
Elang datang terburu-buru ke ruangan managemen sebuah perusahaan tv swasta terkenal di negara ini. Tujuannya tak lain adalah mencari kebenaran tentang kabar informasi berita keluarganya. Elang mengancam akan menggugat apabila pihak mereka masih menutup mulutnya tentang bagaimana mereka mendapatkan beritanya. Karena Elang sanksi dengan tuduhan Bima kalau Hanna sendirilah si pemberi berita itu.
"Apa kabar Pak Elang? Sudah lama ya sejak kerja sama kita tahun lalu, anda baru datang mengunjungi kantor kami lagi,"Ucap produser acara tv gossip di stasiun tv itu.
"Baik Pak, saya agak sibuk sampai tidak sempat berkunjung lagi,"Balas Elang. Matanya mencari-cari orang yang menyuruhnya datang.
"Bim, gimana udah dapet orangnya?,"Tak sabar saat melihat Bima berjalan menghampirinya.
"Udah Pak, sepertinya ini akan menjadi masalah besar,"
"Apa dugannku benar?,"Terka Elang.
"Maaf Pak, dugaan ada salah dan dugaan saya yang benar,"
"Mungkin ada yang salah kali Bim, gak mungkin Hanna,"Elang menolak kebenarannya kali ini. Baginya Hanna adalah seorang adik perempuannya yang tidak akan berani berbuat apapun dan Hanna hanyalah seorang perempuan penurut.
"Tapi kenyataannya seperti itu Pak. Saya sudah minta izin lewat Pak Rizman ini selaku produsernya untuk menanyai anak buah beliau yang kebetulan meliput acara ini. Dan anak buah beliau inilah yang bilang kalau Hanna sendiri menghubungi mereka untuk mengangkat berita ini,"Ujarnya sambil pandangannya mengarah pada Rizman.
Elang menghela nafas kasar. Kini pandangannya beralih menatap Rizman.
"Pak Rizman, saya tidak akan banyak basa-basi lagi dengan Anda, saya hanya minta tolong banned lagi berita ini jangan sampai publik masih bisa mengaksesnya lewat sumber apapun!,"Suaranya penuh penekanan.
Rizman menghela nafas berat.
"Saya tidak masalah Pak kalau beritanya kita tarik lagi, tapi akan sangat sulit apabila publik sudah mengetahuinya. Kita tahu sendiri kalau publik saat ini sangat pintar dan suka memberikan asumsi sendiri tanpa mengetahui kebenarannya. Dan saya juga di sini mau meluruskan jika acara ini bukan gossip Pak melainkan fakta. Acara kami berbeda dengan acara lainnya,"Jelas Rizman sambil telunjuk tangannya mengetuk-ngetuk meja.
"Kecuali Anda memberikan klarifikasi lewat konfrensi pers Pak,"Usul Rizman membuat Elang teringat akan sesuatu.
Elang merogoh saku celananya, mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Gimana Ta, udah dapat kabarnya?,"
__ADS_1
"Apa? Lo yakin?,"
"Arrrghh,"Kesalnya namun coba untuk ditahannya mengingat sedang berada dimana dirinya saat ini.
"Oke, Pak Rizman untuk saat ini Anda bisa menarik lagi semua berita yang sudah terlanjur Up, nanti saya akan kabari lagi Anda apakah saya membutuhkan konfrensi persnya atau tidak,"
***
Elang mengemudikan mobilnya dengan laju kecepatan tinggi merasa dirinya saat ini sebagai raja jalanan. Bima sudah kembali ke kantor setelah urusannya selesai.
Kini mobilnya sudah terparkir sempurna di sebuah parkiran restauran. Rupanya Elang bertemu dengan Papa Wira di sana.
Elang terkejut mendengar kabar bahwa ada suatu kebenaran tentang Hanna yang baru saja ia dengar beberapa waktu lalu.
"Papa yakin?,"
Papa Wira mengangguk lemas mengetahui keberadaan dari Andes kalau Hanna bukanlah anak kandungnya melainkan anak dari pria yang menjadi pacar mantan kekasihnya dulu.
"Andes sudah mencari tahu. Papa merasa dibodohi selama ini, Papa pikir memang Hanna itu anak kandung Papa, tapi kenyataannya lain Lang,"Suaranya parau mengingat kejadian belasan tahun lalu.
