ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R# Gerry Selingkuh


__ADS_3

" Lo napa.. Ko nangis Put?."


Putri tak menjawab pertanyaan Elang, Putri menangis hanya sesenggukan, tak sadar Putri memeluk Elang untuk melampiaskan sesak di dadanya.


" Lo bilang dong ada apa?.."


" Gerry Lang.. Gerry.."


" Ya Gerry kenapa?."


" Gerry selingkuh..." Tangis Putri semakin menjadi.


"Gue liat Gerry Lang.. Gue liat Gerry... lagi .. lagi.." Putri tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


" Jangan bilang Lo liat Gerry lagi ML sama cewek lain?." Tanya Elang dengan sorot mata yang tajam.


" Iyaa...."


" Kurang ajar..."


Tak lama Gerry menyusul Putri yang hanya mengenakan celana jeans tanpa baju berlari ke arah parkiran apartemennya.


" Put.. Dengerin aku dulu.. Apa yang kamu liat tadi gak seperti dugaanmu.."


Putri berlindung dibalik punggung Elang yang bidang.. Penuh dengan rasa jijik melihat Gerry dihadapannya.


" Gerr.. Lo brengsek ya.. Jelas-jelas Putri liat Lo lagi ML sama cewek lain. Malah bisa-bisanya bela diri.." Elang yang juga tersulut emosi dengan perbuatan yang dilakukan oleh temannya itu.


" Apa bedanya gue sama Lo Lang.. Kita sama-sama brengsek. Mana ada temen makan temen.. Disini yang seharusnya marah itu gue.. Gue yang kalian sakitin.. Kalian tunangan tanpa ngertiin perasaan gue.."


"Gue sama Lo beda brengsek..." Seketika Elang mendaratkan sebuah pukulan tepat di wajah Gerry. Gerry yang tidak mau kalah dengan perlakuan Elang balik membalas dengan meninju wajah Elang. Alhasil Elang sempat sedikit oleng tapi tak lama kemudian supir pribadi Elang melerai perkelahian dua lelaki itu.


Putri dan Elang memang membenarkan semua yang dikatakan oleh Gerry tapi fatalnya hubungan mereka tidaklah seintim yang dilakukan Gerry.


" Udah.. Lo masuk.. Kita Pulang."


Putri menuruti perkataan Elang, diikuti Elang masuk ke dalam mobilnya dengan menahan pipinya yang sedikit lebam akibat pukulan Gerry.


" Pak.. Kita ke apartemen ya..."


" Baik tuan.."


Mobil melaju ke sebuah apartemen pribadi milik Elang. Apartemen yang terbilang sangat mewah dengan semua fasilitas yang tersedia.


" Lo boleh istirahat disini.. Dari pada pulang nanti ortu Lo curiga lagi.." Putri tak punya pilihan lain selain menyetujui semua yang dikatakan Elang.


" Makasih Lang..."


"Mendingan Lo sekarang bersih-bersih dulu.. Biar enakan.."


" Hmm.."


"Put.. gue gak punya baju cewek. Lo bisa pake kemeja gue aja ya.." Elang berteriak sambil meletakan kemeha putih miliknya di kamar.


"Taro aja di kasur.."Sahut Putri dari dalam kamar mandi.


Selesai bersih-bersih Putri menemui Elang di ruang santai..


" Waw... Dia cantik sekali.. "

__ADS_1


Elang mengagumi kecantikan Putri yang hanya mengenakan kemeja putih berlengan panjang miliknya itu. Kemeja panjang yang terlihat sedikit kebesaran dengan panjang di atas paha.


Putri tampak tidak terlalu nyaman dengan pakaian yang dikenakannya itu. Tapi tidak ada pilihan lain dari pada tanpa pakaian di depan Elang.. Pikirnya.


" Gimana Lo udah agak baikan sekarang?."


" Masih nyesek sih.. Dari kapan Lo tahu Gerry seperti itu??."


" Kenapa Lo nanya gue?."Elang merasa serba salah.


" Lo kan temennya.."


"Sebenernya gue tau kalo Gerry sering maen perempuan.. Tapi gue beneran gak tau kalo dia sampe hubungan kaya gitu.. Beneran.."


" Kenapa Lo gak ngomomg ma gue.."


" Put.. Kita sama-sama cowok.. Masa iya mulut gue ember kaya cewek.."


