
Haii Ganks.. Ketemu lagi kita..
Selamat Membaca ya... 😘😘😘
Mata Elang masih terlihat sayu, ia mencoba menahan kantuk yang mendera. Walaupun begitu ia masih bisa mengemudi dengan stabil.
Harinya mulai cerah tidak seperti kemarin-kemarin, gelap dan membingungkan..
" Napa senyum-senyum terus.. Lagi bahagia ya.." Lirikan matanya ia tujukan pada Putri yang sibuk terus dengan ponselnya.
" Kepo banget sih Lo.."
" Idih nanya ko jawabnya gitu..."
" Biarin..."
" Apaan sih..??." Elang merampas paksa ponsel milik Putri.. Membuka-buka chat grup jurusan kuliahnya dulu..
"Siniin.. Lo lagi nyetir.. Bahaya kalo buka-buka ponsel."
Wajah lelaki itu datar tanpa ekspresi.. Hidungnya memerah dan sesekali diiringi bersin.. Tidak salah lagi Elang terkena flu.
" Ke dokter ya.."
"Gak mau.. "
" Terus? Minum obat ya.. Nanti di depan berenti dulu kita beli paracetamol aja ya.."
Elang tetap menggeleng..
"Terserah deh.."
Putri kembali memainkan ponselnya seperti tadi.
" Lo mau ada acara apaan sama temen-temen kuliah Lo dulu?." Isi chat grup kuliah Putri cukup membuat Elang penasaran.. Ada yang tak ia sukai dari sana.
" Ada temu kangen .. Reunian gitu, acaranya di Puncak. "
" Lo ikut?."
" Ikutlah.. Udah lama gak refresh otak.. Mumet."
" Gak usah ikut aja.."
" Lang... Napa sih.. Lagian gue juga gada acara weekend ini.."
"Ada nanti gue temenin.."
" Gadis?."
Putri tahu hanya dengan begitu Elang takkan bisa berkata apa-apa..
Benar saja Elang tak mampu lagi berkomentar.
" Heii Bro.. kayanya udah ada pencerahan nih.."Goda Bima saat mendatangi ruangan Elang.
" Hehehe.. Tau aja sih Lo.."
Bima mengerutkan wajahnya mendengar jawaban Elang..
"Putri udah balik?."
"Udah.. Tuh ada di ruangannya.."
"Waaahh.. Gila nih ini gila..."
" Apaan yang gila... ?." Romi datang dan ikutan nimbrung pembicaraan dua sahabatnya itu.
" Itu Putri katanya udah balik.. Ada di ruangannya.." Timpal Bima
__ADS_1
"Iya.. gue juga liat Putri ada di ruangannya.. Lo nemu dimana? Ko bisa balik lagi?."
" Yah.. Namanya juga gue.. Apa sih yang gak bisa gue lakuin.. Semuanya karena cinta.." Jawab Elang dengan santai.
Bima dan Romi tergelak berbarengan mendengar Elang mengatakan soal cinta.
"Anjriiit...!!! Apa kata Lo tadi Cinta?." Bima menegaskan lagi.
" Cinta dia bilang.."Romi menimpali candaan Bima.
"Dasar ya Lo pada gak ngertiin.. Nanti baru tau rasa kalo Lo pada ngerasain jatuh cinta.." Elang mendengus kesal.
" Ogah gue mah kalo harus kaya Lo.. "
" Emang gue ngapain?." Wajah Elang mendongak ke arah Romi yang berdiri di depannya..
" Kaya Lo yang galau karena cinta, ini pengen itu pengen.." Kedua sahabat Elang itu pun tergelak kencang..
" Huuusshhh... kalo ngomong pelan.. Dasar Lo, gimana kalo Putri denger. Baru aja gue baikan.. Kampret Lo pada."
" Gak mungkin dengerlah.. Ruangannya kan di bawah.."
" Maksud gue, takutnya tiba-tiba dia dateng."
" Lagian kata siapa gue pengen dua-duanya.. Gue lagi nyusun cara gimana caranya ikannya dapet airnya bening."
" Maksud Lo apaan siih gak ngerti gue?." Bima mengangkat kedua alisnya.
" Maksud gue sampe kapanpun gue bakalan pertahanin cinta gue.. Gimana pun caranya.. Tanpa ada masalah kedepannya.."
" Ya itu tergantung Lo nya aja mau milih siapa . Tentuin jangan sampe Lo udah buang tapi Lo masih kejar terus.. Gila kan Lo lama-lama."
" Aah.. Udah.. Udah.. Keluar-keluar jangan malah nasehatin gue! Kalo gak keluar gue potong gaji Lo pada.."
