ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Di Antar Pulang


__ADS_3

Haii readers tercintaa.. Semoga-semoga tidak bosan.. 😘😘😘


*****


" Besok malam kalian berdua pulang ke rumah. Kita akan merundingan tanggal pernikahan kalian!."


Elang menghela nafas panjangnya, bukan karena tidak menyetujui apa yang dikatakan mamanya tapi ia harus segera menyelesaikan permasalahannya dengan Gadis.


Elang melemparkan pandangannya di antara mobil-mobil yang berseliweran di jalanan yang dilihatnya di atas balkon apartemen, tangannya mengapit satu batang rokok yang sedang ia hisap. Ia masih memikirkan perkataan yang mamanya katakan tadi, bahkan sebelum mamanya pulang sempat bilang kalau akan menindak sendiri apabila Elang tidak segera memutuskannya.


"Ooh... Gue beneran gila sekarang."Mulutnya tak henti-henti menggerutu.


"Siapa yang gila?." Putri berdiri di balik pintu mengamati lelaki yang sedang berdiri itu.


Elang menoleh ke belakang melihat Putri dari ujung atas sampai ujung bawah..


"Mau kemana? Udah rapi gitu."


" Mau ketemu sama temen.."


" Tumben ketemu temen, dimana?."


" Di Mall.."


"Ya udah gue anter.."


" Gak usah.. Gue udah pesen taksi.. Gue ke bawah ya.. daah..."


"Aneh.. baru kali ini dia ketemu temen.. "


*****


" Haii...Sorry lama... Tadi telat pas mau berangkatnya.."Ungkap Putri pada sesosok lelaki yang sedang duduk menungguinya di ****bucks. Senyum menawan dengan lesung pipi menghiasi menambah decak kagum orang yang melihatnya.


" Gak papa ko.. Lagian aku juga baru nyampe."


" Duduk dong..."Lelaki yang bernama Fian itu menarik tangan Putri untuk duduk di sebelahnya.


" Kamu udah pesen?."


" Belum.. Nungguin kamu.."


" Ya udah pesen aja.. Kamu mau apa?."


" Hmm.. Apa ya aku Macchiato aja.."


" Oke aku mau Frappucino aja deh.. Aku pesenin ya.."


Fian tak habis memandang wajah Putri yang sangat cantik.. Putri adalah wanita yang sangat ia inginkan sejak mereka sama-sama duduk di bangku kuliah. Harusnya kemari Fian dan Putri bertemu di acara reuni jurusan di Puncak. Tapi karena Putri cancle diharuskan pergi ke Batam.


"Kemaren kamu gak ikut.. Jadi gak seru deh.."


Putri tersenyum..


" Iya maaf ada kerjaan mendadak.. Padahal udah kangen sama anak-anak, aku udah rencanain banyak hal loh pas ketemu mereka tapi yah gimana..."

__ADS_1


" Hehehee.. tapi gak apa-apa kan hari ini aku ketemu kamu.." Fian mencubit gemas pipi Putri sampai meninggalkan bekas merah disana. Ada perasaan sedikit canggung pada diri Putri saat Fian terus-terusan menggodanya.


Setelah cukup puas mengobrol menceritakan kisah masa lalu mereka.


" Eh.. Kita ngapain sekarang mumpung ketemu..?."


" Gimana kalo kita nonton.. Mumpung masih jam 7 kurang siapa tau tiketnya belum abis ada film baru.." Ujar Fian kembali memberikan alternatif pada Putri.


" Boleh ... ayo.."


*****


" Drt.. Drt..."


Ponsel Putri bergetar, ia memeriksa pengirim pesan yang masuk itu siapa..


" Elang..." Pekiknya pelan.


"Lo dimana? Ko jam segini belom pulang? Mau gue jemput?."


" Oh ya ampun jangan sampe deh Elang jemput.. Tanggung lagi tinggal setengah jam.. " Bibir Putri terus meracau pelan.


Fian yang melihat gelagat tak biasa pada Putri mencoba menanyakannya.


"Put.. Ada masalah?." Bisik Fian pelan takut mengganggu penonton yang lain.


" Gak ko.. Gak apa-apa."


Putri sesekali melihat waktu di jam tangannya.


Fian menangkap kalau Putri memang harus segera pulang saat itu juga.


" Loh ko kita keluar?." Tanya Putri saat mereka sudah berada di luar bioskop.


" Aku kurang suka endingnya... Sedih gitu.." Fix.. Itu hanya alasan yang diungkapkan Fian padanya.


