
"Keliatan kaya cowok rumahan.." Goda Putri pada Elang yang tengah sibuk berbelanja kebutuhan dapur.
" Cowok model gini banyak dicari, jangan salah." Timpal Elang.
" Pulang dari sini gue masakin ya.. "
" Bisa gitu?." Tanya Putri.
" Bisalah.. Liat aja nanti.."
"Siipp..." Putri mengedipkan sebelah matanya.
*****
Jam 12 Malam..
" Kring... Kring..." Ponsel Elang berdering.
Tangan Putri mencoba meraih ponsel Elang yang di taruh di meja sebelah tempat tidurnya. Terlihat nama Marsha memanggil.. Tapi Putri hanya mendiamkannya saja tanpa menjawab panggilan masuk itu.
" Bip.. Bip.."
Kemudian Putri membaca pesan masuk di ponsel milik Elang itu.. Ternyata karena panggilannya tidak dijawab, Marsha mencoba meninggalkan pesan di ponsel Elang.
" Lang.. aku kangen banget sama kamu. Udah lama loh kita gak saling muasin lagi.. Please dateng ya besok.."
Kantuknya yang terasa berat kini matanya terbuka lebar setelah membaca pesan singkat dari Marsha untuk Elang itu, hatinya panas seperti bara api yang mencoba menyambar. Sedangkan Elang yang tertidur di sebelahnya tidak tahu menahu kalau Putri tengah menahan rasa cemburu yang teramat sangat.
Putri yang gelisah tidak bisa memejamkan matanya kembali, saking gelisahnya tubuhnya terus dibalikan ke arah kanan dan ke kiri, hal itu tentunya membangunkan Elang karena Putri mengusik ketenangannya tidur.
Melihat Putri yang menggenggam ponselnya membuat Elang bertanya..
" Kenapa.. Ko gak tidur..?."
Inilah yang ditunggu Putri. Ia tidak bisa menunggu esok hari untuk mengintrogasi Elang perihal pesan dari Marsha.
Elang akhirnya mengambil ponselnya dari tangan Putri. Melihat log nya.. ada panggilan dan pesan dari Marsha.
" Jadi ini?." Elang memperlihatkan pesan singkat dari Marsha pada Putri.
Putri tidak menjawab, ia hanya memperlihatkan wajah tak sukanya.
" Put.. Ko diem sih.. Gue gak tau beneran Marsha bakalan ngirim pesen gitu.."
Putri tetap tak bergeming..
"Ya udah.. Gue blokir nomornya Marsha nih liat.." Elang akhirnya memblokir nomor Marsha agar tidak bisa menghubungi dan mengiriminya pesan lagi.
" Udah ketauan sama gue baru di blok.. " Putri marah dan tidur memunggungi Elang.
" Put.. Udah dong jangan marah, ini tengah malem loh.. Masa mau ribut." Elang memeluk Putri dari belakang.
" Lo cinta sama Marsha?."
" Nggak.."
" Bohong.." timpal Putri yang masih memunggungi Elang.
" Kalo gue cinta, udah gue nikahin dari dulu."
Setidaknya jawaban Elang bisa mendinginkan perasaan Putri saat itu.
__ADS_1
*****
"Widiiiihhh... Yang abis pulang dari Bandung beda banget nih.. Kaya abis menang lotre.."Ledek Romi saat datang ke ruangan Elang.
Elang tertawa..
" Bisa aja Lo... Tapi nih ya kalo gue gak dateng ke bandung kemaren, gue gak bakalan dapetin Putri."
" Yang bener? Emang Lo pada ngapain aja di sana?."
" Yang pasti gak bisa gue lupain.." Sahut Elang.
" Pantesan aja.. Lo udah gak keliatan berantakan lagi. Gue ikut seneng bro.. Akhirnya Lo gak hidup dalam sandiwara lagi."
Satu jam kemudian..
Isi chat Elang dan Putri
"Lagi apa Put..?."
"Lagi kerjalah."
" Sibuk gak?."
" Lumayan.. Kenapa?."
" Dateng ke ruangan gue sekarang."
"Gak bisa! kerjaan masih banyak. Kalo gak beres sekarang gue harus lembur."
" Siapa yang nyuruh Lo?."
"Yang jadi bos di sini gue apa Romi?."
"Iya iya deh gue kesana sekarang."
Putri merapikan sedikit berkas-berkas yang berserakan di mejanya, setelah itu pergi menemui Elang di ruangannya.
