ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R# Hampir Telat


__ADS_3

"Drt.. Drt... " Ponsel Putri bergetar tak kala ia sedang berada di kantor.


"Hallo ma.."


" Put.. Kamu lagi kerja ya.."


" Iya.. Kenapa ma.. Tumben telpon."


" Mama mau bilang kalo nanti malem kita sekeluarga akan makan malem bareng keluarga Elang. Kamu bilangin ke Elang, soalnya tadi mamanya Elang bilang ponselnya enggak bisa di hubungin terus. Elang ada kan di kantor?."


" Ada ma.. Nanti Putri bilangin.."


" Ya udah kalo gitu ya sayang ketemu nanti malem ya.."


Putri mencoba menghubungi Ponsel Elang tapi seperti apa yang dikatakan mamanya tadi, ponsel Elang tetap tidak bisa di hubungi. Putri memutuskan untuk mendatangi ruangan Elang walaupun akan ada perlakuan sinis dari Mona, sekretarisnya Elang.


"Apa kan gue bilang.. Elang gak ada di sini. Gak percaya sih Lo.."Mona berdiri di bibir pintu saat Putri masuk ke ruangan Elang dan memeriksa seluruh ruangannya.


Tanpa menghiraukan perkataan Mona, Putri melengos kembali ke ruangannya.


"Kemana sih Elang ko tumben dia gak bilang. Gimana nanti kalo sampe malem gak bisa di telponin."


Hati Putri gusar bagaimana tidak saat itu waktu sudah menunjukan jam 5 sore, waktunya jam pulang kerja.


Jalanan yang macet saat pulang kerja sangat membuat semua orang harus berjibaku berlomba-lomba agar cepat sampai di tempat tujuan masing-masing. Hanya perlu 30 menit kurang Putri sudah sampai di apartemen.


Ketika sudah masuk Putri mencoba kembali menghubungi Elang. Nihil hasilnya tetap sama.


Putri Segera bersiap-siap dan berdandan memakai gaun malam yang terlihat simple.


Saat diperjalanan menuju ke tempat makan malam Putri menyempatkan untuk menghubungi Elang..


"Tut...."


" Akhirnya tersambung.."Gumam Putri dalam hati.


"Put..." Suara Elang terdengar di ujung telepon.


" Lo dimana sih Lang??" Tanya Putri gusar.


"Gue ada urusan .. Kenapa?."


"Lo udah terima pesan dari mama Lo.. "


" Pesan apa? Bentar gue baca dulu.."


"Oh iya gue baru baca.. Ponsel gue lowbat. Nanti gue usahain dateng ya.."


" Lang cepetan dong..." Terdengar suara seorang perempuan sedang bersama dengan Elang.


" Oh Lo lagi sibuk kencan.. Pantesan ponsel Lo lowbat.."


Putri kesal dan menutup teleponnya.


" Pantesan aja Elang matiin ponselnya. Gue kira dia udah berubah pasca putus dari Marsha.. taunya koleksinya masih banyak."


Hampir terlambat Putri datang jam 7 tepat ke tempat makan malam disebuah hotel mewah seorang diri. Sepanjang perjalanan tadi, ia terus mencari alasan yang tepat kalau-kalau ada pertanyaan seputar Elang.


"Loh.. Ko dateng sendiri.. Elang mana?."Mamanya Elang, Nyonya Wira merasa keheranan Elang tidak terlihat datang bersama Putri.

__ADS_1


"Oh Elang dateng telat tante.. Dia lagi ada urusan sama klien dari tadi siang.." Tukas Putri berbohong.


Hal yang sama ditanyakan oleh mamanya Putri sendiri dan saudara sepupu perempuan Elang yang ikut hadir.


Putri terselamatkan dengan kedatangan Elang saat semuanya akan mulai bersantap hidangan yang ada di meja.


"Maaf.. maaf telat..."Elang menyeret kursi ke belakang untuk ia duduki.


Putri melirik ke sebelahnya.. dan bernafas lega.


" Sorry.." Elang berbisik di telinga Putri. Putri tak menghiraukannya dan terus menyantap makan malamnya.


Tercium sekilas aroma tubuh Elang sedikit berbeda.. Wangi parfum yang berbeda dari biasanya.. Seperti wangi perempuan.


"Kayaknya Kak Putri lagi marahan ya sama kak Elang.." Celoteh Firda adik sepupunya Elang.


Sontak mata Putri sedikit melotot..


