
Jumpa lagi Ganks.... Semoga suka ya.. Selamat membaca 😘😘
*****
Elang mendengus kesal saat teleponnya berulangkali tak juga di jawab Putri, ia tahu Putri sedang marah padanya karena Gadis membawakannya makan siang.
"Kemana gadis itu, ini sudah jam 8 malam.. Belum juga pulang.." Elang terus-terusan menggerutu lalu dilemparkannya bungkus rokok ke depan meja dengan kasar.
"Kring.. Kring..."
" Akhirnya Put.. Lo nelpon juga.." Tapi saat Elang melihat siapa pemanggil di ponselnya, wajahnya tiba-tiba kembali merengut..
" Ya Dis kenapa?."
"Lang.. Kamu dimana sekarang?."
" Di apartemen.. Kenapa?."
"Kirain lagi sama Putri, berarti yang aku lihat tadi emang Putri ya.. Syukur deh kalo lagi gak sama kamu."
" Emang sekarang kamu lagi dimana?."
" Di Mall.. Udah mau pulang siih, ya udah deh.. aku otw pulang dulu yah.."
Penasaran dengan omongan Gadis. Elang menyusul Putri yang sedang berada di Mall yang Gadis katakan barusan. Segera ia mengganti bajunya yang ia ambil secara asal dari dalam lemari.. Kaos lengan panjang berwarna putih.
*****
" Bu Putri ya...?." Sesosok lelaki tak asing menyapa Putri di sebuah caffee di dalam Mall.
Putri mengernyitkan keningnya mencoba mengingat lagi siapa sosok yang pernah ia temui itu..
" Inget enggak?." Lelaki itu tersenyum-senyum melihat tingkah Putri.
"Oh ya ampun.. Pak Ramma ya.. "
" Iya bu... akhirnya bisa ingat juga."
" Ya ampun maaf-maaf udah lama juga soalnya." Putri tersenyum dengan rasa bersalahnya, memang ia sebenarnya tidak pernah mengingat-ingat lagi nama Ramma.
"Eh.. Ngomong-ngomong ibu lagi sama siapa?." Ramma bertanya penuh selidik.
" Sendiri.."
" Oh kirain sama pak Elang.."
Deg... Putri merasa kesal saat Ramma menyebut nama Elang.. Ia memang tengah kesal dengan lelaki itu.. Alasannya pergi ke Mall selepas pulang kerja hanyalah alasan untuk menghindari Elang.
" Eh.. Sini aja duduk barengan.. " Putri menawari Ramma yang masih berdiri di pinggir mejanya.
"Gak kenapa-napa nih bu.."
"Nggak ko.. Santai aja.."
Ramma menyukai Putri yang memang ramah dari awal ketika mereka pertama kali bertemu di Bandung saat urusan bisnis.
"Eh.. Jangan manggil ibu ya.. Kan gak keliatan kaya ibu-ibu banget kan?." Seketika mereka tergelak berbarengan.
"Pak Ramma udah pesen makanan?."
" Tuh kan.. Pak Ramma, emang keliatan bapak-bapak banget ya.."
Giliran Ramma yang protes..
__ADS_1
"Eh.. Iya-iya maaf.." Putri memperlihatkan senyumanya yang menawan.
" Santai aja.. Becanda..Tadi udah pesen. Makanan penutup aja sih.."
"Cuma makan es cream doang?."
" Iya.. Lagi pengen aja.. "Putri menyiuk sendok demi sendok memindahkannya ke mulut.
Ia percaya kalau es cream bisa membuat hati menjadi tenang saat stress melanda.. Dan itu memang terbukti. Entah sugesti atau apalah namanya..
Apapun itu bisa membuat seseorang sejenak lupa pada masalahnya..
Mereka berdua sama-sama membicarakan tentang pekerjaannya masing-masing.. Tertawa bersama ketika ada hal lucu di sela-sela pembicaraan mereka..
" Eh itu.. " Ramma menunjuk dengan telunjuknya ada sisa es cream tersisa di ujung bibir Putri.
" Mana?." Putri masih belum menyeka semua sisa es creamnya..
" Sorry ya.."Ramma berinisiatif mengambil tissue lalu menyeka sisa es cream nakal yang menempel.
" Udah.."
" Makasih.. Aku emang suka belepotan kalo makan es cream, padahal pake sendok tetep aja.."
*****
" SIAL...!!"
Elang mengerang marah melihat keakraban yang terjadi antara Putri dan Ramma. Ia sedari tadi sudah berada di sebrang caffee tempat Putri dan Ramma. Memperhatikan dari jauh berpura-pura melihat-lihat barang di sekitarnya.