Tanpa mengindahkan Mona yang sedang duduk di tempat kerjanya Putri melenggang melewati Mona dan masuk ke ruangan tunangannya itu.
" Ada apa?." Tanya Putri kesal karena pekerjaannya diganggu oleh Elang.
Elang berdiri dari kursinya dan menyambut kedatangan Putri dengan pelukan.
" Lang.. Ini di kantor.."
" Ya biarin.. Kantor-kantor gue.. "
Elang semakin berani dan mendorong Putri pelan untuk duduk di sofanya. Kemudian membuka tiga kancing kemeja Putri bagian atas. Terlihat kulit putih Putri dengan bra berwarna peach sebagai penutupnya.
" Kan bisa nanti pulang Lang.. jangan di sini.."Tolak Putri.
" Gue maunya di sini.."
Elang menarik tangan Putri dan menggiringnya masuk ke dalam toilet pdibadinya.
"Lang... Takut ada orang masuk.."
" Gak ada yang berani masuk tanpa izin gue, jangan takut..!."
Elang mencium bibir Putri sampai lipstik yang menempel di bibirnya sudah tak berbekas lagi. Kemudian Elang membalikan posisi tubuh Putri agar membelakanginya..
__ADS_1
" Bentar ya.. Cuman bentar ko.. "Pinta Elang.
Rok yang dikenakan Putri sudah tersingkap ke atas, walau sedikit ketat tapi bukan halangan bagi Elang. Dari arah belakang Elang menggedor Putri yang pasrah mengikuti hasratnya. Tangan Elang di letakan di kedua dada Putri dan meremasnya.. Hanya butuh 10 menit Elang selesai melakukan tindakan yang cukup memacu adrenalinnya itu. Segera Putri membilasnya dengan air saat itu juga.. Merapikan dandanannya yang cukup berantakan. Akan sangat kacau kalau sampai Mona melihat Putri keluar ruangan Elang dalam keadaan seperti tadi.
Elang tersenyum lega dan puas melihat Putri selesai dari kamar mandi.
" Jangan cemberut gitu dong.."Elang mengepulkan asap rokoknya ke udara..
" Ini kantor Lang... Gue takut ada yang tahu.."
" Kalo pun tau ya ga papa.. Emangnya kenapa?." Elang balik bertanya.
" Gak papa.. Udah ah gue balik ke ruangan dulu.."
" Eh.. Tungguin.. Jangan dulu keluar!!."
" Apa lagi sih..?." Tanya Putri malas-malasan.
" Temenin gue aja di sini.. Kerjaan Lo biar Romi yang ngerjain.. Enak aja nyuruh-nyuruh Lo.."
" Iya kan emang kerjaan gue.. "
"Udah deh diem.. Gue CEO nya..!."
Putri memilih diam.. Kali ini ia hanya tidak ingin berdebat memperpanjang masalah sepele.
Perjalanan Pulang..
" Kita sekalian nyari makan ya.."
Putri mengangguk..
Elang memarkirkan mobilnya di depan restoran yang menghidangkan makanan khusus sate.
"Pesen sate kambingnya se porsi ya.. " Elang memesan ke salah satu pelayan resto itu.
" Lo mau apa?." Tanya Elang pada Putri.
" Sate sapi aja deh.."
" Baik.. Pesanannya saya catat ya.. Satu porsi sate kambing dan satu porsi sate sapinya.. Silahkan di tunggu.."
" Lo gak seneng sate kambing?." Tanya Elang di sela-sela menunggu pesanannya datang.
" Gak.. Bau.. Bau prengus gitu.."
" Biasanya kalo yang bau itu ngolahnya salah.."
" Tetep aja gak suka.."
" Kalo gue suka banget.. Sengaja makan sekarang biar ada amunisi buat nanti.." Elang melirik nakal ke arah Putri.
"Amunisi buat apaan?." Tanya Putri tidak mengerti.
" Amunisi buat kita nanti, lanjutin yang dikantor.." Bisik Elang.
"Iih Lo.. Kirain buat apaan.. Gak ah gue cape mau tidur.. "
" Hahahaha..." Elang tertawa melihat ekspresi wajah Putri yang meringis geli mendengar celotehan Elang.
Sesaat kemudian pesanan sate kambing dan sate sapi pun datang.. Elang menghabiskan sate miliknya tak bersisa, sedangkan Putri menyisakan tiga tusuk sate dipiringnya.. Perutnya sudah tidak bisa menampung lagi makanan apapun.
__ADS_1