
Sehari sebelum acara pernikahan calon mempelai wanita mengadakan upacara adat Jawa diantaranya sang ayah calon mempelai wanita akan memasangkan tarub, bleketepe dan tuwuhan. Tarub diartikan sebagai atap sementara kalau zaman sekarang biasa disebut dengan pemasangan tenda, hanya sebagai simbolis saja karena pernikahan akan diadakan di gedung. Lalu bleketepe yaitu pemasangan anyaman daun kelapa tua dan tuwuhan yang sering dipasang dikiri kanan jalan masuk atau gerbang biasanya berupa tumbuhan, buah-buahan seperti pisang atau kelapa bahkan janur sebagai tanda adanya suatu hajat dirumah tersebut. Semua rentetan yang dilakukan oleh pengantin wanita itu bertujuan untuk mendoakan agar calon pengantin hidupnya selalu berbahagia.
Acara adat yang kedua yaitu sungkeman pada orang tua, dimana saat itu Putri meminta maaf dan juga berterima kasih karena selama ini orang tuanya telah merawat Putri dengan sangat baik dan penuh kasih sayang. Tidak ada yang tidak menangis saat acara sungkeman berlangsung, semuanya terhanyut dengan suara isakan Putri yang terdengar cukup menyayat hati.
Selanjutnya acara yang ketiga adalah siraman dengan tujuan untuk mensucikan diri menjelang hari pernikahan, biasanya upacara siraman dilakukan oleh ayah dan ibu mempelai dilanjutkan dengan beberapa orang kerabat yang sudah menikah umumnya adalah 7 atau 9 orang untuk memperoleh berkah bagi calon pengantin wanita.
Pada malam harinya acara dilanjutkan dengan upacara midodareni oleh calon mempelai wanita yang hanya duduk tenang didalam kamar dari jam 6 sore sampai jam 12 malam ditemani oleh orang tua wanita yaitu mamanya Putri, kerabat wanita yaitu tante-tante Putri dan juga neneknya Putri sebagai sesepuh yang memberikan wejangan bagaimana menjalankan hidup berumah tangga.
Pada waktu yang sama saat midodareni dilaksanakan calon pengantin laki-laki memberikan seserahan yang diwakilkan oleh orang tuanya Putri yaitu Pak Sasongko sendiri.
Semua upacara adat menjelang pernikahan sukses dilaksanakan tanpa kendala sedikitpun, dimana upacara tersebut berlangsung khidmat dan formal.
Sudah hampir 10 hari Putri dan Elang tidak bertemu sedikitpun bahkan tanpa embel-embel video call sekalipun.. Walaupun hati Putri juga tidak bisa menahan gejolak rindunya tapi demi hari pernikahannya nanti ia bertekad untuk menahan keinginan terbesarnya itu.
Terkadang Elang sering uring-uringan, ia lebih tidak bisa menahan hasrat rindunya pada gadis pujaannya.
*****
" Apa kamu sangat gugup sayang?." Neneknya Putri berdiri sambil memeluk hangat cucu kesayangannya yang saat itu tengah bersiap di paes oleh seorang pemaes terkenal kenamaan negeri ini, dari mulai artis, pejabat bahkan anak presiden pun pernah beliau rias dengan paesan karya tangannya sendiri. Bersiap dihari pernikahannya yang sudah ia tunggu sedari dulu, menjadi pengantin untuk seorang lelaki yang bernama Elang Wira Adipati.
Hari yang ditunggu lama akhirnya tiba, penantian panjang dan juga pengorbanan yang tidak sedikit. Kini gadis kesayangan keluarga Sasongko telah selesai di make up dan juga memakai paes tradisional khas Jawa , Putri terlihat sangat berbeda lebih terlihat cantik dari sebelumnya. Kebaya putih yang ia kenakan untuk pengucapan janji suci menambah kesan sakral hari itu. Adat Jawa sengaja dipilih karena ayah Putri merupakan orang keturunan Jawa. Dan juga adat Jawa lebih dikenal dengan banyaknya ritual adat yang dilakukan.
