
Elang terpaksa menuruti kemauan Putri untuk meninggalkannya sendirian di hotel dan bersikeras menolak ajakan pulang kembali ke apartemen. Dalam benaknya Elang berpikir bahwa istrinya itu lebih memilih ditemani Mike. Tapi kenyataannya selesai Elang pergi, Mike juga pergi dan menuju ke Rumah Sakit mendapati kabar ibunya telah siuman.
Elang baru sadar saat mencari-cari dompetnya di dalam mobil bahkan seluruh tempat di dalam apartemen pun sudah ia geledah tetap saja dompet hitamnya tidak ada. Ia mengingat-ingat terakhir ketika pergi dengan teman-temannya untuk minum masih ada di dalam saku celananya karena ia yang membayar semua tagihan saat itu. Tak salah pikirannya tertuju pada kamar di hotel pada malam itu bersama Sonya.
" Sial... Pasti di sana!." Pekiknya kesal mengedarkan pandangan ke semua penjuru di dalam apartemennya. Ia ingat kalau Putri mau diajak berdamai setelah mendengarkan penjelasan Sonya. Lebih sialnya ia tidak menyimpan sama sekali nomor wanita itu di ponselnya.
" Bagaimana caranya benar-benar bodoh!." Kesalnya lagi.
Sementara di dalam hotel Putri menggenggam erat bunga lily putih yang diberikan Elang padanya. Sebenarnya ia juga berharap kalau hubungan rumah tangganya baik-baik saja. Mengingat kalau perlakuan Elang padanya sangat baik terlepas dari semua perbuatan yang menyakitinya dahulu.
*****
Pagi-pagi Putri mendapatkan kabar dari mama Rita untuk menemaninya ke kantor Elang. Padahal ia sama sekali tidak ingin kemana-mana, hanya ingin diam menghanyutkan dirinya dalam kesedihan tidak jelas.
Dengan rasa terpaksa karena walau bagaimanapun mama Rita adalah mertuanya sendiri dan tidak ingin jika permasalahan yang menimpa rumah tangga mereka sampai terendus keluarga besarnya. Setelah mengiyakan ajakan mama Rita, sebelumnya Putri telah memesan beberapa pakaian formal untuk ke kantor dan beberapa pakaian ganti serta pakaian tidur lewat pesanan online yang telah sampai satu jam lebih cepat dari perkiraannya.
" Makasih mas.." Ucap Putri pada kurir ekspedisi saat mengantarkan pesanannya dengan diantar oleh staff hotel milik Mike itu.
Tanpa menunggu lama selesai berdandan rapi Putri sengaja meminta mama Rita menjemputnya di apotek depan apartemen tempat tinggalnya dan Elang agar mama Rita tidak curiga beralasan selesai membeli vitamin.
" Kamu tidak sakit kan Put?." Tanya mama Rita cemas.
" Nggak ko ma.. Cuma beli vitamin aja tadi Elang minta dibeliin vitamin."
" Kirain... Pak jalan ya ke kantornya Elang." Perintah Mama Rita pada sopir keluarganya.
Sampai di perusahaan SG mama Rita dan Putri segera menuju ke ruangan Elang dengan menaiki lift.
Lift berdenting halus saat keduanya telah sampai. Mama Rita dan Putri di sambut hangat oleh beberapa karyawan di sana, mama Rita sebagai ibu dari CEO mereka dan Putri sebagai istri CEO sekaligus mantan karyawan di perusahaan itu.
__ADS_1
Bima menyapa ramah mama Rita dan juga Putri lalu membukakan pintu dengan segera, sementara posisi sekretaris masih kosong.
" Ma.. Putri." Tiba-tiba wajah Elang berubah pucat melihat kedatangan dua wanita yang disayanginya datang bersamaan.
" Pantes aja Putri beliin kamu vitamin, wajah kamu pucat gitu, kamu kecapean kayaknya Lang." Mama Rita tampak khawatir memperhatikan wajah puteranya.
Putri hanya tersenyum tipis mendengar penuturan mama mertuanya.
" Mama tumben dateng ada apa?." Tanya Elang penuh selidik berharap Putri tidak mengadukan masalah mereka.
" Put.. Duduk sini." Pinta mama Rita melihat Putri sedikit kikuk pada suaminya. Mama Rita menyandarkan tubuhnya di sofa.
