ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Bersandiwara


__ADS_3

Selamat membaca... 😘😘😘


*****


Baru satu hari yang lalu dua keluarga sudah sepakat untuk menentukan hari pernikahan, kini malah ada kabar tidak mengenakan datang dari papanya Putri. Pak Sasongko dilarikan ke Rumah Sakit setelah kedatangan Gadis yang nekat memberi tahukan tentang hubungannya dengan Elang. Pak Sasongko tidak dapat menerima kabar kebenaran hingga akhirnya jatuh collapse tidak sadarkan diri.


Putri dan Elang berlari dari lorong Rumah Sakit menuju ruang ICU, suara detak jantung terdengar menggema membuat hati Putri merasa bersalah. Tatapan mamanya Putri menyiratkan sebuah amarah, ia menatap tajam wajah Elang.. Hanya satu yang menjadi pertanyaannya..


"Kenapa Lang? Apa salah Putri?."


Tangisan mamanya Elang sudah tidak bisa tertahan lagi, ia menanti jawaban dari mulut lelaki yang berada di hadapannya.


" Ma, Bukan seperti itu masalahnya.." Tangan Putri menarik pergelangan tangan mamanya mencoba menjelaskan semua yang terjadi, tapi sepertinya sia-sia. Mamanya Putri tidak bisa menahan kesabarannya tanpa adanya sebuah penjelasan ia mengusir Elang untuk segera pergi meninggalkan Rumah Sakit.


" Lang..." Putri menahan kepergian Elang sebisanya..


" Udah.. Gue pergi dulu. Nunggu mama Lo tenang.. Ntar gue balik lagi.."


"Jangan nangis!." Tambah Elang mengusap air mata Putri dengan ibu jarinya.


Putri mengangguk.. Ia mengiklaskan Elang untuk pergi meninggalkannya saat itu.


*****


Nasi sudah menjadi bubur, semua pernyataan Gadis ditelan bulat-bulat oleh mamanya Putri. Sampai mamanya Putri memutuskan sepihak hubungan putrinya dengan putra keluarga Wira Adipati. Tidak ada yang merasa tidak dikecewakan, semuanya kecewa dengan keputusan itu. Termasuk Putri dan Elang. Bahkan Putri di asingkan sementara untuk pergi dari Jakarta.


Mamanya Putri sadar bahwa keputusannya kurang tepat. Tapi ia sangat merasa dikecewakan terlebih sampai suaminya tidak sadarkan diri, yang ia takutkan adalah kemungkinan terburuk adalah suaminya sampai meninggal dunia.


Untunglah pak Sasongko sudah sadarkan diri dari komanya. Ia terus-terusan memanggil nama Putri, istrinya mencoba berbicara pelan-pelan supaya suaminya bisa mengerti tentang keputusan yang diambil olehnya akan membawa kebaikan bagi semua orang.


Entah Elang sudah berapa kali mencoba berbicara dengan calon ibu mertuanya itu, tapi selalu saja yang ia dapatkan adalah sebuah penolakan. Bahkan mamanya Elang yang notabenenya adalah sahabat mamanya Putri pun di tolaknya mentah-mentah. Mamanya Elang tidak menggubris keputusan pemutusan hubungan sepihak hubungan putranya, karena ia tahu betul apa yang terjadi.

__ADS_1


" Jeng tolong.. Dengerin dulu penjelasanku.."


" Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, tolong pergilah dari sini." Mamanya Putri memohon dengan merapatkan kedua tanganya sebatas dada.


" Tidak.. Kita memang harus bicara. Ini semua bukan murni salah Elang. Saya tidak membela bukan karena Elang putra saya, tapi memang saya tau perempuan itu siapa? Perempuan itu mencoba menjebak Elang.. Saya berani jadi jaminannya kalo Elang sampai berbohong. Bahkan saya berani hadirkan dokter yang menangani perempuan itu.. Elang sudah ceritakan semuanya sama saya jeng. Lagian Putri juga tau hal sebenarnya seperti apa." Mamanya Elang berseloroh panjang lebar seperti takut pembicaraannya akan di sela mendadak.


Mamanya Putri terdiam lama, ia terduduk menunduk tak tahu harus berkata apa lagi. Pak Sasongko yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dari dalam, menyuruh mereka berdua untuk masuk.


