ROMANSA Sang PLAYBOY

ROMANSA Sang PLAYBOY
R#Hanya Berdua


__ADS_3

Haii.. ketemu lagi pembaca setia.. Semoga tidak pernah bosan ya... 😍😍😍


*****


Melihat tingkah Putri yang seperti itu membuat gairahnya tergugah kembali. Mengingat erangan dan desahan wanita itu, cukup membuat otaknya membuncah. Ingin rasanya mengulang itu semua.. Tapi kejadian semalam membuatnya hatinya kembali merasa bersalah.


"Ada tukang di ruangan Lo lagi ngerjain apa?." Pertanyaan Putri membuyarkan lamunannya seketika.


" Oh itu lagi renov ruangan istrahat gue, Ganti furniture sama yang baru.. "


" Ruangan istirahat? Ko gue baru tau disana ada ruangan istirahat.."


" Lo gak tau? Ada.. Keliatannya kaya lemari gede padahal itu pintu masuk.. Buat kita kalo kapan-kapan ke pengen di kantor.."


"Ckck.. Dasar otak mesum.." Cibir Putri sambil mendelik.


" Lang.. Ko mama Lo gak kenapa-napa kita tinggal barengan. Padahal mama gue aja taunya gue tinggal sendiri.."


"Gak tau.. mama sih orangnya cuek sebenernya. Mungkin pikirannya aja kali ya, supaya kita timbul rasa dari perjodohan kita.. Padahal gue udah cinta mati gini sama Lo.. "


"Mulai lagi deh.."


" Udah ah gue mau tidur.. ngantuk."


Putri melengos meninggalkan Elang di dapur sendiri.


*****


" Ting tong...."


" Lang.. Bukain dong, lagi tanggung masak nih.." Teriak suara Putri dari arah dapur.


"Siapa sih pagi-pagi gini udah dateng.. Pasti mama lagi.." Elang dengan kesal segera bangun dari sofa, sebelumnya ia pindah dari kamarnya.


"Gadis... Kamu kesini."


"Iya sayang.. Aku kangen sama kamu.." Tiba-tiba pelukan yang tidak diinginkan di berikan Gadis pada Elang.


Sumpahnya demi apapun itu lutut Elang serasa lemas, tangannya dingin menyaksikan Gadis yang datang tanpa di undang. Sementara Putri sedang sibuk memasak di dapur.


" Siapa itu Lang?."


" Aku Put.. "


Tanpa diminta, tanpa di suruh Gadis masuk sendiri ke dalam apartemen.


Putri langsung menoleh mendengar ada suara perempuan menyahut.


"Oh.. Kirain siapa.."


Wajahnya datar.. Tak ingin berbasa-basi ia terus sibuk menyelesaikan kegiatannya pagi itu.


Sebelum berangkat ke kantor Putri memang selalu menyisihkan sedikit waktunya sekedar membuatkan sarapan, entah itu hanya nasi goreng, roti bakar, nasi telur.. Apapun itu pasti Elang dengan semangat akan memakannya.


Tapi tidak kali ini, Gadis datang tidak dengan tangan kosong. Ia sudah menyiapkan sarapan yang ia bawa sebelum berangkat ke apartemen Elang.


" Ya Tuhan.. Berikan kekuatan untuk melihat mereka berdua.. " Putri mencoba menguatkan dirinya, tak dipungkiri hatinya memanas.. Rasa cinta dihatinya membuat dadanya bergejolak.


"Nih sayang kamu makan ya.."Gadis mengambilkan beberapa macam makanan ke dalam piring Elang.


Putri hanya berpura-pura mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya sambil sesekali melihat ponsel yang ada di tangan kirinya.


Wajah Elang berubah kikuk.. Putri harus menyaksikan adegan tak menyenangkan dihadapannya.


" Kamu ko bisa kesini pagi-pagi banget?."

__ADS_1


Tanya Elang membuka keheningan di antara mereka bertiga.


" Aku cuma pengen aja bawain pacar aku sarapan.. Takut bosen harus makan itu-itu aja."


Putri menatap tak suka ke arah Gadis, ia tahu bahwa saat itu Gadis sedang menyindirnya.


"Tapi aku suka.. "Elang mencoba sebisa mungkin membela Putri dihadapan Gadis.


Nafsu makan Putri seketika hilang.. Ia menyeka mulutnya dengan tissue dan segera berangkat ke kantor. Biasanya Putri akan menunggu Elang terlebih dahulu mandi lalu berangkat ke kantor bersama-sama.


Elang menampakan sikap tak sukanya pada Gadis.


" Kamu kenapa harus nyindir-nyindir Putri kaya gitu sih?."


"Loh.. Aku gak nyindir.. Aku cuma bilang takut kamu bosen makan itu-itu aja.."