__ADS_1
Setelah calon pengantin lelaki tiba di gedung pernikahan barulah upacara puncak dilaksanakan yaitu pengucapan janji nikah didepan penghulu dan juga orang tua Putri dan beberapa kerabat yang jadi saksi. Kata-kata demi kata terlontar dari mulut Elang dengan pelafalan yang pas dan intonasi yang sangat jelas menggema diseluruh ruangan sukses membuat semua orang terhipnotis menunggu sampai penghulu mengucapkan kata SAH sebagai kata kunci bahwa sepasang pengantin itu telah resmi menjadi suami istri.
Elang bersyukur dengan mengusap wajah dengan kedua tangannya dan sorak gembira dari kerabat dan handai taulan saat penghulu berucap SAH, banyak yang ikut hadir menyaksikan upacara sakral penuh bersejarah dalam hidupnya tak terkecuali dengan Bima dan Romi sahabat setia dengan senyum menyeringai melihat sahabatnya telah berhasil menyunting sang gadis pujaan.
Setelah pengucapan janji selesai barulah sang pengantin wanita yang kini resmi menyandang status Nyonya Elang Wira Adipati digiring masuk untuk duduk disebelah pengantin lelaki maka dimulailah upacara panggih yaitu bertemunya pengantin lelaki dan pengantin wanita setelah resmi menjadi suami istri.
Elang begitu terpesona dengan aura kecantikan yang terpancar alami dari wajah Putri, riasan paesan berwarna hitam yang ada di dahi Putri dan juga pemilihan make up yang tidak terlalu tebal dengan warna lipstik merah menyala menghias bibir mungil pengantin wanita itu.
Acara dilanjutkan dengan pemakaian cincin pernikahan dijari manis pengantin wanita dan juga lelaki sebagai simbol pengikat keduanya.
Setelah melakukan serangkaian upacara pernikahan adat yang sangat banyak dilanjutkan dengan resepsi pernikahan, diselenggarakan bagi tamu yang ingin memberikan ucapan pernikahan dan selamat.
*****
Tak terasa waktu sudah malam menunjukan jam 11. Setelah sahabat-sahabat Elang pamit pulang, lalu masuk kedalam kamar Putri.. Mendapati istrinya sedang tidur sangat lelap.
" Shit..!."
Elang menahan geram.. Bagaimana tidak setelah bersabar selama 10 hari lamanya kini ia disuguhi oleh pemandangan istrinya seperti mayat hidup di atas tempat tidur.
Dengan rasa kecewa karena malam itu tidak dapat mereguk manisanya berdua, Elang memilih untuk ikut tidur bersama Putri disebelahnya.
__ADS_1
*****
Kicauan burung sudah terdengar cukup nyaring ditelinga pengantin baru wanita itu.. Ia menoleh ke jendela kamarnya, terlihat sinar matahari cukup malu-malu menampakan sinarnya di bumi. Ia segera bergegas bangun, sebagai seorang istri sudah menjadi kewajibannya melayani suami. Walaupun bukan hal baru dan sering dilakukannya saat di apartemen dulu, tapi ini menjadi kali pertamanya sebagai Nyonya Elang.
Hal pertama yang ia lakukan adalah membuatkan secangkir kopi untuk suaminya, Elang paling suka kopi buatan Putri. Enak tidak terlalu pahit dan juga tidak terlalu manis.. Pas. Biasanya hanya dengan mencium aromanya saja sudah bisa membuat Elang bangun dari tidurnya.
Benar saja.. Aroma kopi itu mampu membuat Elang terbangun.
" Bangun juga..."
" Kamu.. Uuh..." Elang memencet hidung Putri sangat keras.
" Kenapa? Harusnya kamu itu bersikap romantis pada istrimu.."
Elang mendelik..
" Kamu itu yah.. Bener-bener gak peka. Harusnya kamu yang romantis.. Mana ada malam pertama dipernikahan pengantin wanitanya malah enak tidur..."
Putri tertawa sangat keras sampai ia harus memegang perutnya karena merasa lucu dengan tingkah menggemaskan suaminya itu.
*****
__ADS_1
**Maaf ya ganks.. Baru up lagi.. Aku tuh lagi mau ngejar up nya novel MY PRESDIR I LOVE YOU.. Biar fokus satu-satu buat up kedepannya.
Minta tolong ya.. Berikan cinta kalian dengan menambahkan komen, like dan votenya.. Thanks**..