
Haii Ganks... Selamat membaca ya.. Semoga suka 💋💋💋
"Pake..!."
Wajah Elang menahan kesal pada Gadis yang mencoba merayunya setelah Gadis membuka semua pakaiannya dan bertelanjang di hadapan Elang, merayunya di balik kamar gelap sebuah apartemen milik Gadis.
" Lang.. Kenapa kamu masih bersikap dingin sama aku?." Gadis memakai kembali pakaian yang Elang pungut di lantai..
" Aku gak mau sampai kita berbuat hal seperti itu Dis.. Aku gak siap.."
"Apa karena Putri?."
" Bukannya kamu selalu menginginkan hal ini dari setiap perempuan? Bukannya Putri juga melakukan hal yang sama seperti ini.. Menggodamu.. ?."
" Cukup Dis.. Cukup.. Jangan memandang rendah Putri seperti itu.. Kalaupun aku dan Putri melakukannya, itu karena aku yang mau.."
Elang sudah berada di batas kesabarannya, ia beranjak pergi meninggalkan Gadis yang tertunduk menangis di dalam kamar..
Mobil mewah yang dikemudikan Elang melaju dan terparkir di depan rumah Susan.. Sebelumnya memang Elang mendatangi ruangan Susan untuk yang kedua kalinya, ia sangsi dengan jawaban Susan bahwa tak tahu menahu tentang keberadaan Putri. Dan berhasil Susan mau mengakui kesalahannya pada Elang.. Bukan Elang namanya kalau ia tidak menggunakan ancaman supaya Susan mau mengakui dimana Putri berada.
Tangan Putri di genggam erat oleh Elang, ia bersedia menemui Elang karena merasa tidak enak dengan orang tua Susan. Lelaki itu sudah tiga hari hilang dari hidupnya.. Ada seberkas rindu dari mata Putri yang tertahan, aroma tubuh Elang yang maskulin membuatnya sangat ingin menghambur memeluknya, ia tahan sekeras karang. Yang harus ia lakukan adalah tetap pada pendiriannya.. Putri tak boleh kalah.. Ia harus bisa mengalahkan perasaannya sendiri..
"Lo.. Pasti tau gue disini dari Susan kan?."
Elang mengangguk.. Ia hanya terus memandan wajah cantik Putri yang tak ingin ia lewatkan.
"Kenapa gak pulang dulu.. Ganti pakean kek.. "
" Buru-buru.. Gue pengen ketemu Lo..."Suara Elang terdengar serak.. Mungkin selama tiga hari ini ia terus marah-marah dan banyak mengumpat..
Dasar cowok pemarah..
Putri menarik tangan Elang yang dilihatnya ada luka bekas tinjuannya di dinding apartemen.. Lukanya sudah sedikit akan mengering.. Cukup perih sih..
"Ini kenapa.. Ko bisa kaya gini.. Lo abis mukul apa?."
" Ini abis latian .. Biasalah luka dikit wajar.."
Tahu kalau Elang berkilah Putri melepaskannya lagi..
" Makanya jadi orang jangan suka marah-marah.."
Hening...
Suasananya tiba-tiba hening..
"Gimana keadaan Gadis sekarang?."
Raut muka Elang tiba-tiba berubah.. Ia tidak suka Putri mengungkit nama Gadis ketika sedang bersamanya..
" Please.. Jangan sebut namanya ya.."Elang mengiba..
__ADS_1
"Loh.. Ko jangan.. Dia kan pacar Lo.."
" Gue dateng kesini mau jemput Lo.. Bukan mau bahas masalah Gadis.."
" Cepetan bawa kopernya.. Terus pamitan sana!!."
Putri masih diam di tempat tak beranjak sedikitpun..
"Lang.. Jangan ngatur-ngatur lagi.. Gue bukan siapa-siapa Lo.. Gue mau nurutin Lo soal keluarga kita, tapi gue mau tinggal dimana itu terserah gue.."
Putri terdiam.. Ia kehilangan kalimatnya..
"Gue mohon ma Lo.. Ikut pulang. Gue dapat kabar papa Lo masuk Rumah Sakit, ponsel Lo gak aktif. Mama Lo terus nelponin Lo.. "
Elang tahu Putri adalah seorang wanita lembut yang peduli dengan perasaan orang lain atau kata lainnya mementingkan perasaan orang lain di atas perasaannya sendiri..
Bodoh..
" Beneran papa sakit.. Kenapa?."
