ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
Hanna 4


__ADS_3

"Lo yakin Bim, ini hotel tempat Hanna menginap?,"Tanya Elang pada Bima lewat sambungan telepon, petugas hotel mengatakan bahwa nama Hanna tidak tertera dalam daftar tamu check in dan pihak hotel menolak membuka daftar tamu berasalan untuk melindungi privacy dari tamu mereka.


"Yakin, anak buah kita udah ngikutin Hanna. Tunggu aja di sana, siapa tahu Hanna muncul disaat tak terduga,"Ucapan Bima ngasal.


"Gila lo ya, lo pikir waktu gue banyak cuma buat ngintilin tuh cewek!,"Kesal Elang menekan tombol merah ponselnya.


Keberuntungan mungkin sedang berpihak pada Elang saat ini, Hanna muncul dari arah pintu lift, mungkin saja saat ini Hanna berencana akan keluar menemui seseorang. Dugaan Elang tak meleset Hanna memang berniat menemui seorang pria paruh baya di lobby hotel.


Dilihat dari perawakannya pria itu seperti sedang sakit, matanya cekung dengan wajah sedikit pucat, postur tubuh tinggi kurus dengan kepala plontos. Yang membuat Elang bertanya-tanya Hanna mencium tangan pria itu seperti sedang memberikan penghormatan pada orang yang lebih tua darinya.


Momen pertemuan Hanna dengan orang tak dikenalnya di abadikan Elang dengan mengambil foto lewat kamera ponselnya. Dan Elang memutuskan pergi setelah mendapatkan gambar diri pria itu.


Dalam perjalanan kembali ke rumahnya, tak lupa Elang mengirimkan foto pria botak yang tadi bersama Hanna untuk diselidiki Bima.


"Siap Bos!,"Balasan Bima di chat nya.


Elang menscrol chat WhatsAppnya ada chat dari Putri dan beberapa panggilan terlewatkan dari istrinya itu. Tak ingin mengambil resiko dalam perjalanan, Elang menepikan sebentar mobilnya di bahu jalan khusus untuk tempat parkir.


Benar saja istrinya itu meminta Elang untuk membelikan pempek kapal selam kesukaannya.


Istriku: Sayang beliin pempek kapal selam, 2 porsi aja! Jangan lupa cukonya banyakan minta doble kalo bisa dan minta sambelnya banyak juga.


Elang tertawa kecil membaca chat istrinya. Semenjak hamil bobot badannya bertambah 2 kilo saja sudah membuat Putri kelabakan bukan main.


Istriku manja, untung aja belum jauh jadi bisa puter balik dikit.


Sesuai permintaan istrinya dan sebagai suami siaga baik hati dan tidak sombong. Elang mencarikan pempek pesanan Putri.


Sampai di depan gerobak penjual pempek langganan istrinya, yang berjualan hanya pada sore hari sampai malam di depan sebuah Bank swasta terkenal.


"Bang, pempek kapal selamnya 6 porsi ya, dibungkus! Kalo bisa cukonya minta doble hiar saya beli dan sambalnya banyak ya, bang!,"Pinta Elang pada abang-abang penjualnya. Elang pun duduk di kursi plastik yang disediakan khusus pelanggan


"Baik, Mas. Buat istrinya ya Mas?,"Tanya abang penjualnya di sela-sela membuatkan pesanan.


"Iya Bang,"Jawabnya sambil tersenyum tipis.


"Lagi hamil ya?,"Tanya abangnya lagi.


"Ko tau Bang?,"


"Taulah, biasanya pesanan yang tadi Mas minta itu kebiasaan perempuan hamil. Cukonya banyak dan pedas Mas,"Elang terkekeh membenarkan.

__ADS_1


Tak lama pesanan selesai, Elang memberikan uang tiga lembar pecahan 50rban.


"Udah Bang ambil aja kembaliannya,"Ucap Elang sambil menepuk pundak abang penjual.


Ponsel Elang kembali berdering.


Istriku Calling


"Iya sayang?,"


"Kamu dimana sih? Ko jam segini belum juga pulang?,"Terdengar suara cerewet khas istrinya.


