
Haii guys...,mungkin ada kan dari kalian yang ingat kalau Zee itu pecinta doraemon? Nah di bab-bab berikutnya pasti boneka biru satu itu akan banyak berperan dalam cerita ini...
♡♡♡
Mobil Arkhan akhirnya sampai di depan kantor Zee,Zee tampak sudah melepaskan sabuk pengamannya dan hendak turun dari mobil namun gerakannya di cegat oleh Arkhan dengan cara memegangi lengan Zee.
"Ngomong dulu,baru boleh turun." Pinta Arkhan dengan tatapan tegas tak mau di bantah.
Zee si keras kepala tampak mengangkat alisnya dengan gaya menantang.
"Sayang,aku udah minta loh. Oke fine,kemarin aku yang salah. Aku gak nyuruh Kim pergi dan malah nawarin dia duduk dan itu berhasil bikin mood kamu gak bagus. Oke aku sadar aku salah kemarin. Aku udah minta maafkan? Terus kenapa lagi? Kenapa masih di diemin?" Tanya Arkhan frustasi.
Zee masih tak bergeming,dan masih mengangkat alisnya dengan wajah menantang.
Kepalang geram,Arkhan memilih meraup wajah Zee dengan gemas dan berkhir mencubit kedua pipi Zee yang memang agak tembem walaupun badannya munggil.
"Azellea sayang,liat mata aku. Aku Arkhan Ivander,Arkhannya Zee,mau minta maaf. Maaf karena kemarin bikin kamu badmood,maaf karena bantuin Kim duduk,maaf karena bikin kamu cemburu,pokoknya aku minta maaf,aku salah. Kamu mau kan maafin aku?"
Arkhan mengeluarkan jurus puppy crocodile andalannya.
Zee menepis tangan Arkhan dari pipinya kemudian menatap Arkhan dengan bengis.
"Ngapain sih lo?" Bentak Zee kesal,sekarang Arkhan mengunci pintu mobil membuatnya tak bisa keluar.
Arkhan belum menyerah untuk membujuk Zee,jadi ia mengambil posisi dengan wajah tepat di depan muka Zee. Hanya berjarak 7 cm mungkin.
"Zee dengerin Arkhan. Arkhan tau Arkhan salah,Arkhan janji gak akan buat masalah lagi ke depannya,nanti kalau Arkhan buat masalah Arkhan siap sama konsekuensi yang bakal Zee kasih. Zee mau kan maafin Arkhan? Kalau mau Arkhan kasih doraemon nih. Doraemon yang kemarin Arkhan janjiin kan belum di kasih,Zee mau kan?"
Arkhan mengeluarkan jurus jitunya. Yaitu menghadapi Zee dengan manja dan juga memberinya sogokan doraemon.
"Mana doraemonnya?" Bukannya mengatakan "iya aku maafin" atau sejenisnya Zee malah memalak Arkhan dengan raut garang.
Arkhan mengusap dadanya pelan agar sabar menghadapi kelakuan sang pacar.
"Bentar dong. Maafin dulu baru aku kasih doraemonnya."
"Cihh.." Zee berdecih dan membuang mukanya ke samping.
Ia baru menoleh saat sekotak miniatur doraemon lengkap dengan dorayaki dan pernak pernik lainnya terpajang di depan matanya. Di dalam sebuah kotak bening yang mampu membuat iman Zee goyah.
Tangan Zee terulur hendak meraih kotak tersebut namun Arkhan berlkelit.
"Maafin dulu..." Rajuk Arkhan seperti anak kecil membuat bibir Zee manyun.
Zee menatap rak rela pada kotak doraemon yang kini ada di atas kepala Arkhan. Ia ingin mengambil benda itu tapi belum siap memaafkan Arkhan.
"Aku kudu piye?" Batin Zee sambil menatap Arkhan tajam.
"Apa? Mau marah lagi?" Arkhan kali ini ikut-ikutan mengangkat alisnya dengan raut wajah sok garang.
"Ayo marah. Pukul nih pukul. Pukul aja sekalian pipi aku,badan aku,kepala aku,atau kalau perlu kita keluar nih. Kamu boleh hajar aku bahkan tabrak aku pakai mobil aja sekalian kalau itu bisa bikin kamu puas."
Bak anak kecil Arkhan merajuk di hapadan Zee.
Iman Zee makin goyah melihat kelakuan menggemaskan Arkhan. Otaknya jadi bawa flashback pada beberapa kejadian di mana Arkhan akan selalu bertingkah selayaknya anak kecil jika di marahi oleh Zee.
__ADS_1
"Masih marah juga?" Tanya Arkhan melihat Zee yang belum bergeming.
"Ya udah ini kotak doraemon punya kamu. Ini kunci mobil aku,aku keluar sekarang. Kamu tabrakin mobilnya ke aku. Aku keluar nih!"
Arkhan benar-benar membuka pintu mobil namun tangan Zee segera menarik lengan Arkhan hingga badan Arkhan berbalik.
