
Putri membanting pintu rumah keras-keras saat tahu suaminya tidak bisa memenuhi keinginannya saat ini. Wajah Elang sungguh sangat mengkhawatirkan mengingat mood ibu hamil bisa berubah-ubah tanpa kita tahu. Ceritanya subuh tadi Putri terburu-buru masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil, Elang yang ikut terbangun sadar dengan cepat mengambil satu kantong kresek kecil dan menyerahkannya pada Putri untuk di test apakah istrinya itu memang positif hamil atau cuma ciri-ciri PMS wanita pada umumnya.
"Ko testpack sih sayang, aku kan mau pipis!."
"Iya testpack sekalian katanya yang bagus itu air kencing di pagi hari, kamu pipis terus masukin alatnya ya. Kita liat sama-sama kamu beneran hamil atau gak. Aku penasaran."
Entah kerasukan apa Putri moodnya masih saja jelek, raut wajahnya tidak berubah sedikitpun saat alat test menunjukan garis merah dua.
"Kamu ko gak terkejut apa kamu emang udah tau duluan? Ko kamu gak ngasih tau aku sayang?."
"Kamu kira aku udah tau kalo hamil? Aku juga baru tau sekarang! Kamu ko kesannya kaya nuduh aku gitu.
Ya ampun salah lagi gue!
"Gak sayang aku gak nuduh aku cuma nanya aja sama kamu. Kita bikin janji sama dokter ya buat cek kandungan kamu, aku gak mau ada apa-apa terjadi sama janin yang ada di rahim kamu."Ucap Elang sambil mengelus lembut perut Putri.
Istrinya hanya mengangguk pelan terkesan cuek dan masa bodoh.
Yang Elang tahu istrinya adalah tipikal wanita lembut, manja dan ceria berbeda dengan sikapnya kali ini. Awalnya Elang berpikir akan berkonsultasi dengan psikiater karena lama-lama ia bisa frustasi menghadapi sikap unik istrinya ini.
Elang menjambak-jambak rambutnya sendiri memikirkan nasibnya sekarang. Putri benar-benar marah hanya gara-gara sebuah bakwan yang dimakan Elang.
Tadi malam selepas isya Mama Rita sekalian mampir karena jalannya searah setelah dari rumah sanak keluarganya yang lain, tidak lupa membawa banyak makanan yang rata-rata disukai ibu hamil. Ada rujak, bakwan, manisan dan lain-lain. Saking lapar tidak ada makanan di rumah saat Elang pulang dari kantor, Elang mengembat habis bakwan yang masih hangat hingga sisa satu buah. Putri lihat ada bakwan di atas meja satu buah lagi tapi malah dihabiskan suaminya begitu saja tanpa menawarinya. Sontak Putri marah merasa makanannya dicuri maling.
Elang berinisiatif malam ini juga mencari bakwan yang sama di bawa Mamanya tadi, tapi karena Mama Rita belinya di tukang gorengan keliling Elang pulang ke rumah dengan bakwan yang berbeda.
"Ini bukan bakwan yang di bawa Mama, ini beda."Kesal Putri pada suaminya.
"Itu sama sayang, aku tadi di jalan nanya sama Mama. Beneran ko."Bohongnya membuat Putri menyebikkan bibirnya bertambah kesal.
"Kamu bikin aku bete terus, kamu tidurnya di kuar aja, aku lagi gak mau kamu temenin!."
Rasa kesal Putri sepertinya malam ini sudah tidak bisa teratasi lagi.
__ADS_1
Keputusan Putri tidak bisa diganggu gugat lagi untuk membiarkan suaminya tidur sendirian di luar.
"Sayang masa gara-gara bakwan kamu tega nyuruh aku tidur di luar!."Teriak Elang dan sepertinya teriakannya tidak akan membuahkan hasil apapun.
***
Pagi-pagi tanpa bisa ditebak Elang sudah bangun dari tidurnya dengan celemek yang ia pakai. Di meja makan sudah tersedia satu gelas susu untuk ibu hamil rasa strawberry salah satu rasa kesukaan istrinya.
dan taraaaaa,,,,,,,,,,,,,,,
Bakwan satu piring besar penuh sudah tersedia.