"Ini baru beliin pesenan kamu, maaf tadi ada kendala dikit di kantor. Terus telat buka WAnya untung aja masih sekitaran sini, tunggu ya aku on the way, sayang,"


"Iya, cepetan ya aku nungguin loh,"


"Oke, sayang. Love you.."


"Love you to,"Balas Putri mengakhiri pembicaraan mereka.


***


Bagaikan anak kecil yang sedang menanti pesanan gulalinya, Putri berlari kecil membukakan pintu rumah tak kala mendengar suara decitan halus dari mobil yang berhenti tepat di halaman rumah.


"Hati-hati Putri! Takut jatoh,"Mama Rita sedikit meringis


"Udah gak sabaran Ma, soalnya Mas Elang disuruh beliin pempek lama banget dari siang baru datang isya begini,"


"Maaf sayang, ponselnya aku silent. Nih pesanan kamu,"


"Mmm... Wanginya enak. Ko banyak gini sayang?,"


"Buat kamu dua porsi, buat aku, buat Mama, buat Bibi. Kalo Papa kan masih di luar. Iya kan Ma?,"


"Iya, Papa masih sama Andes. Tadi nelpon Mama,"Jawab Mama Rita membawakan kantong kresek dari tangan Putri.


"Yuk, masuk dulu. Angin malam gak baik buat bumil,"Ajak suaminya sambil merangkul istrinya agar masuk ke dalam.


"Kamu duduk aja, biar aku yang siapin,"


Putri terkekeh bahagia dengan perlakuan suami dan Mama mertuanya.

__ADS_1


Satu porsi pempek kapal selam telah terhidang di depannya, Putri menambahkan sambal cukup banyak sampai Elang begidik melihatnya.


"Sayang, jangan banyak-banyak. Kasian yang ada di dalem lagian nanti kamu sakit perut loh,"Protes Elang.


"Iya Put, gak baik makan yang pedes-pedes saat hamil. Secukupnya aja,"Mama Rita ikutan protes.


"Tapi kan jarang-jarang juga makan pedes kek gini. Lagian pengen banget dari kamaren, abis nonton acara makan-makan di Tv jadi pengen. Sampai air liur aku ngeces liatnya,"Alasannya membela diri.


"Iya, kali ini aja ya. lain kali jangan kasian bayinya, kasian juga sama kamu,"


"Iya sayang, bawel ih,"


Satu porsi pempek sudah habis dilahap kini giliran porsi ke dua dalam mangkuk di depannya.


Mama Rita dan Elang sampai terkekeh melihat kelakuan bumil satu ini.


***


"Kenyang banget, sayang,"Ucap Putri mengusap perutnya yang sudah terlihat agak membuncit, bulan depan genap 4 bulanan dan rencannya akan diadakan syukuran tepat tanggal 14 bulan depan nanti.


"Iyalah dua porsi kamu habisin, mana punya aku dikit kamu makan lagi,"Jawab suaminya saat sudah selesai membersihkan diri dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Jadi kamu gak ikhlas aku minta bagian kamu dikit. Tuh kan masih ada di kulkas satu porsi lagi kamu makan aja,"Kesal Putri menyebikkan bibirnya.


"Becanda sayang, aku cuma becanda ko,"


"Sayang,"Panggil Putri pada suaminya yang tengah berbaring di sampingnya.


"Hmm,"


"Aku udah tau tentang Hanna dari Mama, Papa ngasih tau Mama kalo Hanna bukan adik kamu ya?,"


"Mama udah tau?,"


Putri mengangguk.


"Iya sayang, Tadi siang aku kan nemuin Papa sambil kita makan siang di restauran. Aku juga percaya gak percaya, gak habis pikir ko selama ini masalah besar seperti ini baru terkuak. Dan masalahnya seakan rumit, aku juga bingung nyelesein yang mana dulu, eh iya aku hampir lupa,"Elang mengambil ponselnya dari atas nakas disebelahnya.


"Coba liat ini sayang, tadi aku datengin hotel tempat Hanna menginap. Tapi malah liat mereka berdua, aku lagi nyuruh Bima buat selidikin orang ini,"Elang memperlihatkan foto laki-laki botak yang dilihatnya tadi sore.


***

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2