" Bu Rita, maafkan istri saya. Mungkin istri saya hanya takut terjadi sesuatu pada saya. Makanya mengambil keputusan seperti itu. "


" Pah...!" Mamanya Putri mengangkat kedua alisnya.


" Udah deh mah.. Kita tidak boleh memperkeruh suasana. Lagian Putri juga tidak bermasalah. Biarkan keputusan ada di tangan Putri dan Elang. Kita orang tua sebatas mendukung. Papa tidak ada masalah dengan semua perkataan bodoh perempuan itu.. " Ujar lelaki separuh baya dengan suara terengah-engah.


" Terimakasih pak sasongko, saya kemari karena ingin mempertahankan hubungan keluarga kita. Dan karena saya yakin Elang tidak berniat seperti itu."


" Jeng Ana.. Saya harap keikhlasan hati jeng Ana untuk mempersatukan Elang dan Putri. Kasian mereka, mereka saling cinta. Masa kita tega menjauhkannya." Tatapan mamanya Elang sangat berharap banyak untuk pintu maaf yang diberikan mamanya Putri.


" Iya jeng Rita, maafin saya ya.. Saya terbawa emosi dan saya takut papanya Putri kenapa-napa. Dan saya juga tidak menerima perlakuan Elang pada Putri tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu. "


" Sudahlah jeng, sekarang kita lupain aja ya.. Kita anggap perempuan itu nggak pernah ada. Dan maaf saya mau tanya memangnya Putri sekarang dimana?."


" Mm.. Putri sekarang di Bandung, di rumah neneknya.. Di rumah orang tua saya. Nanti saya akan suruh Putri untuk segera pulang ke Jakarta."


" Nggak usah, biar Elang aja yang jemput. Lagian saya juga kesel sama si Elang, saya mau kasih pelajaran dulu sama tu anak.. Seenaknya ngambil keputusan tanpa konsul sama orang tua. Papanya Elang udah pusing mikirin hal ini pas tau kejadiannya jeng.."


Mereka tertawa bersama.. Beruntung ada salah satu dari mereka yang sadar bahwa segala sesuatu bisa diselesaikan dengan cara berkomunikasi.


*****


Elang sudah tidak sabar mendengar kabar yang dibawa mamanya. Ia terus mondar mandir sedari tadi, ponselnya tak pernah ia lepas. Hanya kabar dari mamanyalah jalan satu-satunya dimana ia bisa menemukan Putri. Sejak kepergian Putri sejak itulah ponselnya ikutan tidak bisa dihubungi, bak ditelan bumi. Pekerjaanya ikutan semraut, sudah empat hari Elang tak menampakan diri di kantornya, untunglah selalu ada sahabat setia menghandle semua urusannya, untuk urusan pekerjaan Romi dan Bima sangat bisa diandalkan.

__ADS_1


" Ma... Gimana?." Rona bahagia terlihat di pelupuk mata Elang.


Mamanya menggeleng, padahal mamanya hanya sedikit bersandiwara untuk mengerjai putra kesayangannya. Ingin melihat sejauh mana Elang menggilai Putri yang diidamkannya sedari dulu. Mamanya Elang ingat bagaimana Elang dulu merengek padanya seperti anak kecil, memintanya untuk melamar putri cantik dari keluarga Sasongko.. Anak sahabat baik mamanya. Sekarang mamanya Elang tersenyum jahil, bagaimana ia akan tega mengerjai putra lelakinya.


" Maksud mama apa?."


" Mamanya Putri tetap tidak mau nerima.. Gimana lagi."


" Terus mama diem aja gitu?."


" Ya mau gimana lagi..Mama gak bisa berbuat banyak. Lagian Papanya Putri juga udah siuman, tetep gak terima.. Mama juga nggak dikasih tau Putri dimana."


Elang terkulai lesu.. Bukan itu yang ingin ia dengar.. Bukan..


Putri Kembali..


Hanya itu harapannya..


Menyedihkan..


Itulah Elang yang sekarang..


Akting mamanya sangat bagus, bahkan kalau mamanya aktris bisa-bisa dapat piala citra.. Hehe..


*****


Maaf ganks.. Lama gak update, abis pergi ketempat yang emang susah signal.. Kedepanyya diusahain up tiap hari ya..


Jangan lupa minta bantuannya.. Kasih komen, like dan votenya ya.. Thanks..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2