"Bakwan? Dari mana bakwan ini? Kamu bikin sendiri?."Sudah bisa ditebak karena keadaan dapurnya mendadak kotor. Mbak Marni dilarang untuk membantu jadi hanya mengerjakan tugasnya yang lain.
"Iyalah aku bikin sendiri buat istri tercinta."
"Aku yang harusnya minta maaf, aku galak ya sama kamu?."AIr matanya mulai meleleh.
"Eiittsss, ko jadi nangis sih, itu cuma perasaan kamu aja sayang. Aku yang gak peka apa mau kamu. Kata Mama sikap kamu itu wajar katanya hormon ibu hamil emang kaya gitu."
"Tapi aku nyusahin kamu."
"Cup.."Elang mengecup pucuk kepala Putri.
"Udah jangan dibahas lagi, kamu gak nyusahin tapi kamu itu cuma rewel dan bawelnya juara."Elang mencubit hidung mancung istrinya.
"Tuh kan kamu mah ngeledek terus."
"Iya aku becanda ko sayang...."Elang merengkuh tubuh Putri dan membenamkan ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kamu jangan nangis lagi, kamu tinggal minta apapun yang kamu mau biar dedeknya sehat di dalam."
***
Mereka kembali bergelung di dalam selimut setelah selesai sarapan, hari ini Elang cuti satu hari karena ingin menemani istrinya seharian.
"Kamu gak kerja?."Putri masih menempel manja di dada milik suaminya setelah selesai berpeluh keringat memyelesaikan pekerjaan yang seharusnya mereka kerjakan tadi malam.
"Aku bolos sehari."
"Nanti Bima marah loh sayang."
"Kata siapa? Perusahaan itu milik aku gak apa-apa bolos sehari kan aku mau nemenin kamu hari ini kita ke dokter cek kandungan kamu."
Elang benar-benar mengantarkannya ke dokter kandungan di Rumah Sakit Medika, sebelumnya Elang sudah membuat janji temu terlebih dahulu biar tidak harus antri panjang. Cuma 10 menit menunggu nama Putri disebut untuk masuk ke ruang pemeriksaan.
"Silahkan bu berbaring dulu ya, kita cek dulu."Dokter Santi mulai untuk USG rahim Putri. Elang duduk santai memperhatikan istrinya dan juga perkembangan calon bayinya.
Putri kembali duduk di samping suaminya setelah dokter Santi selesai memeriksanya.
"Ibu Putri sudah hamil 4 minggu, ada keluhan yang ibu rasakan?."
"Ada dok, saya cuma merasa mual dan muntah di pagi hari dan kadang-kadang kepala saya pusing."
"Itu wajar ya bu, di kehamilan tri semester pertama kebanyakan keluhannya seperti itu nanti saya resepkan vitamin buat ibu ya, ada lagi keluhannya?."
"Istri saya semenjak hamil jadi sering marah-marah tidak jelas dok."Celoteh Elang menimpali. Dokter Santi pun ikut tersenyum.
"Tidak masalah pak, itu bagian dari hormon ibu hamil tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi terkadang hormon ibu hamil itu tidak bisa ditebak." Seperti itulah cek up pertama mereka sebagai pasangan suami istri yang was-was akan kehadiran anggota baru mereka. Sebagai calon orang tua baru tentunya mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya kelak dan sebagai kepala keluarga sekaligus calon ayah tentunya Elang ingin melakukan dan memberikan apapun yang ia punya untuk keluarga kecil mereka. Yang paling utama adalah kebahagiaan masalah materi itu bisa dicari nanti. Tanpa kebahagiaan meskipun materi melimpah hati kita akan terasa hampa.
"Kita kemana sekarang?."
__ADS_1
"Aku ingin makan, makan dan makan hehe."
"Siap bu, laksanakan!."Mobil melaju dalam kecepatan sedang meninggalkan kawasan Rumah Sakit. Selanjutnya memenuhi keinginan istri tercinta takut-takut nanti malam disuruh untuk tidur di luar lagi.