
**Haii raeders.. Sorry lama updatenya, mungkin sistemnya sibuk jadinya belum up..
Selamat membaca ya..😘😘😘**
******
" Napa Lo.. Uring-uringan terus dari tadi?."
Tak menggubris pertanyaan Bima, Elang tetap diam seribu bahasa.
" Lagi patah hati dia.. Liat tunangannya jalan saka cowok lain.."Romi menimpali pertanyaan Bima.
Elang menyandarkan tubuhnya pada sofa kemudian memejamkan matanya mengingat Putri dan Fian sedang bergandengan tangan.
"Anjriit....!!." Tiba-tiba Elang memaki sendiri, mendengar teriakan Elang, Bima dan Romi sontak melihat ke arah Elang mereka berpandangan saling mengangkat bahu masing-masing.
" Bro.. Ini saran gue ya.. Gue emang gak tau ya awal ceritanya gimana Putri sampe jalan sama cowok lain. Tapi gue saranin ma Lo.. Dari pada Lo kesiksa batin Lo, Lo ngomong apa adanya ke Putri tentang perasaan Lo.. "
" Tapi dia sama cowok lain sekarang..." Ucap Elang lirih... Suaranya terdengar bergetar. Entah kenapa tiba-tiba ia menjadi selemah ini.
" Wahahahaha... Liat Rom, dia jadi cemen sekarang. Playboy kita satu ini kalah sama cewek.. Padahal nih cewek yang udah dia tidurin gak pernah dipikirinnya lagi.. Hempaaass cantiikk gitu aja..."
" Bener-bener tuh... Lama-lama dia mewek juga Bim.. "
" Anjing ya Lo berdua tuh... !!!." Tak ingin lebih lama menjadi bahan candaan dua sahabatnya Elang mengambil jaketnya lalu pergi meninggalkan rumah Bima saat itu juga. Perasaannya sudah tak menentu, yang ia mau saat itu adalah bertemu dengan Putri dan berbicara padanya.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen ia terus menggerutu tak jelas, wajahnya merengut kesal ingin rasanya ia teriak.
Sampai apartemen amarahnya kembali tersulut melihat Fian mengantarkan Putri sampai depan lobby. Mereka terlihat sangat akrab tidak berjarak, senyum yang tercetak di bibir Putri lepas tanpa paksaan..
" Sial!!! Kenapa Putri kelihatannya seneng banget ya..."
Mobil Elang diparkirkan di Basement, ia terlebih dahulu sampai di dalam apartemen. Hatinya sudah tidak kuat ingin segera mengeluarkan amarah yang membuncah sedari tadi.
Sementara dengan Putri, ia berterimakasih karena Fian sudah mengajaknya sarapan pagi. Kebetulan selepas Elang pergi, Fian menelepon Putri untuk bisa ikut sarapan dengannya.
Putri yang kesal dengan kepergian Elang ke tempat Gadis, akhirnya mengiyakan untuk ikut Fian.. Tak ubahnya hanya sebagai sarana balas dendam Putri pada Elang.
Hati Elang sudah bergemuruh hebat tak kala Putri berdiri dihadapannya.
" Dari mana?."
" Abis pergi.. Cari-"
Belum sempat menjawab, Elang sudah menyela dengan cepat..
"Sama cowok itu lagi..?."
"Iya..." Entah kenapa Putri refleks menundukan kepalanya, ada sebersit rasa bersalah dihatinya.
__ADS_1
" Kenapa Put?."
" Apanya yang kenapa?." Putri mendongakan kepalanya, mata mereka saling bertautan. Tepat sasaran.
" Kenapa Lo jalan sama dia? Lo suka?."
Tatapan mata itu, ya ampun.. Kenapa Putri merasa sebersalah itu.. Kenapa tiba-tiba hatinya terenyuh.. Mata Elang menyiratkan kepedihan yang mendalam.
" Nggak... Gue cuma temenan sama Fian.. Gak lebih."
" Jangan pergi lagi sama dia!!." Suaranya lirih..
" Dia cuma nemenin aja.. Saat gue lagi butuh temen dia selalu ada, dari dulu.."
" Gue sekarang bakalan selalu nemenin Lo.. Gue janji."
" Lo gak bisa.. Lo cowok orang!."
Elang mendekatkan dirinya, kini jarak mereka sangat dekat..
" Gue udah mutusin Gadis.. dan apa yang gue lakuin kemaren ke Lo itu adalah kesalahan besar. Gue mau minta maaf sama Lo.."
Oh Lang.. Jangan menatap Putri seperti itu dong.. Bikin meleleh tau..
" Putus? Lalu dia?."
