
" Minta kamar yang biasa.. " Elang memberikan kartu hotelnya pada salah satu perempuan di bagian personalia hotel bintang 5 di Bandung itu.
Perempuan itu tersenyum ramah lalu mengambil kartu yang disodorkan Elang padanya.
"Silahkan pa.. Kamar Presidential Suite anda sudah disiapkan.. "
Elang menggandeng tangan Putri ketika berjalan di sepanjang lorong menuju ke kamar hotel.. Takut kalau Putri akan berusaha lari dan menjauhinya.
"Kenapa harus pesen kamar mahal kaya gini sih.. Kan gue udah ada kamar Lang.. Sayang Loh cuman semalem.." Putri menunjukan protesnya.
" Udah.. Anggap aja ini liburan kita.."
" Liburan kita?."Tanya Putri heran.
" Udah deh Put.. Gue dateng ke Bandung bukan mau ngajak Lo ribut.. Gue mau baikan sama Lo.."
Elang menarik paksa tangan Putri ke sofa.
Putri duduk di atas pangkuan Elang. Merasa tak nyaman dengan perlakuan Elang, Putri mencoba untuk melepaskan diri dari kungkungan tangan Elang yang melingkar memeluknya.
"Put.. Gue ngaku salah.. Gue kekanak-kanakan.. Gue mau kita kaya dulu lagi.. Jangan ada jarak lagi..." Elang menunjukan sikap serius dengan tatapan tajam.
" Gue gak suka liat Lo tadi makan malem di jamuan sama Ramma kaya yang udah akrab banget.."
"Gue kan cuma bersikap baik aja.. Takutnya ngaruh ke perusahaan."
"Ya tapi gak gitu juga.. Pokonya gue gak suka..!!"Tegas Elang.
" Kenapa sih.. Lo aneh banget.."
" Karena gue cinta sama Lo.. Gue mau kita jalin hubungan pertunangan kita dengan serius." Elang menatap Putri dengan penuh arti.
"Lupain kesepakatan kita, gue gak mau hubungan kita karena kesepakatan. Tapi gue mau hubungan kita di dasari atas landasan cinta."Elang mencoba meyakinkan Putri dengan kata-katanya.
" Kenapa gue harus serius ma Lo.. Dari mana Lo tau gue suka ma Lo?." Putri tetap acuh.
"Gue tau Put.. Lo gak bisa boong. Setelah Lo putus sama Gerry Lo udah mulai nunjukin rasa cemburu Lo ke gue.. Gue tau itu.."
" Gue beneran sayang ma Lo.. Mungkin awalnya gue emang gada rasa ma Lo, tapi makin kesini rasa gue mulai tumbuh Put.. Gue bener-bener pengen Lo jadi istri gue.."
Putri tak mampu untuk berkata apa-apa hatinya tidak bisa menolak.. Elang mengecup bibir Putri, bahkan kecupan itu berubah menjadi ciuman hangat, kemudian Elang ******* bibir Putri tak bersisa sampai ke rongga-rongga mulutnya tak terkecuali.. Berhenti sejenak, Elang menatap Putri dengan nanar.
Tangan Elang menyusuri leher Putri dengan lembut. Ia menjilat setiap mili tubuh Putri tanpa terkecuali, dalam keadaan seperti itu tentunya Putri merintih nikmat. Elang menanggalkan pakaiannya satu persatu, membongkar gairah yang telah lama terpendam.
Buaian demi buaian membuat Putri lupa diri. Sama-sama telah dewasa mereka berdua terlena dalam buaian asmara yang memabukan.
__ADS_1
"Gue kangen..."Bisik Elang sambil menjilati wajah Putri penuh nafsu.
"Gue kangen saat Lo jauhin gue, saat Lo bersikap seolah-olah gue gada. Gue sadar kalo gue bener butuhin Lo.."
" Maaf.." Hanya kata itu yang terucap dari bibir mungil Putri.
"Kita pindah ke kasur ya.. " Elang menggendong tubuh Putri ke atas kasur kamar hotel itu.
Elang melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, melanjutkan belaian demi belaian pada tubuh perempuan yang tengah berbaring itu. Putri menahan tangan Elang yang akan menyentuh bagian paling sensitifnya.
" Pelan.. Gue baru pertama.."Putri seolah ketakutan.. Hal yang paling berharga dalam hidupnya akan ia serahkan pada Elang.
