
" Brengsek kamu Lang!." Pekik Putri dengan isak tangisnya saat ini, apa yang dilihatnya membuat dadanya bergemuruh hebat. Bagaimana tidak suaminya berada dalam satu ranjang dengan wanita lain tanpa pakaian.
" Put, dengerin dulu ini tidak sama dengan yang kamu lihat. Aku bisa jelasin!." Elang tak berdaya seandainya pakaiannya utuh, ia bisa dengan mudah menahan istrinya untuk tidak pergi dari hadapannya.
" GILA KAMU!!!." Teriak Putri semakin menjadi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar hotel.
" Brak.." Pintu ditutup Putri dengan sangat keras.
Kini Elang menatap jijik pada wanita yang ada di sebelahnya, Sonya sebenarnya merasa bersalah karena semua hal itu di luar dugaannya. Dan Elang meminta Sonya menjelaskan semua yang terjadi pada mereka saat ini.
Setelah kepergian Putri, Elang memunguti pakaiannya dan beranjak ke kamar mandi.
Elang mengintimidasi Sonya setelah ia selesai berpakaian, walaupun yang ada di hadapannya ini wanita tidak menyulutkan ia untuk berbuat kasar padanya.
Sonya merasa sesak karena lehernya dicekik Elang, sebelum Sonya menjelaskan duduk permasalahannya Elang tidak akan semudah itu melepaskan tangannya.
__ADS_1
" Oke, aku akan jelaskan jadi lepaskan tanganmu dulu!." Elang tetap mencekik leher Sonya sampai Sonya hampir kehabisan nafas.
" Lepaskan! Aku bisa mati karenamu." Ucap Sonya tersengal-sengal.
Elang melepaskan tangannya dari leher wanita yang menurutnya menjijikan itu.
Setelah mendengar semua penuturan Sonya, Elang tak henti-hentinya meninjukan kepalan tangannya ke dinding, membuat Sonya melihatnua meringis. Tangannya terluka tapi sepertinya lelaki itu tidak memperdulikannya.
" Baru kali ini aku melihat wanita menjijikan sepertimu, aku akui aku salah karena mabuk dan tidak sadarkan diri tapi tidak dengan cara dirimu dengan memanfaatkanku. Kamu lihat sekarang hah? Istriku tadi salah paham dengan ini semua." Elang serius dengan ucapannya
" Iya aku mengaku salah. Aku akan jelaskan pada istrimu dan juga atasanku, Mike!."
" Aku akan menyuruh orangku untuk mengawasimu, jangan harap bisa lari dariku!." Baru kali ini Elang hampir saja tidak bisa mengontrol dirinya, kalau wanita itu tidak merengek dan menjerit bisa-bisa Elang berhasil menghilangkan nyawa Sonya. Elang membuka tas Sonya dan membuka dompetnya mencari kartu identitas seperti KTP untuk menjadi jaminan bahwa identitas diri Sonya sudah berada di tangannya kali ini.
" Aku janji.. Aku janji!." Sonya semakin merengek meminta pengampunan dari lelaki yang sedang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
" Singkirkan tanganmu dari kakiku! Aku jijik.." Kini Elang menghempaskan tubuh Sonya dengan kakinya agar menjauh darinya. Mengambil jas dan kunci mobil yang tergeletak di atas nakan kamar hotel lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan Sonya.
Sonya meraung-raung, matanya tertuju pada benda berwarna hitam tergeletak begitu saja di lantai, segera ia memungutnya.
Sonya membuka isi dompet milik Elang yang ada di tangannya.
" Elang Wira Adipati, CEO Perusahaan SG. Oh.. Ikan kakap aku suka itu!." Dari raungan berubah menjadi senyuman licik.
" Aku berubah pikiran, maafkan aku!." Tangannya menggenggam erat dompet itu lalu memasukannya ke dalam tas brandednya.
****
Elang mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan apartemen berharap berhasil menemukan sosok cantik istrinya di sana.
Selang beberapa jam dari kepulangannya, Putri belum juga kembali. Ia sudah berusaha menghubungi mertuanya dan juga sahabat dekat istrinya itu tapi mereka semua tidak tahu menahu tentang keberadaan Putri. Elang berdalih pada mama Ana kalau ponsel istrinya tidak bisa dihubungi. Mama Ana tidak menyimpan rasa curiga sedikitpun, padahal rumah tangga anaknya sedang diterpa badai besar.
__ADS_1
*****
Haii readers... makasih udah setia membaca. Jangan lupa komen, like dan votenya ya.. Makasih 😊