" Udah jangan ada Gadis dan cowok lain lagi diantara kita.. "
Putri terhenyak.. Berarti Elang melihatnya jalan bergandengan tangan dengan Fian saat menyebrang pagi tadi.
" Iya.. Gak akan lagi ko.."
" Entah kenapa hati gue sakit rasanya cuma hanya liat Lo jalan sama cowok lain. Gimana kalo gue sampe kehilangan Lo.." Elang menarik tubuh Putri. Seketika dirinya hanyut dalam pelukan lelaki itu.
" Janji Lo gak bakalan sama cowok lain lagi?."
" Iyaaa janji.." Ada rasa nyaman ia rasakan kembali, sangat nyaman berada dipelukan hangat lelaki berbau maskulin itu. Rasa nyaman yang hampir belakangan ini tak ia dapatkan.
*****
" Put.. Gak jadi ikut komunitas?."
"Nggak.. Bisa-bisa tiap gue pulang diinterogasi terus."
"Ituh.. Lo udah pinter sekarang."
" Iih...". Putri berdecih kesal.. Memang akhir-akhir ini Elang sering menunjukan rasa cemburunya yang berlebih. Ketakutannya semakin menjadi. Tapi arogansi pada lelaki itu masih terus ada dan tak akan pernah hilang.
" Makan malem apa ya?." Sore hari itu Putri sibuk mencari-cari bahan makanan di dalam kulkas, ketika ia bingung biasanya Putri akan bertanya pada Elang.
__ADS_1
" Lang.. Kita mau makan apa malem ini? delivery aja ya.."
" Ko delivery.. Kita kan mau makan malam di rumah keluarga gue Put..."
" Makan malem? Ko baru tau sekarang."
"Iya lupa.. Kemaren mama dateng nyuruh kita buat ke rumah malem ini. Sama keluarga Lo juga ko.."
Putri mengernyitkan alisnya.. Heran biasanya kalau kedua keluarga mengadakan pertemuan makan malam akan ada yang dibahas.. Apalagi kalau bukan hubungan dirinya dengan Elang.
*****
Benar saja dugaan Putri sebelum makan malam dimulai, mamanya Elang sudah berseloroh panjang lebar mengenai rencana pernikahan Elang dan Putri.
" Jadi rencananya kita malam ini akan membahas tentang waktu pernikahan kedua anak kita.. Udah nggak sabar." Biasa kalau ibu-ibu sudah bercerita serasa kaya ada di arisan atau ada di sekitar ibu-ibu komplek yang sedang bergosip.
" Benar pak Sasongko.. Lebih baik pernikahan anak kita dipercepat saja.." Pak Wira menegaskan apa yang telah disampaikan istrinya.
" Kalau saya terserah anak-anak saja.. Mereka keberatan tidak kalau pernikahannya dipercepat.."
Semua mata tertuju pada Elang dan Putri. Seolah meminta jawaban.
"Elang setuju kalo pernikahannya di cepetin."
Mendadak mata Putri terbelalak, penuturan Elang membuatnya kaget. Mana bisa pernikahannya di percepat. Sedangkan yang namanya mempersiapkan pernikahan itu butuh waktu yang lama.. Berbulan-bulan supaya yang direncanakan benar-benar hasilnya memuaskan.
" Mungkin setengah taun atau setaun gitu ya.." Dengan sangat hati-hati Putri mengemukakan pendapatnya.
"Loh sayang.. Kelamaan itu. Mama nggak setuju." Mamanya Putri ikut menimpali menolak usulan sang anak.
" Iya tan.. Kelamaan. Tenang aja Put. Semuanya kita urus bareng-bareng jadi cepet selesenya.."
" Iya Putri ini.. Tenang aja pokonya Putri terima beres ya.. Biar Elang aja yang urus." Calon mertuanya itu memang paling senang membuat kejutan.
" Iya deh.. Putri ngikut aja gimana baiknya."
"Nah gitu dong.. Gimana kalo dua bulan lagi."
Merasa tertohok dengan usulan Elang, ingin protes tapi Putri sudah terlanjur menyetujui..
" Dua bulan rasanya pas ya.. Om nggak keberatan Lang.. Tapi bagaimana pak Wira dua bulan?."
" Saya setuju-setuju aja pak Sasongko.. Biar anak-anak yang urus semuanya.. Kita tinggal duduk manis saja sampai acaranya tiba.. Betul tidak."
" Betul-betul.."
Semua tergelak bersama.. Akhirnya sepakat bahwa pernikahan Elang dan Putri akan dilaksankan sekita dua bulan lagi.
*****
__ADS_1
Minta dukungannya ya.. Cukup dengan memberikan komen, like dan votenya.. makasih..
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