" Mama itu kesini karena lusa itu ponakan mama, Fia akan menikah dan kalian diwajibkan datang. Jadi mama pengen kita sekeluarga kumpul besok malem. Kita akan ke Bogor sama-sama." Ucap mama Rita ceria, momen kumpul keluarga seperti ini sangat ditunggu-tunggu oleh mama Rita maupun Elang.
" Fia nikah... Oke kita akan berangkan besok ya kan Put?." Putri terpaksa mengiyakan dari pada mama Rita tahu.
Ketika sedang asik mengobrol pintu ruangan itu terbuka walaupun Bima sempat melarangnya tapi Sonya bersikeras untuk masuk.
" Kamu mau apa?." Tanya Elang gugup, tidak tahu kenapa kedatangannya malah di saat yang tidak tepat.
" Siapa dia?." Tanya mama Rita mengerutkan keningnya.
" Oh.. Karena dia ada di sini kenapa tidak sekarang saja minta penjelasannya agar masalah kita bisa cepat selesai." Pinta Putri menatap tajam Elang. Elang pasrah jika padaa akhirnya mamanya tahu permasalahan yang tengah dihadapi keduanya kini.
Elang mengangguk pelan menuruti perintah istrinya.
" Kamu sudah janji padaku untuk menjelaskan kejadian itu pada istriku. Sekarang kamu jelaskan!."
Sonya tersenyum licik mendengar penuturan Elang, ia seakan menyimpan rencana lain di otaknya.
__ADS_1
" Oh iya.. Aku kesini salah satunya memang mau menjelaskan masalah tempo hari. Jadi apa yang mau kamu tanyakan terlebih dulu?." Tanya Sonya pada Putri.
" Apa yang kamu lakukan dengan suamiku di kamar hotel waktu itu?."Nada bicara Putri terdengar tidak sabaran.
" Kamar hotel apa ini?." Mama Rita ikut menimpali tapi ditahan oleh Elang.
" Kita sama-sama wanita dewasa, pikirmu apa yang laki-laki dan wanita lakukan tanpa pakaian dan tidur dalam satu ranjang semalaman kalau bukan bercinta." Ucap Sonya mencoba memutar balikan fakta agar bisa merusak hubungan Elang hancur.
Putri mendongak kesal dan beringsut dari tempat duduknya meraih tangan Sonya dan menjambak rambut Sonya penuh kekuatan seperti apa yang ada dalam pikirannnya tadi. Sontak mama Rita dan Elang memisahkan mereka berdua.
" Apa yang kamu bicarakan? Kamu waktu itu setuju untuk menjelaskan semuanya kenapa sekarang berubah?."
" Dengarkan apa kata suamimu, waktu itu dia mengancamku untuk berbohong padaku ketika kamu memergoki kami selesai bersenang-senang." Tawa Sonya membahana memenuhi ruangan. Membuat mama Rita bereaksi.
" Walaupun saya tidak tahu ceritanya seperti apa tapi saya pastikan anak saya tidak mungkin melakukan hal semacam itu. Itu hanya fitnah dan akal-akalanmu saja.. Dasar wanita hina." Umpat mama Rita penuh kekesalan.
" Kalau anda tidak percaya saya menghabiskan waktu semalaman dengan dia silahkan tanya pada pihak hotel dan juga istrinya, istrinya memergoki kita berdua dalam satu ranjang loh tante." Mama Rita begidik jijik mendengar penuturan Sonya membuat bulu kuduknya merinding.
" Benar itu Putri?."
Putri mengangguk lemah disertai tangisannya yang sudah tidak tertahan lagi.
" Oh.. Tuhan apalagi ini. Elang apa yang kamu perbuat hah?."
" Ini tidak seperti yang mama pikirkan.. aku dijebak ma.. Sumpah!."
" Maaf ya.. Aku datang disaat tidak tepat. Sayang aku kemari sekalian mau ngembaliin dompet kamu yang ketinggalan di hotel." Ucap Sonya licik menyimpan dompet Elang ke dalam telapak tangan lelaki itu.
Entah apa kini yang dipikirkan Putri dan mamanya setelah kepergian Sonya dari hadapan mereka.
__ADS_1
***
Dukung author ya.. Tambahin komen,like dan votenya.. Makasih.