Kembali air mata Putri menetes di pipinya.. Elang paling tidak tahan kalau melihat wanita yang menangis dihadapannya.


Putri hampir lupa kalau wajah Elang sedikit lebam karena pukulan Gerry tadi..


" Lang.. Gue lupa.. Sini mana liat yang tadi luka." Putri berdiri lalu mendekati Elang. Melihat wajah Elang bahkan menyentuh bagian yang terkena pukulan tadi.


" Gak papa ko.. Cuma luka ringan aja.."


" Gak papa gimana.. Memar gitu. "


"Udah gue bersiin ko tadi... "


Putri termenung cukup lama didekat Elang..


*****


Elang melihat Putri masih tertidur cukup pulas dikamarnya.. Dia memutuskan untuk menemani Putri di apartemen miliknya, kalaupun Elang masuk kantor pasti akan jadi perbincangan hangat melihat wajah Elang yang masih menyisakan sedikit lebam cukup jelas.


" Rom.. Gue gak masuk kantor hari ini.. Putri sakit. Lo bilangin sama Bima.. Tadi gue nelponin dia tapi gak nyambung terus.. Bilangin sama Bima buat handle semua urusan hari ini.." Elang memghubungi Romi via telepon.


" Oke.. bisa di atur.."


" Lang.. Kamu gak berangkat?.


Elang menoleh ke arah Putri yang sudah berdiri dibelakangnya..


" Gak.. Gue temenin Lo disini.."


" Ya udah lagian luka Lo masih keliatan.."


" Eh Lo mau sarapan?."


Putri mengangguk.. Perutnya sudah mulai keroncongan.


" Delivery aja ya.. "


" Boleh... Eh.. Tapi kalo dari sini ke supermarket deket gak?."


" Gak.. Deket ko.. Tinggal ke kiri aja nyebrang.. "


" Ya udah pesen sarapan lewat g*** aja beli bahan makanan sekalian buat nanti siang biar gue masakin sekalian.."

__ADS_1


Elang segera memesan sarapan dan beberapa bahan masakan untuk siang nanti.


Kurang dari 30 menit pesanan telah sampai.


"350ribu mbak... " Seorang ojol menyodorkan struk pembelian pesanan Putri.


" Nih.. Makasih ya.."Putri menyerahkan 4 lembar seratus ribuan.


"Ini kebanyakan mbak.."


" Ga papa.. Ambil aja ya mas kembaliannya.."


" Makasih ya mbak..."


Sejurus kemudian Putri memanggil Elang untuk sarapan bersama..


"Siapa barusan yang telpon?." Tanya Putri


" Mama.. Nanyain Lo sama gue gak .."


" Trus?"


" Ya gue bilang Lo lagi sama gue.. Gue bilang kita masih di Bogor.."


"Mmm...."


Sebenarnya Elang sudah mulai sedikit perhatian sama Putri, dimulai saat Putri memeluk Elang pas kejadian Gerry ketahuan selingkuh. Rasa ingin melindungi muncul secara spontan terhadap gadis cantik itu..


" Gue ko ngerasa nyaman sama Putri.. Dia gak keliatan down pasca tau Gerry ML sama cewek lain. Ada apa sih dibalik sifat Lo Put..."


Diam-diam Elang mengamati Putri yang tengah menyantap nasi uduk pesanannya tadi.


" Ada apa sih sama gue.. Ko malah mikirin ni cewek.."


" Gak makan??" Tanya Putri.


"Tanggung abis ini..." Elang membuang abu rokok yang sudah panjang ke dalam asbak.


Biasanya Putri tidak akan suka kalau ada orang yang merokok di dekatnya, tapi kali ini Putri melihat Elang terlihat lebih laki dengan rokok ditangannya.


"Put.."


"Hmm...."


" Lo mau gak tinggal di sini?."


Tiba-tiba Elang menawari Putri untuk tinggal di apartemennya.


" Di sini dimana?." Kening Putri terlihat mengernyit.


" Di sini.. Di apartemen ini.."


Putri tertegun..


" Mama kayanya gak bakalan ngizinin deh.."


" Tinggal bilang gue yang nyuruh Lo.. Pasti diizinin, alesannya lebih deket aja ke kantor.."


" Bener juga ya apa yang dikatakan Elang, lebih deket ke kantor. Tapi napa gue mau tinggal di sini.."

__ADS_1


__ADS_2