" Kata mama Lo.. Jantungnya kambuh.."
Putri tak bisa menahan tangisnya lebih lama.. Ia memutuskan untuk ikut Elang menjenguk papanya di Rumah sakit, tentunya ikut pulang kembali ke apartemennya.
Setelah basa-basi pada Susan dan orang tuanya Putri dan Elang segera melaju ke tempat yang di tuju..
" Putri..." Senyum merekah dari bibir papanya Putri yang tergolek di pembaringan ruang rawat inap.. Senang karena akhirnya putri kesayangannya datang.
" Maaf pa.. Ponsel putri rusak.. Jadi selama beberapa hari ini gak aktif.."
" Kan bisa beli lagi Put.. Untung aja mama nelpon Elang.." Mama Putri ikut menimpali obrolan ayah dan anak itu.
"Iya.. Iya Putri salah.. Maafin Putri ya pa.. Papa kenapa ko bisa di rawat?."
"Papa cuma kangen aja sama kamu ko.. Udah lama enggak pulang ke rumah.. "
" Iya nanti Putri lebih sering pulang ke rumah. Akhir-akhir ini banyak kerjaan jadi Putri enggak bisa kemana-mana.. Ya kan.." Mata Putri tertuju pada Elang seolah ingin lelaki itu mengisyaratkan kebenaran yang Putri katakan.
"Iya Om.. Banyak kerjaan akhir-akhir ini. "
" Om percaya ko.."
*****
"Lo liat kan.. Papa Lo.. Kondisinya kaya gimana kalo sampe tau hubungan kita.."
" Iya gue tau..."
"Put..." Tangan Elang meraih wajah Putri agar mendekat padanya, sebuah ciuman hangat ia berikan pada wanita cantik itu.. Memainkannya sebentar.. Seperti terhipnotis Putri mengikuti alur permainan lelaki itu di bibirnya..
" Gue kangen..." Desah Elang kemudian... Mereka berdua tak bisa menahan gejolak nafsu yang sudah terpendam semenjak kejadian di sore hari.
__ADS_1
Masih Di parkiran Rumah Sakit mobil Elang terpakir.. Ciuman hangat itu berubah jadi panas, sejurus kemudian Putri menghentikan permainan Elang padanya..
" Stop Lang.. Kita gak bisa.."
" Kenapa?." Elang membersihkan sisa ciumannya yang basah di ujung bibir Putri.
" Gue gak mau nyakitin orang lain.."
Elang tahu maksud perkataan Putri.. Lantas ia segera menyalakan mobilnya untuk segera kembali pulang..
" Ini berantakan begini.. Lang kenapa.. Abis krampokan?."
Putri terheran-heran mendapati apartemen Elang yang berantakan setelah kepergian Putri tiga hari yang lalu.
"Terus ini apa?." Noda merah tua yang sudah mengering di dinding tembok ruang tengah dekat sakelar masih tersisa.
" Jangan bilang ini karena tangan Lo itu.."
Elang mengangguk..
" Gue bingung nyari Lo harus kemana lagi.."
" Lang .. Lo ancurin semua barang gada manfaatnya.. Lo malah nambah kerjaan gue aja tau.." Putri menggerutu kesal..
" Bentar-bentar.. Jadi Lo gak khawatir sama luka gue? Lo lebih khawatir soal beresin bekas ini semua.."
" Iya.."
Elang mendengus kesal..
"Dasar Lo Put.. Kirain Lo khawatir ma gue.."
Putri tertawa melihat ekspresi Elang saat itu.. Pemandangan yang langka bagi Elang bisa melihat keceriaan lagi di wajah Putri yang hampir tidak didapatkannya akhir-akhir ini.
Keesokan Harinya...
Elang menyentakan selimutnya saat Putri menarik membangunkan Elang dari posisi tidur tengkurapnya..
" Put.. Ngapain sih.."
" Bangun.. Ini udah pagi. Lo gak berangkat ngantor?."
" Ntar aja deh.. Gue masih ngantuk.. Akhir-akhir ini gue gak bisa tidur nyenyak." Elang menarik lagi selimutnya sampai menutupi wajahnya.
" Ya udah gue kasih waktu 10 menit abis itu Lo langsung mandi.. Gue buatin sarapan buat Lo.."
"Hmmm.."
Pesona Putri memang tak bisa ia tolak bahkan perintahnya pun bagaikan titah raja bagi Elang.. Wajib untuk ia laksanakan..
Terimakasih bagi yang sudah membaca..
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