ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
Lily Putih


__ADS_3

" Lang, gue mohon lo kesampingkan dulu masalah pribadi lo. Masalah perusahaan lebih penting dan lo udah dua hari ini udah gak masuk, sorry bukannya gue gak ngerti. Tapi klien kita mau bertemu besok" Terdengar suara Bima di seberang telepon mencoba membujuk atasannya agar bisa kembali lagi masuk ke kantor.


" Iya gue masuk besok lo tenang aja, Bim gue minta sama lo suruh anak buah lo buat nyari dimana Putri sekarang. Gue tunggu kabar secepatnya ya!." Ucap Elang penuh harap. Ingin rasanya ia segera menemukan dimana istrinya berada.


" Oke... kalo ada kabar gue kasih tau lo secepatnya." Suara Bima terputus mengakhiri pembicaraan mereka berdua.


Setidaknya ia tidak berdiam diri saja untuk mengharapkan orang yang sangat ia cintai.


Dua jam berlalu suara ponsel Elang berbunyi, pesan masuk dari nomor ponsel Bima.


" Hotel The Twins kamar 202." Senyumnya kembali merekah, ia segera bergegas mengambil jaket dan pergi dari apartemennya menuju tempat yang tertera dalam pesan.


Pernah tidak kalian merasakan jantung berdegup kencang saat janjian ketemu pacar? Itulah yang dirasakan Elang saat ini. Walaupun keadaannya berbeda dan hubungan dengan istrinya tidak baik-baik saja menurut sang istri, tapi tidak dengannya. Malam-malam ia mencari toko bunga yang masih buka 24 jam, membelikan seikat bunga lily putih kesukaan istrinya dan berharap hubungannya dapat membaik.


Pikirannya sederhana apakah membelikannya bunga cukup membuat hubungan mereka akan membaik? Apakah dia marah karena Elang telat datang saat mereka janjian di suatu tempat. Masalahnya tidak sesederhana itu, masalahnya cukup pelik.


Mobil melaju dalam kecepatan sedang setelah terparkir di depan toko bunga dan berhasil mendapatkan bunga yang diinginkan. Putri sangat suka sekali dengan lily putih karena melambangkan kesucian dan ketulusan. Seperti cinta yang ingin ia persembahkan untuknya seorang.


Entah sejak kapan Elang playboy jadi bucin parah pada wanita, rela melakukan apa saja demi menyengkan hati wanita yang dicintainya. Cinta memang gila dan tidak bisa diterka, cinta bisa membuat siapa saja terlena dan diperbudak.


***


Mike mengunjungi Putri di kamar hotelnya, sekedar untuk menemaninya ngobrol ringan agar sejenak melupakan masalah yang menderanya kini.

__ADS_1


Sebisa mungkin Elang dengan seribu akalnya mengakali staff hotel yang sedang bertugas untuk menemui Putri di kamarnya tanpa ingin staff hotel itu memberitahukan tamu mereka terlebih dahulu dengan berdalih ingin memberikan kejutan ulang tahun pada istrinya. Tanpa perlu waktu lama Elang berhasil mendapatkan izin dan kini ia sedang berdiri tepat di depan kamar yang ditempati Putri.


Pintu hotel memang sengaja dibiarkan terbuka, Putri tidak menutupnya ketika Mike masuk. Statusnya kini tidak bisa seenaknya berdua-duaan dengan lelaki lain.


Samar-samar terdengar suara lelaki lain sedang mengobrol dengan istrinya di dalam kamar. Barang tentu hatinya sudah terlebih dahulu geram, mana mungkin istrinya sudah berpindah ke lain hati dengan begitu mudahnya. Dari pada terus menahan dan berprasangka tidak jelas tanpa permisi Elang masuk ke dalam kamar dan mendapati Putri dan Mike sedang mengobrol berduaan.


" Elang!." Pekik Putri kaget melihat suaminya kini berdiri membawa seikat bunga lily putih kesukaannya.


" Kenapa kamu tidak pulang? Aku menunggumu! Dan siapa dia?." Tatapan kurang bersahabat ia perlihatkan pada Mike.


Berbeda dengan Mike, ia tersenyum ramah menyambut kedatangan Elang yang tak diundangnya itu.


" Perkenalkan aku Mike, sahabat lama kakaknya Putri dan sekaligus rekan bisnisnya." Ujarnya seraya mengulurkan tangan pada Elang. Elang cukup tahu diri jika ia menolak untuk berjabat tangan akan dianggap kurang sopan.


" Oke.. Kalian berbicaralah berdua. Put, kalo ada perlu apa-apa aku ada di kamar depan." Ujar Mike sambil mengedipkan sebelah matanya pada Putri membuat Elang semakin tak menyukainya.


Selepas kepergian Mike dari kamarnya Putri tak lantas berbicara dengan Elang, ia memilih untuk duduk dan diam. Melihat gelagat istrinya yang masih dingin, Elang bersimpuh seraya mempersembahkan bunga lily putih yang ia bawa. Perlakuan Elang padanya tak serta membuat hatinya luluh begitu saja, masih sesak dan sakit hatinya.


" Put, biarkan aku menjelaskan semuanya padamu. Aku mohon dengarkan aku kali ini, jangan pergi lagi dan kita akan kembali pulang." Bujuknya dengan memegang tangannya.


" Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, mata cukup untuk jawabannya."


" Dengarkan aku kali ini saja! Aku mohon, apa kamu ingin pernikahan kita yang baru seumur jagung ini sia-sia."

__ADS_1


" Apa yang mau kamu jelaskan kali ini? Apa kamu mau menjelaskan bagaimana rasanya tidur dengan ****** selagi berhubungan denganku?."


Elang sedikit frustasi tapi mau bagaimana lagi Putri harus mendengarkan penjelasannya.


" Sumpah.. aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun selagi berhubungan denganmu!." Tatapannya nanar berharap Putri mau percaya padanya.


" Jelaskan padaku 10 menit dan kamu boleh pergi dari sini!."


Elang tidak percaya bagaimana kini istrinya dapat setega itu padanya.


Elang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan padanya walaupun misal hanya satu detik pun akan ia pergunakan sebaik-baiknya. Putri melihat kesungguhan Elang bagaiamana dirinya menjelaskan kejadian sampai ia bisa tidur dalam satu ranjang dengan wanita yang bernama Sonya.


" Aku juga tidak tau kenapa aku dan bukan laki-laki lain."


" Baiklah kalau memang pernyataanmu bisa dipertanggungjawabkan, aku menyetujui permintaanmu untuk bertemu dengan wanita itu." Hati Putri sedikit melunak.


" Makasih sayang.. Besok aku akan menyuruhnya untuk datang dan bertemu dengan kita." Putri mengangguk kecil.


" Kalau begitu ayo ikut pulang denganku!." Putri menahan tangannya saat ditarik Elang tak ingin beranjak sedikitpun dari tempat duduknya.


" Maaf sebelum masalah kita selesai, aku tidak akan pulang dulu."


***

__ADS_1


Oke guys.. maaf baru up. Seperti biasa minta tolong ya.. Tambahin komen, like dan votenya 🙏


__ADS_2