" Tenang aja.. Bakalan pelan ko.." Mata Elang sudah terlihat sedikit memerah..
"Aah...Sakit.."Putri meringis
"Pelan.."
"Iya ini pelan..."
Keperkasaan Elang kini terbuktikan di depan perempuan yang sedang bercinta dengannya. Erangan menggoda keduanya di akhiri oleh lenguhan panjang dengan sisa-sisa nafas yang terengah-engah, bulir keringat membasahi tubuh keduanya..
"Sakit gak?." Tanya Elang di akhir permainan panas mereka.
" Gak papa.. Gak lama ko.. Semalem juga bakalan ilang sakitnya.."
" Lang... " Putri tidur dengan kepala menyender di dada Elang.
" Kenapa?."
" Takut... "
"Takut kenapa?." Tangan Elang membelai lembut rambut Putri
"Gue takut Lo tinggalin.." Mata Putri menggenang.
Elang mendongakan wajah Putri ke arahnya.
" Gue kan udah bilang sama Lo.. Kalo Lo mau gue serius sama Lo, gue bakalan setia. Gue udah bertanya hal itu berulang-ulang.."Sorot mata Elang terlihat menakutkan.
" Tapi cewek-cewek Lo.."
" Put.. gue gak pernah serius sama mereka.. Lo tau semenjak Lo jauhin gue, gue hampir gila tau.. gue udah putusin cewek yang deket sama gue.
" Dan Lo gak usah takut lagi.. Toh gue udah tunangan ama Lo.. Bentar lagi kita nikah..Gue janji gue bakalan setia sama Lo.."Elang mengecup kening Putri dengan penuh perasaan kasih sayang.
__ADS_1
Elang berdiri keluar dari selimut.. tidak tertutupi sehelai kainpun, sehingga terlihat jelas semua bagian tubuhnya oleh Putri. Lalu menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya.. Sementara Putri tiduran di kasur dengan memiringkan tubuhnya menghadap Elang.
"Put.. Kita pulangnya besok sore aja ya.."
" Loh.. Bukannya besok pagi harus masuk kerja.."
" Biarin ajalah.. Masih pengen terus sama Lo.."
Elang tersenyum nakal..
"Udah ah.. Mau tidur cape.."Penyakit jutek Putri mulai kumat lagi.
Sementara Elang menghisap rokok mentolnya saat itu... Dua sampai tiga batang. Setelah itu menghampiri Putri dan tidur disebelahnya.
*****
Putri terbangun pagi itu dan mendapati Elang tertidur dengan memeluknya, hampir tidak bisa bergerak.. Baru kali pertama dalam hidupnya melakukan tindakan pra nikah.. Memang bukan tindakan terpuji tapi dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari godaan. Hati kecilnya bicara kalau Putri bangga bisa melakukan sesuatu dengan seseorang yang benar-benar ia cintai tanpa paksaan sedikitpun.
Elang mulai bergerak.. Tangannya sedikit demi sedikit disingkirkan dari tubuh Putri. Melihat Putri yang sudah terbangun disampingnya tak lepas membuat Elang beranjak dari tempat tidur.. Malah kembali memeluk hangat tubuh Putri dan menghadiahi Putri dengan penuh kasih sayang.
"Lang.. Geli.."
"Sekali lagi ya.. Please..!!."
Senyuman nakal Putri pertanda ia mengizinkan Elang untuk mengulang perbuatannya seperti semalam. Lelaki yang kini bersamanya menjadi lelaki pertama dan semoga yang terakhir yang akan bersamanya sampai menua.. Pikir Putri kala itu.
******
Perjalanan pulang ke Jakarta
" Gimana kalo kita mulai rencanain ke jenjang selanjutnya...?." Tanya Elang memulai pembicaraan.
" Maksud Lo pernikahan?."
" Hmm..."
"Asal Lo gak main-main gue mau.."
"Pernyataan cinta gue semalem apa kurang meyakinkan?."Elang menggoda Putri.
" Apa sih ah.." Pipi Putri berubah kemerahan.. Mengingat kejadian manis mereka berdua.
" Lang.. Gue minggu depan mulai masuk kuliah.."
" Kuliah apa?." Elang menoleh ke arah Putri yang ada di sebelahnya.. kepalanya ia tengokan lagi saat Putri belum menjawab pertanyaannya barusan. Konsentrasinya harus ia bagi dengan fokus menyetir.
__ADS_1