" Iya juga sih.. Tapi tanggung tadi. Terus kita mau kemana sekarang?."


" Kamu masih mau pergi? Ini udah jam setengah sembilan, apa mama kamu gak bakalan marah?."


" Aku tinggal di apartemen sekarang.."


" Duh.. Gimana kalo dia nanya tinggal sama siapa di apartemen. Oh Tuhan tolong..."


" Oh kirain.. Syukur deh, biasanya mama kamu kan bakalan ngambek kalo pulang telat.."


Mereka tergelak bersama mengingat hal dulu Fian pernah telat mengantarnya pulang dan disambut dengan tolak pinggang mamanya Putri di depan pintu..


" Andaikan kamu gak pacaran sama Gerry, pasti kamu udah jadi pacar aku Put.." Celetuk Fian..


Tanpa sadar Fian.. Kamu tuh lagi curcol ya.. Hihihi.


" Ya semua udah berlalu ya.. Suka lucu kalo nginget-nginget itu.."Putri berusaha sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan mereka dengan cara yang halus.


" Aku laper.. Kita makan yuuk.."

__ADS_1


" Tapi aku pengen makan sate.. Yang ada di pinggiran jalan gitu." Tambah Putri kemudian memberi solusi.


"Oke.. Gak masalah ayo.."


Putri sangat lahap menikmati setiap tusuk dari daging sate yang dibakar dengan sangat matang itu.. Biasanya pembeli akan ditanya mau yang matang banget apa yang biasa..


"Inget sama Elang makan disini. Sate kambing buat stamina.. Hehe!! Astaga gue belum bales pesan Elang tadi."


" Gak apa-apa deh dari pada gak sama sekali. Dari pada gue dihukum abis-abisan malem ini*."


Putri membalas pesan di sela-sela waktu makannya.. Fian memperhatikan Putri yang sedikit mencuri-curi cara untuk membalas pesan seseorang..


"Gue pulang bentar lagi.. Gak usah jemput. Nanti pulang sendiri."


" Bales pesan pacar ya...?." Bisik Fian mengagetkan Putri.


" Gak.. Bukan pacar.. Tadi lupa belum di jawab."


" Santai aja kali Put.. Aku gak kenapa-napa ko.."


" Hehe iyaa..."


"Habis ini aku yang antar kamu pulang.. Tapi naik motor gak apa-apa kan?."


" Gak usah Ian.. Aku naik taksi aja."


" Jam segini nyari taksi susah.. Rawan lagi. Ya udah kamu cepet abisin. Udah malem.. "


*****


Di waktu yang sama Elang melemparkan ponselnya dengan kasar ke atas meja.. Kepala Elang sedikit berdenyut tapi itu terasa cukup menyiksa mengingat Putri masih belum menampakan tanda-tanda kepulangannya.


" Sial... !! Gak mau dijemput lagi, kemana dia jam segini masih belum pulang.." Elang masih terus menggerutu, diambilnya satu batang rokok dan menyalakannya dengan korek..


Salah satu cara yang dilakukan lelaki ketika stress melanda..


*****


" Nih helmnya pake.. dan pake juga nih jaketnya biar kamu gak kedinginan.."


" Gak ah.. jaketnya kamu pake aja.. Kasian kamu pasti kedinginan juga."


" Udah pake aja.. Lagian aku kan cowok.. Masa biarin cewek gak pake jaket.."


Sudah Put.. Gak bisa nolak Fian lagi..


Meluncurlah Moge itu menyusuri jalanan ibu kota di malam hari.. Tangan Putri di sematkan Fian melingkar di pinggangnya.. Tak ayal hal itu tak bisa dihindari Putri.


Putri di antarkan Fian sampai depan lobby apartemen, malam itu waktu sudah menunjukan jam 10 malam.. Setelah selesai berbasa-basi sebentar lalu memberikan kembali helm milik Fian, Putri segera naik lift menuju apartemen yang ia tinggali dengan Elang.


Saat menyalakan sakelar lampu alangkah terkejutnya Putri mendapati Elang yang sedang duduk bersilang kaki di sofa.. Matanya tajam, tatapannya dingin...Sama seperti apa yang Putri lakukan padanya saat Elang pulang larut setelah menemani Gadis.


*****


**Minta tolong nih.. Dukung author ya.. Cukup dengan memberikan komen,like dan votenya ya..

__ADS_1


Tambahan nih.. Baca juga ceritaku yang lain yang berjudul "My Presdir I Love You.." Thanks ganks...


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**


__ADS_2