ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
Asal Putri Senang


__ADS_3

Pesta pernikahan sepupunya Elang yang bernama Haikal diadakan cukup meriah disebuah gedung di kota Malang. Awalnya Putri menolak untuk ikut karena di pagi hari biasanya ia akan muntah-muntah akibat calon baby yang ada dalam kandungannya. Tapi Elang juga bilang tidak akan ikut kalau istrinya tidak ikut takut terjadi apa-apa pada kandungannya.


Putri melihat wajah sendu Haikal di pesta pernikahannya seharusnya wajah pengantin itu kan bahagia bukannya menunjukan rona seperti itu.


"Lang, ko pengantin prianya kayak yang sedih gitu? Harusnya kan bahagia ya."Bisik Putri saat mereka duduk menghadap arah pelaminan.


"Mungkin karena Haikal merasa sedih aja, karena papanya tidak ada sudah meninggal setahun yang lalu."Putri manggut-manggut tanda mengerti. Lalu datanglah Wina, adiknya Haikal membawakan rujak, pempek, siomay dan ice cream ke meja Putri.


"Ini kak sesuai pesanan."Ucap Wina menyajikannya di meja. Wajah Putri seketika berbinar.


"Makasih Wina, kamu baik banget deh."


"Sayang, kamu makan semuanya sendirian?."Putri mengangguk sambil terlebih dahulu menyantap pempek.


"Gak apa-apa kak, kasian kan kak Putri kelaperan. Wina ajak makan perasmanan tapi kak Putri gak mau."


"Kakak lagi gak mau makan nasi Win, lagi eneug aja."Belanya.


"Put, kerjaan kamu makan terus, kakak perhatiin dari kemaren pas berangkat dari Jakarta kamu gak berenti ngemil kaya yang lagi ngidam aja, hihi."Nina kakak sulung Wina ikut nimbrung melihat Putri sedang duduk memakan makanannya dengan lahap di meja keluarga.


"Nanti kalo kamu gendutan baru pengen diet habis-habisan."Ejeknya lagi. Nina, Wina dan Putri memang sangat akrab satu sama lain sejak Putri menikah dengan sepupu mereka. Jadi sudah tidak ada jarak lagi diantara mereka.


"Gak apa-apa kak, Putri rela gendut demi bayi kami sehat."


"Bayi? Kamu lagi hamil?."Teriak Nina.


"Iya Kak, Putri lagi hamil makanya tuh makannya kayak gitu."Ucap Elang.


"Alhmadulillah kakak jadi tante dong, hihi."Nina beranjak dari kursinya dan memeluk Putri gemas.


Tamu yang hadir sangat banyak membuat semua keluarga bahagia karena pernikahan ini digelar cukup sukses. Haikal berencana akan memboyong istrinya untuk tinggal di Jakarta biar sekalian bisa dekat juga mengurus orang tuanya yang hanya tinggal Mamanya saja.


"Mas Elang."Panggil seorang wanita dari kejauhan sambil melambaikan tangannya.


Elang menoleh sekilas lalu menghampirinya. Putri yang melihatnya sedikit kesal, siapa juga wanita cantik yang memanggil suaminya dengan sebutan "Mas" itu.


"Nggak usah cemburu kali Put, dia itu Hanna. Anak angkat Papanya Elang. Usianya di bawah Elang."Nina yang tahu rona kekesalan pada wajah Putri mencoba menjelaskannya.


"Hanna? Ko aku gak tau ya kak."


"Wajarlah soalnya Hanna lama tinggal di Surabaya."


"Elang juga tidak pernah cerita, Mama Rita apalagi."

__ADS_1


"Udah jangan cemburu gak baik buat calon babynya. Mungkin Elang akan bercerita nanti atau Tante Rita juga cerita sama kamu nanti."


"Kak Nina ko tau dia adik angkatnya Elang?."


"Hahaha, kamu tuh lucu kalo lagi cemburu Put. Ya tau lah kan udah dari kecil juga kenalnya."


"Cantik ya Kak."


"Kamu lebih cantik ko."Ucap Nina kemudian.


Hanna memang tidak diundang dipernikahan Haikal tapi karena merasa jarak antara Malang dan Surabaya tidak terlalu jauh membuat Hanna ingin bertemu dengan keluarga angkatnya, mengingat sikap Mama Rita yang selalu dingin padanya, Hanna tidak peduli sama sekali. Mama Rita bersikap seperti itu karena telah termakan gosip yang menyebutkan bahawa Hanna adalah anak hasil perselingkuhan Papanya Elang dan seorang selebritis tanah air.