" Sama aja itu nyindir namanya.. Udah aku mau mandi dulu.."


" Kamu kan belum ngabisin makanannya.."


" Gak enak.."Ucap Elang sambil ia pergi meninggalkan Gadis di ruang makan.


"Gak enak.. aku kan masak sendiri Lang.." Gerutu Gadis menahan kesal.


*****


"Aku anterin kamu pulang dulu ya.."


" Ko anter pulang.. Kan aku bisa ikut kamu ke kantor.."


Elang mencoba sebisa mungkin menahan kesabarannya.


"Hari ini aku banyak kerjaan.. Kerjaan aku numpuk banget.. Gak bisa kalo kamu diem di kantor. Pasti kamu jenuh.."


" Ya udah.. kamu anter aku pulang aja."


Rencana Gadis kali ini berhasil.. Berhasil membuat putri cemburu dengan kedatangannya pagi ini.


*****


" Put.. Ke ruangan gue sekarang!!."


Terdengar suara Elang di seberang telepon..


"Ada apa?."


" Ini perintah..!!."


"Iih...." Putri menggerutu kesal.. Kadang Elang suka seenaknya menyuruh-nyuruh dirinya.


Dengan langkah gontai.. Ia segera menaiki lift naik ke lantai 10, hanya berbeda 2 lantai dengannya.


"Ada apa?." Wajahnya masih terlihat masam..


"Sini deketan.." Elang menarik tangan Putri agar mendekat padanya.


" Lo napa sih masih marah karena tadi dia dateng?."


"Please Lang.. Jangan sebut dia lagi diantara kita..!!."


" Gak... Cepetan bilang ada apa?."


"Lo gak mau liat gue dari tadi? Masih marah kan?."


Elang tidak tahu kalau Putri sedang menghindar dari tatapan matanya, ia tak ingin kalah.. Kalau sampai ia menatap mata Elang runtuh sudah perasaannya.. Tak bisa untuk menolak pesona lelaki yang sudah merenggut keperawanannya.

__ADS_1


" Heii... Put." Elang mengapit dagu Putri agar mau melihat ke arahnya. Tapi bola mata Putri sebisa mungkin tak ingin melihat ke dalam mata Elang.


" Liat mata gue napa sih.. Kalo Lo gak mau liat gue cium sekarang juga.."


Tak ingin Elang melakukan hal itu akhirnya Putri mengalah, lantas ia mau menatap mata Elang.. Mata tajamnya.


Tak lama Elang memberikan sebuah ciuman di pipi Putri.. Mata Putri langsung terbelalak..


" Iih apaan sih.." Segera ia menghapus jejak bibir Elang di pipinya.


" Bohong terus.. Kapan Lo gak bohongnya.."


" Sekali ini.. Gue suka liat Lo marah. Apalagi kalo lagi cemburu.. Tambah gemesh gue ma Lo.. Mata Lo tuh tambah keliatan gede.."


Elang terkekeh geli melihat rona wajah Putri yang memerah seketika.


"Lo manggil gue kesini ada perlu apa?."


"Temenin gue ke Bogor.."


" Ngapain?."


" Kontrol proyek.."


" Tapi gue-"


" Gue gak mau di tolak.. Ini perintah atasan."


" Kapan?."


" Sekarang juga.."


" Sekarang?."


" Ya.. Lo siap-siap. Minta dokumen yang udah gue minta sama Romi."


" Iya.. Gue minta sekarang.."


*****


" Napa bukan sama pak Romi aja berangkatnya?."


"Gak ikhlas?."


" Bukan gak ikhlas.. Bukan gitu.."


Elang memakaikan Putri seatbelt saat mereka akan berangkat ke Bogor menjelang siang.


Cahaya matahari belum terlalu kuat menampakan sinarnya. Elang memutuskan menyetir sendiri tanpa sopir. Hitung-hitung dalam rangka liburan berdua pikirnya.


Tak ingin terganggu untuk beberapa saat Elang mematikan ponsel miliknya. Hanya ingin berdua tanpa terganggu oleh siapapun. Termasuk Gadis.


Putri teringat kata-kata Susan saat Elang memutuskan untuk menyudahi hubungannya karena Gadis.


" Kamu harus kembali merebut cinta Elang.."


Tidak harus kembali di rebut toh Elang cinta matinya sama Putri.. Keadaan yang membuat mereka terpisah..


Mata Elang lurus ke depan tapi tangan kirinya menggenggam erat tangan Putri .. Putri tersenyum seolah tidak ingin melepaskan kesempatan yang datang padanya kali ini.. Hanya ingin berdua selamanya.


*****


**Yuk dukung author cukup dengan memberikan komen, like dan votenya ya..


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2