"Bukankah seharusnya kita senang Pa karena masalah ini tidak akan berlarut-larut dan kita bisa mengadakan konfrensi pers untuk membersihkan nama baik keluarga kita,"Elang antusias.
"Papa juga lega akhirnya masalah ini terkuak tapi Papa heran bukankah Papa sendiri yang mengantarkan ibunya Hanna untuk tes DNA dulu,"
"Papa yakin tidak ada yang salah dengan kejadian dulu?,"
Mendapatkan pertanyaan dari putranya Papa Wira malah terdiam. Ia sanksi kalau harus membenarkan atau menyalahkan, hanya satu orang yang bisa menjawab pertanyaannya tak lain adalah ibunya Hanna sendiri.
"Hanya Ibunya Hanna yang bisa memberikan jawabanya Pa,"Elang sependapat dan satu pemikiran dengan Papa Wira.
"Tapi itu akan sulit Lang, Tidak semudah yang kita bayangkan karena dulu Papa dan Mama kamu memutuskan untuk tidak punya hubungan apapun dengan keluarga Hanna termasuk Ibunya. Mama kamu khawatir Papa berhubungan lagi dengan Ibunya Hanna,"Keduanya saling bertatapan.
__ADS_1
"Jangan Lang, Papa tahu apa yang ada dipikiran kamu,"Papa Wira menduga Elang akan mendatangi sendiri keluarga Hanna meminta kebenarannya.
"Tapi Pa, kalo Elang tidak mendatangi mereka semua masalah ini akan berlarut-larut,"
Papa Wira menggeleng tidak menyetujuinya.
"Nggak Lang, Papa tidak mau kamu mendatangi mereka. Semua tidak sesuai dengan perkiraanmu. Papa sudah menyuruh Andes untuk mencari petugas medis yang menangani tes DNA Hanna dulu,"
"Tapi itu akan sulit Pa, mengingat kejadiannya bukan beberapa tahun melainkan belasan tahun,,bahkan puluhan tahun sesuai umur Hanna sekarang,"
"Tidak ada yang tak mungkin selama kita berusaha apalagi ini menyangkut kebenaran. Papa tidak akan mempermasalahkan kalaupun Hanna bukan anak kandung Papa mengingat Papa sudah menganggapnya darah daging Papa sendiri. Tapi kalau menelaah keturunan dalam agama kita itu akan berpengaruh banyak terhadap semuanya. Papa tidak mau ada masalah kedepannya apalagi Hanna meminta bagian harta kekayaan Papa,"
Elang mengangguk membenarkan pernyataan Papanya.
"Ya udah kalo Papa nunggu kabar dari Andes, Elang juga akan menunggunya,"
***
"Hanna, rencana kita akan gagal kalau kamu tidak mendengarkan perkataan Ibu Nak,"Ucap Farrah, Ibu Hanna. Farrah mantan artis terkenal di Indonesia. Bakat akting dan menyanyinya membawa namanya berkibar puluhan tahun yang lalu.
"Tapi Bu, Hanna bingung karena Mas Elang nekan Hanna Bu. Mas Elang tahu kalau Hanna tidak akan mungkin melakukan semua ini sendiri,"Ucap Hanna lewat sambungan telepon dengan Farrah.
"Hanna kamu jangan bodoh, kalau kamu tidak mendengarkan Ibu kamu bakal menyesalinya. Kamu itu masih keturunan Adipati. Papa Kamu itu konglomerat Nak, bukan masalah besar baginya membagi harta kekayaannya padamu. Lagian Mas kamu itu sudah kenyang karena selama ini dia menghabiskannya sendiri,"Terdengar Farrah emosi, buaiannya pada Hanna serasa sulit.
"Tapi Bu, Mas Elang itu baik. Buktinya Mas Elang memberikan kita biaya bulanan dan Mas Elang janji akan memberikan Ibu biaya buat berobat,"Bela Hanna
"Kamu jangan naif Hanna, apa yang diberikan Mas mu itu tidak sebanding dengan apa yang mereka nikmati,"
"Cukup Bu, Hanna perlu berpikir. Ibu jangan membuat Hanna bingung dulu. Karena semuanya tidak semudah yang ibu bayangkan!."
***
__ADS_1
Tbc....