
Putri tak mampu berkata apapun, Dia akan merasa malu ketika tahu undangan pertunangan mereka telah di sebar.
"Ooh gimana ini.." Putri tak bisa lagi melanjutkan makan siangnya.
" Kenapa Put?."
" San, katanya undangannya udah disebar.."
"Undangan pertunangan?."
Putri mengangguk..
" Ya bagus dong.. Berarti pak Elang ngundang kita semua kan.."Susan tampak bergembira.
Tapi tidak dengan Putri, dia akan menjadi objek tatapan-tatapan iri dari gadis-gadis yang menggilai Elang.
Beberapa staff perempuan tampak membicarakan Putri disertai dengan tatapan-tatapan nyinyir, tapi tidak sedikit pula bahkan orang yang tak Putri kenal malah so'so menjadi akrab.. Semuanya hanya sekedar mencari muka.
Itu semua karena undangan sudah tersebar dan juga berita sudah cepat menyebar dari mulut ke mulut. Apalagi berita besar pertunangan yang menyangkut CEO perusahaan SG.
Mona mendatangi Putri di ruangannya.. Sekretaris Elang itu hanya ingin memberikan penekanan kalau-kalau pertunangan Putri dan Elang tak bisa mengubah Mona untuk tetap mendekati Elang.
"Kecuali kalian udah nikah.. Itu juga kalo Elang tak mau lagi sama gue..!!"Mona berlalu dengan penuh amarah.
" Hah.. Aneh.. Kenapa gue terus yang jadi sasarannya. Liat aja nanti kalo gue udah beneran tunangan sama Elang.. Gue bakalan manfaatin status gue."
*****
Acara pertunangan anak konglomerat itu akhirnya telah tiba. Pesta pertunangan itu berlangsung sangat meriah, mengundang banyak sekali tamu. Orang-orang penting, para pejabat dan para kolega dari kedua belah pihak keluarga.
Tepuk tangan riuh bercampur kebahagiaan mewaranai pesta itu tak kala Elang memakaikan cincin pertunangan mereka. Tapi tidak dengan kedua pasangan, Elang dan Putri bagi mereka itu semua hanya kebahagiaan palsu. Tak ubah hanya pertunangan bisnis yang saling menguntungkan.
Elang tak sungkan-sungkan memeluk Putri saat pesta dansa berlangsung. Tangannya tepat melingkar di pinggang Putri.
" Elang.. Lo gak harus nyimpan tangan Lo disini kali.."Gumam Putri sinis di telinga Elang, sembari membetulkan posisi lengan Elang yang seharusnya
" Diam saja.. Turuti saja ritmenya. Tak ada penolakan, kalo Lo banyak protes yang ada orang lain bakalan curiga." Putri dengan terpaksa mengikuti apa yang direncanakan Elang pada dirinya.
Beberapa sahabat dan juga kerabat dari Elang tampak sangat bersuka cita dengan keputusan Elang untuk bertunangan dengan Putri.
" Sekelas perjodohan tanpa penjajakan, bahkan terkesan sangkat singkat.. Gue rasa Lo main-main Lang.."
Romi sahabat dari Elang yang juga menjabat sebagai manager keuangan di perusahaan Elang menyangsikan hubungan keduanya hanya sebatas permainan Elang saja.
" Mana mungkin gue main-main, sampe ngelibatin keluarga gue.."Sanggah Elang.
__ADS_1
" Lalu.."
" Tepatnya sebuah kesepakatan antara gue dan dia.. Lo tau kan simbiosis mutualisme? Nah kaya gitu persisnya.."Imbuh Elang lagi.
" Lo gila.. Palingan Lo aja yang maksa tu cewek iya kan.. "
Elang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Romi.. Keduanya sangat menikmati pesta yang berlangsung malam itu.
*****
Pagi hari di rumah keluarga Sasongko..
Putri terbangun tak kala ponselnya terus saja berdering, dengan malas Putri terpaksa menjawabnya.
" Hallo..."
" Lo baru bangun?." Tanya Elang diseberang telepon.
" Lo Lang.. Ngapain pagi gini.. Kan libur.."
" Emang libur... Siapa juga yang nyuruh Lo kerja. Hari ini gue jemput ya.... "
"Mau kemana?."
*****
2 jam kemudian...