" Wiidiiihhh ini galak amat sih bos... Iya-iya kita keluar."
Cinta emang bisa buat kita gila bahkan sampai hilang akal.
" Lang... "
Tiba-tiba Gadis sudah masuk ke dalam ruangannya,, diikuti Mona yang mengikutinya dari belakang.
" Pak.. Saya sudah bilang kalo bapak lagi sibuk."
" Ga papa.. Mon.."
Gadis melingkarkan tangannya di bahu Elang.
" Ko kesini gak bilang dulu.."
" Kan surprise.. Masa gak boleh ngasih surprise sama kamu.."
" Bukan gitu, nanti kalo ada yang liat gak enak juga. Hubungan kita kan gak boleh di ekspose dulu."
"Ck.."Gadis berdecak kesal.
"Jadi kapan kita mau publish?."
" Ya nanti.. Gak tau kapan."
" Ya udah aku bakalan sabar nungguin kamu.. Eh aku kan ke sini bawain kamu makan siang, aku tadi pesenin di resto favorit aku loh.. Nihh aku siapin dulu ya buat kamu.."
Gadis mulai membuka beberapa bungkusan kecil berisi makanan untuk makan siang Elang di meja..
" Lang .. Cobain dong.."
Elang beringsut dari tempat duduknya kemudian berdiri menuju meja yang berada di ruangannya. Dari pada Gadis terus-terusan memaksanya makan membuat kupingnya sakit, Elang menuruti kemauan Gadis.
"Enak gak?."
__ADS_1
" Enak.."
" Tapi lebih enakan masakan Putri, sumpahnya gak boong.. Walopun masakan rumahan tapi justru bikin kangen." Bisik Elang dalam hatinya.
"Aku tadi juga udah ngasih Putri ko.. Di anterin ke ruangannya, tapi dia kaya yang gak seneng gitu.. Boro-boro bilang makasih aja gak.."
" Uuhuk.." Seketika Elang tersedak makanan.
" Kamu napa sih.. Sampe tersedak gitu, pelan dong makannya.."
Wajah Elang terlihat memerah..
"Ya Tuhan please sehari aja gada masalah.. Pasti Putri marah besar.."
Beberapa saat sebelum Gadis menemui Elang
" Mbak.. Ruangan Putri dimana ya?." Gadis mencari tahu ke bagian personalia di lobby.
" Putri Dwi Sasongko?." Ujar pegawai personalia itu.
" Di lantai 8.. Ruangan wakil manager."
"Oh makasih mbak.."
Setelah melewati beberapa ruangan Gadis akhirnya bisa menemukan ruangan Putri, tidak terlalu sulit.. Meski banyak melewati beberapa ruangan.
" Tok.. Tok..."
" Ya masuk.."
" Haii Put.." Gadis berdiri di depan pintu, sangat angkuh dan wajahnya sombong..
" Ada perlu apa?." Putri bersidekap..
" Aku sengaja ke sini nganterin makan siang buat Elang, tapi aku juga bawain loh buat kamu.. Di makan ya.. Oh iya, aku harus ke ruangan Elang dulu ya.. Daahh Put..."
Terbayang bagaimana wajah dan perasaan Putri saat itu, ketika hatinya sedikit demi sedikit mulai terobati harus di siram lagi dengan air garam.. Perihh..
"Aku udah kenyang.." Elang mendorong wadah berisi makananya menjauh.
"Loh.. Ko udah kenyang kan baru dikit makannya juga, yang ini juga belum di makan.."
"Tadi sarapan banyak banget.."
" Putri yang masakin?."
" Hmm.."
" Tuh kan masakan Putri aja kamu mau makan banyak.."
Salah lagi... Serba salah kalau menghadapi Gadis, berbeda dengan Putri. Walaupun dia cerewet sangat super duper cerewet tapi ia tak suka memaksa..
" Jadi kangen sama Putri.."
" Dis.. Aku lupa jam 2 aku ada meeting."
" Jadi kamu ngusir aku?."
" Bukan ngusir.. Makanya kalo kesini kamu bilang dulu.."
"Ya udah.. Aku pulang sekarang."
Gadis melengos pergi .. Marah menutup pintu dengan keras.
Padahal Elang hanya membuat alasan sekedar lepas dari Gadis sejenak.. Hanya takut dengan perasaan Putri, sebisa mungkin ia menjaga hati Putri agar tak tersakiti..
**Terimakasih bagi yang sudah setia membaca...
Dukung author ya.. cukup komen, like dan vote
__ADS_1
Makasih... 💋💋💋
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤**