau bukan beres-beres. Betul tidak? Hari ini hari pertama mereka pindahan ke rumah baru setelah apartemen Elang yang mereka tempati dulu di jual. Mami Rita keukeuh mereka untuk pindah saja, alasannya sih biar terkesan berada beneran di rumah. Kalau di apartemen serasa beda suasananya. Tidak ada yang Putri lakukan selain hanya memasukan baju ke dalam koper, masalah rumah, interior dan lain-lain yang menyangkut hal di dalamnya sudah di selesaikan mami Rita, yes mami Rita selalu siap siaga membantu keluarga kecil putra kesayangannya.
Putri tidak mempermasalahkannya sedikitpun, ia tidak keberatan dan memang tidak menjadi persoalan besar kenapa dirinya tidak dilibatkan. Ia terlalu santai dan lebih fokus terhadap masalah perusahaan yang rencananya akan di merger dengan perusahaan suaminya. Keputusan besar yang sudah di setujui dan dirembukan dengan keluarga besarnya. Putri merasa kesulitan bila harus harus menjalankan perusahaan sendirian.
Pagi ini berbeda dari biasanya, kalau pagi-pagi Putri bangun pagi dan menyelesaikan pekerjaan rumah kali ini ia hanya diam saja berleha-leha sambil memainkan ponselnya. Tidak ada yang ia kerjakan lagi. Hal ini membuat Elang merasa aneh ada apa dengan kebiasaan baru istrinya.
"Kamu gak bikin sarapan?."
"Sarapan? Kamu mau dibikinin apa?."
"Apa aja.."
__ADS_1
"Ya apa maunya?."
"Kamu ini ko aneh sih sayang, biasanya kamu bikinin aku makanan apa aja tanpa nanya. "
Putri menyebikkan bibirnya, ia merasa kata-kata suaminya seolah menuduhnya malas-malasan.
"Aku kan cuma nanya aja sama kamu mau dibikinin apa ko kamu malah sewot sih.."
Elang mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa.
"Kamu kenapa? Gak enak badan?."Elang sebisa mungkin memahami situasi aneh istrinya. Aneh dan tidak biasa.
Melihat istrinya terus cemberut, Elang memutuskan menunda sarapannya.
"Aku berangkat aja ya sayang."
Putri menggeletakan pisau ke meja dapur begitu saja.
__ADS_1
"Kamu ini kenapa sih, katanya pengen dbuatin makanan ko malah mau pergi aja."Putri mulai sewot, emosinya mulai terpancing.
"Sayang, aku gak mau kamu kepaksa itu aja. Kamu mendingan istirahat aja, santai, tiduran aja ya.."Elang mengelus lembut wajah Putri, senyumnya terlihat dibuat-buat.
"Jadi kamu nyindir aku gak ada kerjaan ya.."Sungutnya kesal.
Ya Allah ya Rabbi, demi rumah tangga aman damai dan sentosa lebih baik aku mengalah.
"Gak sayang, seriusan. Kamu kayaknya lagi PMS ya.. Ko marah-marah gitu sih.." Salah satu usaha Elang mempertahankan keutuhan dalam berumah tangga. Mami Rita sering mengajarinya kalau jadi suami itu harus lebih banyak mengalah pada istri. Mengingat Elang sikapnya yang arogan dan ingin menang sendiri.
"...." Putri tidak menjawab, dirinya kembali sibuk mengiris-ngiris bahan makanan. Entah apa yang akan dibuatnya, hanya saja ada roti, telur juga beberapa potong sayuran dan daging.
"Gak apa-apa kan cuma sandwich aja?."Terhidang dengan sempurna di atas meja makanan. Dan kenapa kali ini rasanya berbeda, sandwich-nya tawar dan itu gak banget di lidah.
Kalau saja ada yang jualan rasa SABAR, Elang akan membelinya dalam jumlah banyak untuk stok nanti.
***
__ADS_1
Jangan lupa komen dan like ya... ya... ya.. 😊