"Kita kemana sih ini..?."Putri tak henti-hentinya bertanya sepanjang perjalanan.
"Lo nganter gue ke tempatnya Marsha.. Habis itu Lo jemput gue lagi.. "
"Haaahh.. Gak salah?."
"Kapan gue jadi sopir Lo.."Putri mulai geram.
" Udah jangan banyak protes nanti juga giliran Lo kalo mau ketemu sama Gerry gue anterin ko.."
" Emangnya separah itu yah.. Keluarga Lo ngintilin Lo?."
" Iya begitu.. Kalo sampe gue ketauan jalan sama cewek selain Lo, abislah semua rencana gue."
Mereka tiba di sebuah apartemen yang tak jauh dari Mall paling tersohor seantero jakarta.
"Gue turun ya.. Lo bawa aja mobil gue. Nih kartu gue, pake buat Lo..."
__ADS_1
" Lo nyogok gue pake kartu Lo?." Putri tak habis pikir dengan kelakuan Elang.
" Udahlah terima aja, gue tau Lo banyak uangnya. Tapi Lo jangan nolak pemberian gue.."Black Card berhasil diselipkan di dalam tas mungil Putri.
Tak punya pilihan lain, putri mencari tempat agar dia bisa diam bersantai menunggu Elang selesai berkencan dengan Marsha, si model majalah dewasa itu. Pilihan jatuh pada Mall yang dekat dengan Apartemen milik Marsha.
" Biar gue gak terlalu jauh jemput Elang.." Gumam Putri sambil memarkirkan mobil Elang.
Putri memilih sebuah Caffee di dalam Mall yang cozzy untuk sekedar bersantai. Cukup lama dia menunggu Elang, hampir 2 jam lebih Putri terduduk sendiri di tempat itu.
" Lo berhasil bikin gue nunggu.. Liat aja nanti." Gerutu Putri dalam hatinya.
Begitupun Putri.. Elang menepati janjinya ketika Putri dan Gerry ingin menghabiskan waktu berdua. Dan kegiatan seperti itu berlangsung dua sampai tiga bulan lamanya.. Saling bekerja sama hanya untuk menutupi kepentingan masing-masing di hadapan orang tuanya.
*****
" Lang, anterin gue sebentar ya ke tempatnya Gerry.." Putri yang saat itu pulang dari perjalanan dinasnya sama Elang dari Bogor. Sebulan setelah pertunangan mereka, Putri naik jabatan menjadi wakil manager keuangan. Terkadang Putri ikut Elang dalam perjalanan dinas ke luar kota.
" Ini udah jam setengah 10 Put, besok aja ya.. Lagian pasti Lo lama disananya.."
" Bentar ko.. Gak bakalan lama. Cuma ketemu doang bentar ya.."
"Iyaa deh iya.."
20 menit kenudian sampailah Putri dan Elang di depan apartemen Gerry.
" Gue tunggu disini.. Jangan lama-lama.."
" Iyaa.. Bawel."
Beberapa langkah sebelum sampai depan apartemen Gerry, Putri merasakan sesuatu yang tak mengenakan hatinya. Pintu apartemen Gerry terbuka sedikit, terlihat sedikit celah untuk melihat ke dalam.
" Aneh .. Ko pintunya kebuka gini sih.. Gerry teledor banget jadi orang gimana kalo ada yang masuk.."
Keanehan semakin menjadi disaat Putri masuk ke dalam, terlihat beberapa botol minuman dan juga makanan ringan berserakan di meja, bahkan celana pendek wanita yang tertinggal di lantai apartemen itu...
Perasaan Putri semakin bercampur tak enak ketika samar-samar terdengar erangan wanita dari balik kamar Gerry.. Putri yang penasaran dengan asal suara erangan itu sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya untuk mendekat.. Alangkah terkejutnya Putri dengan apa yang dilihatnya.. Gerry dan seorang wanita sedang asyik bergumul penuh nafsu di atas tempat tidur tanpa sehelai kain pun menutupi.
Gerry yang menyadari kedatangan Putri sama terkejutnya tahu bahwa Putri memergoki dirinya berselingkuh.
"Putri.."
Putri tak bisa menahan dirinya lagi, seketika Putri langsung berlari dari apartemen Gerry.
Elang yang melihat Putri berlari dari kejauhan sambil menangis langsung keluar dari dalam mobilnya...
__ADS_1