" Enggak ko.. Kata siapa marahan.."Senyum Putri seolah-olah dibuat.


"Putri lagi M.. Fir.. Masa gak tahu.."Seloroh Elang menimpali..


"M apa.. ?." Tanya Firda..


"MALEES..."


Seketika semua tertawa mendengar jawaban Elang yang menghangatkan suasana.. Mau tak mau Putri juga ikut-ikutan tertawa.


Selesai bersantap malam dua keluarga itu berbincang-bincang tentang kelanjutan dari pertunangan Elang dan Putri.


"Jadi mau kapan?." Tanya Tuan Wira, papanya Elang.


"Aku sih terserah Putri aja.. " Jawab Elang sekenanya.


" Loh ko terserah aku sih.."Bisik Putri.


"Loh.. Loh.. Loh.. Ko pada lempar-lemparan.. Gimana kalau mulai besok kalian segera persiapakan semua detailnya.." Usul Mamanya Elang.


Putri menelan ludahnya.


"Begini tante..."


"Begini ma.. Nanti deh setelah proyek yang di Bandung beres kita baru nyusun rencana ya Put.." Sela Elang memotong pembicaraan Putri.


"Oke papa enggak masalah.. Kita bisa nunggu ya kan pa Sasongko.."


" Betul.. Enggak masalah kalian fokus saja pada kerjaan yang sekarang ini." Tambah Papanya Putri.


*****


"Untung aja Lo dateng.. Kalo gak gue gak tau deh keluarga kita tanggapannya gimana.."Ucap Putri ketika sudah sampai di apartemen.


"Ya Sorry.. "Jawab Elang singkat.


Putri melihat Elang membuka jas dan sepatunya.


" Lo gak pulang?."


"Gak.. Gue mau nginep." Timpal Elang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Apartemen mewah yang terdiri dari dua kamar tidur dan juga fasilitas lain yang sudah tersedia dengan interior bergaya barat.


Selesai bersih-bersih Putri duduk di ruang depan menatap ke jendela luar apartemen.


"Lo kenapa?." Tanya Elang yang datang menemaninya duduk.


" Gak papa.."


" Lo kepikiran kata-kata tadi pas makan malem?."


" Kata-kata yang mana?" Tanya Putri pura-pura.


"Soal pernikahan.."


Putri diam tak menjawabnya.


" Tuh kan bener..."


Putri tetap diam..


" Apa yang buat Lo bingung?."


" Ya bingung aja.. Hubungan kita kan gak seperti itu.." Jawab Putri.


"Gak seperti apa.. Hubungan kita kan arahnya memang kesana Put.."


" Maksud Lo apa?."


" Ko malah nanya lagi.. Kan kita tunangan emang arahnya pernikahan gimana sih Lo.. "Timpal Elang seraya duduk lebih dekat dengan Putri.


Putri tertawa..


" Lo nikah sama gue...Tapi Lo pacaran sama cewek lain?."


"Kalo gitu gimana?."Tanya Elang.


" Ogahlah.."Jawab Putri ketus.


"Ya kalo Lo gak mau, gue gak bakalan pacaran sama cewek lain.. Gue bakalan setia sama Lo."Ucap Elang serius.


" Lo napa sih.. Becanda mulu.."Ujar Putri sembari pergi masuk ke dalam kamar, kemudian diikuti oleh Elang.


"Ngapain ngikutin?." tanya Putri aneh melihat Elang mengikutinya.


" Gue ngomong serius.. Gue mau serius sama Lo.."Elang menyentuh wajah Putri dengan lembut.


" Gue gak bisa.."Putri mendorong tubuh Elang perlahan.


" Kenapa?."


"Ya gue gak mau aja.. Pacar Lo banyak."


" Put .. Gue kan udah bilang kalo gue nikah ma Lo gue bakalan setia sama Lo.."


" Udah-udah ah... Gue gak mau bahas lagi.. Gue mau tidur.."


"Lo pikirin kata-kata gue..!!"Ucap Elang meninggalkan Putri sendiri di kamar.


Elang terdiam di sofa.. Menyulut rokoknya dengan api, menghisap perlahan dan meniupkannya perlahan.. Meresapi setiap kata yang keluar dari mulut Putri.

__ADS_1


" Bukan Elang namanya kalo gue gak bisa menangin hati Lo Put.. Liat aja nanti Lo bakalan jatuh ke pelukan gue."


__ADS_2