"Kenapa kamu datang kemari Hanna? Bukannya setiap bulan mas selalu kirim uang buat kamu."


"Apa Hanna salah datang kemari ya?."Ucap Hanna sendu.


"Tidak juga, mungkin Papa akan senang melihat kamu ada di sini."


"Tapi Mama?."


"Kan belum dicoba."


"Tapi Hanna takut mas."


"Mas, sebenarnya uang yang mas kirim dipakai untuk pengobatan Mami yang sakit sudah 6 bulan ini. Hanna niat datang kemari memang salah satunya ingin ketemu keluarga ini tapi Hanna juga ingin minta bantuan Mas Elang dan Papa."


"Bantuan apa?."Suara musik tambah terdengar keras sampai suara Hanna tidak terdengar jelas lagi.


Elang menari tangan Hanna agar sedikit menjauh, Putri melihat adegan ini sampai hatinya bergejolak karena cemburu.


"Masa adik angkat sampai begitunya."Ungkap Putri kesal.


"Mas, Hanna mau minta bantuan buat dicariin kerjaan di Jakarta. Kebetulan kan Hanna sudah lulus kuliah juga. Nanti kalau Hanna sudah dapat perkerjaan kan Hanna gak minta uang lagi sama Mas Elang."


Elang menghela nafasnya. Dilihatnya Hanna sepertinya memang sedang kesulitan. Siapa lagi yang bisa membantu keuangan keluarganya kalau bukan Hanna sendiri.


"Mami kamu udah berhenti dari kehidupannya yang sekarang?."


"Mami udah berhenti semenjak sakit, semua tabungan hasil kerjanya sudah habis untuk pengobatan."


"Sebenarnya Mas ingin bantu, tapi Mas harus bicarakan terlebih dahulu sama Papa dan Mama. Mas gak mau Mama salah faham lagi sama kamu."Ucapnya, hati kecilnya memang ingin membantu tanpa Hanna harus bekerja.


"Iya Mas, Hanna mengerti kalo gitu Hanna ketemu sama Papa dan Mama dulu ya."

__ADS_1


"Hmmm..."


Selepas Hanna berlalu darinya, Elang kembali ke tempat Putri yang dari tadi terus-terusan memasang wajah kesalnya.


"Ada apa lagi sayang kenapa wajah kamu ditekuk kaya gitu sih?."


"Siapa cewek tadi Mas? Selingkuhan kamu?."Elang hampir saja tersedak minuman yang sedang diteguknya karena Putri tiba-tiba memanggilnya dengan sebutab "Mas.". Lebih tepatnya terdengar meledek.


"Uhuk..Uhuk.."


"Kamu ini ada-ada aja sih, nanti ya aku jelasin."


"Pengen sekarang!."


"Tapi aku lapar sayang, aku mau ambil makanan dulu ya."Sikap Elang membuat Putri semakin kesal bukan kepalang. Elang beranjak dari kursinya mengambil beberapa makanan.


Elang fokus menikamti makanannya tanpa mempedulikan sikap Putri.


"Mas..."


"Kamu kenapa sih tiba-tiba manggil aku kaya gitu."


"Jadi kamu protes? Dia aja manggil kamu gitu masa aku gak boleh sih."


"Terserah kamu mau manggil apa sayang, asal Putri senang."Kekehnya.


"Ya udah kamu jelasin sekarang, katanya mau bikin aku senang."


"Kamu ini gak sabaran sih, sama aja di ranjang juga gak sabaran."


"Apaan sih kamu."Wajah Putri berubah merah, mengingat bersamanya ada Nina dan juga Wina memperhatikan keributan yang tidak penting.


"Pliis deh itu di sensor, gue jomblo jadi mohon mengertilah."Canda Wina.


"Aku tadi udah jelasin Lang, kalo Hanna itu adik angkat kamu. Tapi Putri gak percaya."


"Tuh kan Kak Nina udah jelasin masa kamu gak percaya."Putri akhirnya diam untuk mengalah dari pada membuat keributan di pesta pernikahan bisa membuat malu keluarganya nanti.


"Aku jelasin sejelas-jelasnya nanti kalo sampai di hotel ya, aku janji dan jamin kalo Hanna itu hanya keluarga angkatku saja."Ucap Elang meyakinkah hati istrinya.


 


***

__ADS_1


__ADS_2