Kepala Elang seakan mau meledak hanya dengan melihat kedekatan mereka berdua..
Apa kabar dengan Putri yang pernah melihat Elang berciuman dengan Gadis...
" Arrgghhhhh."
Mood Elang memang sedang jelek saat dari siang tadi, setelah kedatangan Gadis ke kantor sampai Putri meninggalkannya pulang dan malah kedapatan sedang asyik mengobrol dengan seorang lelaki di Mall..
Ia tak bisa tinggal diam lagi.. Dengan angkuhnya ia berjalan nekat menghampiri Putri dan Ramma..
Putri terhenyak seketika wajahnya berubah ketika Elang datang menghampirinya.. Bukan karena apa-apa Elang pernah mengeluarkan rasa tidak sukanya saat Putri terlihat terlalu akrab dengan Ramma sewaktu di Bandung.
"Put.. Udah lama nunggu ya.. ?." Tanpa rasa bersalah Elang menodongkan kata-kata seolah mereka sedang janji bertemu.."
" Oh.. Ini.. Itu.." Putri terlihat gelagapan.
" Pak Elang.. Di sini juga? Kirain saya enggak lagi barengan.. "
Elang terkekeh melihat Ramma seperti salah tingkah.
" Maaf ya Ramm.. Harus nemenin Putri dulu di sini jadi ngerepotin.."
"Ah.. Pak Elang santai aja.. Enggak ngerepotin ko.. Saya juga gak sengaja ketemu di sini. Karena udah ada pak Elang, saya pamit duluan ya.. "
"Oh iya.. Next kita ketemu lagi ya.."
Kedua lelaki itu saling berjabat tangan di hadapan Putri.
"Put.. Duluan ya.."
" Iya.. Silahkan.. Maaf ya.."
Elang membuang nafasnya secara kasar.. Diliriknya Putri yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
" Ikut gue pulang!!."
Putri menuruti langkah Elang di belakangnya.. Memilih menuruti dari pada mereka berdua harus bertengkar di tempat umum.
" Jadi itu alesan Lo gak jawab telpon gue.. Berkali-kali gue telpon Lo.."
" Gak denger.."Putri santai menyikapi tingkah Elang yang marah-marah padanya.
Woooiiii.... Kenapa harus marah-marah bukannya Putri dan Elang sudah gak ada hubungan apa-apa ya..??
Dasar Gila si Elang!!!
"GILAA...!!!." Elang memukul stir kemudi dengan kasar.
" Hati-hati dong.. Lo lagi nyetir..!!" Bentak Putri seketika.
"Lo napa sih.. Marah-marah gak jelas tau.."
" Siapa yang marah gak jelas?."
Putri takut melihat amarah Elang kali ini.. Matanya melotot seakan mau keluar dari tempatnya.. Ingin rasanya Elang segera sampai di apartemen sampai mengemudikan mobil dengan sangat kencang.
*****
Setibanya di apartemen Elang sudah tak tahan dengan sikap Putri sedari tadi..
Air mata Putri keluar saat Elang berbaring di sisinya.. Emosinya terluapkan sudah..
"Put.. Lo nangis?."
Elang memiringkan tubuhnya ke arah Putri.
" Lo kasar Lang..."
Hati Elang terenyuh melihat Putri menangis seperti itu, dengan selimut yang menutupi dada dan rambut acak-acakan.. Namun terlihat menambah keseksian di wajah Putri.
" Ya udah gue minta maaf..." Elang mencium lembut lengan Putri.
Putri tetap tak bergeming.. ia masih menahan perih sisa-sisa keperkasaan Elang di kepemilikannya.
Elang harus berusaha keras membujuk Putri yang sedang marah padanya.. Entah dengan cara apa tapi harus bisa. Ini memang murni salahnya, selepas pulang dari Mall tadi Elang menyetubuhi Putri dengan kasar.. Hanya agar Putri tahu bahwa Elang marah dan Putri adalah miliknya seorang.
" Gue bingung ma Lo lang.."
Elang segera beringsut dari tempatnya..
"Bingung kenapa?."
"Kenapa Lo lakuin ini lagi?." Tatapan mata Putri kini membuat hatinya merasa bersalah...
" Hubungan kita kan sudah berakhir.. Kenapa seolah-olah Lo masih tunangan gue?."
Deg...
Tepat..
Pertanyaan Putri tepat menusuk jantung hati Elang..
*****
Terimakasih sudah mau mampir dan membaca.. Dukung author ya.. Cukup like, komen dan vote aja..💋💋💋
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1