
Apakah boleh mementingkan keegoan kita?
Kalimat itu selalu dipertanyakan di hati Mike. Kalau boleh ia ingin merasakan mereguk manisnya asmara bersama orang yang ia cintai tanpa harus memperdulikan perasaan orang lain.
" Apa kamu serius dengan perkataanmu kemarin Put?." Mike mendekatkan dirinya pada wajah Putri saat mereka berdua sedang berada di sebuah caffee.
" Yang mana? Terlalu banyak yang aku katakan kemarin."
" Berpisah dengan suamimu."
Putri menundukan kepalanya.
" Serius sangat serius. Memangnya kenapa kak? kalau aku janda apa kakak mau denganku?."Canda Putri diiringi tawanya membuatnya tak lagi terlihat kecewa.
" Aku mau sama kamu sekalipun kamu janda." Putri membulatkan matanya mendengar pengakuan Mike.
" Dasar bule gombal." Kekehnya lagi.
" Aku serius sekalipun kamu memanggilku bule aku gak kan marah." Kali ini Mike menunjukan keseriusannya.
" Kak, aku masih istri orang belum pisah. Kalaupun pisah harus nunggu idah dulu. Dasar bule yah pengennya instan." Ucap Putri.
__ADS_1
" Aku bakalan setia nunggu kamu." Putri tidak menanggapi perkataan Mike lagi yang menurutnya hanya becandaan. Tidak lebih untuk membuat dirinya terhibur.
Untuk mengeluarkan kalimat seperti itu saja Mike harus menyiapkan hatinya sedemikan rupa takut kalau-kalau wanita yang ia cintai akan menolak secara mentah-mentah.
Mike cukup puas dengan jawaban Putri setidaknya ia masih punya harapan untuk bersanding bersamanya, nanti!.
Tanpa disadari Elang sudah berdiri di hadapan mereka berdua, menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Kamu! Kenapa ada di sini? Apa kamu membuntutiku sepanjang waktu?."Putri memandang sinis ke arah suaminya.
" Aku tau kemana saja kamu pergi dan aku masih suamimu Putri, kamu tidak pantas berbicara tentang perpisahan karena sampai kapanpun aku tidak mau kita bercerai!." Ungkap Elang menatap penuh mata istrinya.
" Dan rupanya kamu cukup akrab dengan teman kakakmu ini, Putri aku ingatkan dia ini mantan pacar wanita itu seharusnya dia membantu hubungan kita agar membaik tapi malah sebaliknya." Elang rupanya sekarang sedang menyindir Mike yang masih diam di tempat duduknya.
" Kalau aku bisa membuktikannya maka kamu harus kembali padaku!."
" Kenapa aku justru meragukan perkataan wanita itu dan mempercayai kalau Elang tidak bersalah." Gumam Putri dalam hatinya.
Tanpa sadar Putri mengangguk pelan menyetujui ucapan Elang padanya. Hingga Mike yang melihatnya hanya bisa pasrah.
*****
__ADS_1
Ketika akan masuk ke dalam kamar perawatan mamanya, Mike mendengar suara dua orang yang sedang mengobrol akrab sekali. Benar saja mamanya sedang asik mengobrol dengan Sonya, wajah Mike berubah seketika melihat Sonya mencoba mendekati mamanya hanya sebagai pion untuk bisa kembali merajut kisah asmara mereka.
" Tante, Mike nya sudah datang. Lebih baik Sonya pulang aja ya.. " Ucap Sonya dengan matanya mengekor pada Mike.
" Kenapa buru-buru bukannya kamu nungguin Mike juga, kalian ngobrol aja dulu ya." Pinta mamanya melarang Sonya agar tetap tak beranjak.
" Iya tapi Sonya ada acara lain tante, besok lagi aja Sonya berkunjung lagi."
" ya udah kalo gitu kamu dianterin Mike pulang ya.. Mike antar Sonya pulang ya nak!."
Belum apa-apa Mike sudah menatapnya dengan rasa tidak suka.
" Tidak usah ko tante, saya sudah pesan taksi. biar naik taksi saja." Tolak Sonya tidak mau kalau sampai Mike mengantarnya, yang ada nanti Mike habis-habisan mengintrogasinya.
" Ya udah kalo tetap nolak.. Hati-hati aja ya nak.." Ucap lembut mamanya Mike.
" Iya tante, Sonya pulang dulu. Mike.."
" Hmm.." Mike hanya menggumam pelan menjawab ucapan Sonya.
Trik Sonya cukup berhasil untuk selangkah lebih maju mendapatkannya dengan pura-pura mendekati mamanya hanya untuk menarik simpati dari mamanya.
__ADS_1
*****
Mohon pengertiannya ya readers... Ada something dikit.. 🙏 jadi up nya tidak teratur. Moga kedepannya bisa lancar kembali Makasih..