
Tidak bisa berpikir panjang Putri terdiam di sudut ruangan dekat gudang belakang hotel itu, ia menangis sejadi-jadinya atas apa yang barusan dilihatnya itu. Putri tahu kalau suaminya pasti akan mencarinya ke semua tempat, perasaannya kacau balau, badannya gemetar. Ketika otaknya seketika tidak bisa berpikir jernih untunglah Mike menelepon.
Putri mendiamkannya sejenak, bibirnya kelu untuk berkata-kata. Bayangan ia menggape suaminya masih tergambar jelas seakan tidak mau pergi.
" Hallo.." Suaranya tertahan lirih.
" Kamu kenapa Put? Apa ada yang terjadi?." Suara Mike terdengar begitu khawatir.
" Kak.... " Putri semakin menjadi, ia bingung apakah harus mengatakan apa yang dilihatnya ataukah bungkam. Kalaupun bungkam ia butuh penjelasan dari Mike, setidaknya Mike tahu siapa wanita ****** yang sedang bersama suaminya.
" Oke.. Gini aja Put.. Kamu dimana sekarang?."
" Masih di hotel kak.."
" Oke gini aja.. Kamu diam di sana. Sopirku akan membawa kamu kemari. Karena aku belum bisa kemana-mana. Mamaku belum siuaman.. Yah, kamu diam di sana jangan kemana-mana! Kamu di sebelah mana?."
" Aku di dekat gudang."
Tanpa banyak bertanya lagi, Mike segera mengutus sopir pribadinya untuk menjemput Putri di hotel. Mike sudah menduga ada sesuatu terjadi padanya, dari nada bicaranya, tangisannya dan tempat dimana ia berada sekarang.
Hampir 20 menit Putri menunggu Mike, kakinya seakan lemas. Beberapa pegawai hotel ada yang menanyainya tentang apa yang dilakukan Putri di sana.
Sopir Mike menemukan Putri sedang duduk berselonjor, penampilannya sedikit semraut.
__ADS_1
Sopir Mike memilih menghubungi majikannya apakah yang dilihatnya tidak salah adalah Putri yang dimaksud.
" Pak, wanita yang namanya Putri apakah memakai pakaian warna biru?." Mike ingat Putri memakai pakaian berwarna biru pas tadi bersama dirinya.
" Iya yang itu.. Udah sama kamu Bud?."
" Belum pak! Kayaknya badannya lemes banget, apa saya bawa aja ya pak?."
" Bentar saya telpon Putrinya dulu. Kamu tunggu di sana!." Mike mengakhiri sambungan teleponnya dengan sopir pribadinya, Budi.
" Put, ada Budi sopir aku yang jemput kamu. Sekarang dia ada di dekat kamu ada tidak?." Putri segera berpendar pandangan sekitarnya, ada lelaki memakai seragam warna coklat tua sedang menatap tersenyum kearahnya.
" Ada kak.."
" Ya udah, kamu jangan khawatir ya. Ada Budi yang akan bawa kamu kemari.. Oke!."
Dibantu Budi, Putri berjalan dipapahnya ke parkiran hotel di depan. Putri merasa beruntung karena setidaknya ada Mike yang saat ini menemaninya.
Mike menunggu kedatangan Putri di lobby Rumah Sakit, karena dari laporan Budi keadaan Putri sedikit mengkhawatirkan.
Mike membawa Putri dengan kursi roda, membawanya ke IGD.
" Kak.. Aku tidak apa-apa jangan berlebihan!."
__ADS_1
" Tidak, kamu harus diperiksa dulu. Badanmu lemas. Siapa tahu kamu sakit!."
Air mata Putri kembali menetes.
" pasien shock, diharapkan jangan diberi tekanan karena akan mengakibatkan tubuh bereaksi berlebihan." Dokter jaga saat ini selesai memeriksa keadaan Putri.
" Tapi tidak harus dilakukan perawatan kan dok?."
" Tidak perlu. Kami akan meresepkan obat penenang saja jikalau pasien mengalami gangguan susah tidur atau hal lain yang aneh terjadi pada tubuhnya."
" Makasih dok.."
Mike bergegas menghampiri Putri, wajah Mike terlihat cemas.
" Untunglah kamu tidak apa-apa Put!."
" Aku memang tidak apa-apa ko kak." Ujarnya seraya beringsut dari bed IGD Rumah Sakit.
" Lalu kamu kenapa? Kata Budi tadi lihat kamu nangis? Cerita sama aku kamu kenapa?." Tatapan Mike semakin mendalam, membuat Putri memalingkan wajahnya.
" Kita ngobrolnya jangan di sini ya. Ada yang ingin aku tanyakan sama kakak!."
Mike sejenak menatap wajah Putri penuh rasa penasaran, apa yang sebenarnya sedang disembunyikan Putri saat ini darinya.
__ADS_1
*****
Haii ganks... Masih tetap setia kan? jangan bosen-bosen yah.. Jangan lupa selalu dukung author dengan memberikan komen, like dan votenya ya 😘😘