Dengan masih cemberut Zee mengulurkan tangannya untuk menarik Arkhan ke dalam pelukannya.
"Plak!!"
Zee sedikit memukul belakang kepala Arkhan membuat Arkhan meringis.
Arkhan menarik tubuhnya dari pelukan Zee kemudian menatap mata Zee lekat.
"Kenapa di pukul?" Tanyanya heran.
"Lo nyebelin!" Ketus Zee hendak membuang mukanya lagi namun pipinya malah di apit oleh Arkhan.
"Nyebelin-nyebelin gini,tapi lo sayang kan sama gue?" Arkhan menaik turunkan kedua alisnya.
Kedua pipi Zee mendadak memerah. Ia ingat ucapan itu,itu adalah ucapan Arkhan saat ia cemburu pada Sassya selama mereka kuliah dulu.
"Gak usah malu-malu gitu,keliatan tulisannya di jidat lo."
"Arkhan!!" akhirnya menyerah dan menenggelamkan wajah malunya ke dada Arkhan.
"Jangen ledekin gue." Lirihnya membuat Arkhan terkekeh.
Arkhan kemudian menarik kepala Zee dari dadanya dan menatap Zee lekat sekali lagi. Tangannya ikut terulur mengusap pipi Zee.
"Ar.."
"Ciye deg..,deg..,deggan. Ciye malu-malu.." Arkhan mecolek hidung Zee membuat Zee ingin sekali berteriak.
Bibir Zee sudah setengah menganga hendak protes namun di luar dugaan,Arkhan menarik tengkuk Zee dan mengecup bibirnya singkat.
"Maafin gue ya. Kemarin gue bener-bener gak ngertiin perasaan lo,gue sayang banget sama lo dan gak mau di diemin sama lo. Ingat kan gue pernah bilang,lo satu-satunya cewek unik yang bisa bikin gue gila cuma dengan sekali ketemu. Gue mati-matian perjuangin lo dengan ngelawan Davian,gak mungkin gue sia-siain gitu aja cuma karena kesalahpahaman kecil. Janji ya lain kali lo cuma harus percaya sama gue percaya kalau gue gak bakalan nyakitin lo. Lo juga harus ingat,gue pernah janji kalau gue nyakitin lo dan buat lo nangis,lo boleh pergi ninggalin gue."
"Gue ingat semuanya Zee,semua tentang lo gue ingat. Jadi jangan pernah berpikir kalau gue bakalan berpindah ke orang lain,di sini cuma ada lo." Arkhan menarik tangan Zee kemudian meletakkan di depan dadanya.
"Dengerin gue,kalau gue salah lo boleh marah sama gue,boleh pukul gue,boleh maki-maki gue tapi jangan pernah diemin gue atapun minta pergi karena sama sekali gak berhak pergi tanpa seizin gue. Gue yang ngikat lo di dalam kehidupan gue dan cuma gue yang boleh ngelepas lo. Paham kan?"
Arkhan berkata dengan nada dan sorot mata yang sangat serius.
Perlahan kepala Zee mengangguk.
Ia ikut membalas tatapan Arkhan dengan serius.
"Janji lo gak bakalan nyakitin gue?"
"Gue janji!" Arkhan menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zee persis seperti kejadian empat tahun lalu di mana ia menyatakan perasaannya pada Zee di rooftop kampus. Saat itu keduanya belum sepenuhnya jadian karena Zee memberinya waktu seminggu untuk membuktikan ucapannya dalam hal keseriusan dan setelah seminggu di lalui,Arkhan mengajak Zee ke cafe Amora dan mereka resmi menjadi pasangan kekasih di sana.
"Gimana kalau akhir pekan nanti kita jalan-jalan ke kampus?" Arkhan tiba-tiba memberi ide di saat tangannya dan Zee masih bertaut.
Zee mengernyitkan alisnya."Buat apa?"
__ADS_1
"Mengenang masa muda." Jawab Arkhan konyol membuat Zee tertawa.
"Ada-ada aja."
"Hmm,mau gak nih?"
Zee mengangguk."Mau."
"Oke. Sabtu nanti dandan ala anak milenial terus kita ngampus bareng. Sekarang kamu masuk kerja takut nanti di marahin Sandra." Arkhan mengusap puncak kepala Zee pelan.
Zee mengangguk kemudian meraih tasnnya di atas dashboard dan bersiap untuk keluar.
Lagi-lagi Arkhan menghentikan gerakannya.
"Apa lagi?" Tanya Zee malas.
"Sun dulu.." Arkhan menyodorkan pipinya ke depan wajah Zee.
Dengan malas Zee memberikan kecupan singkat di sana.
"Udah lah,aku mau kerja nih." Zee benar-benar membuka pintu mobil dan akhirnya keluar dari mobil.
"Pulang kerja nanti aku jemput...."
Teriak Arkhan sebelum Zee menjauh.
Zee menggeleng. "Gak usah."
"Oke sip!! Aku jemput!!
Arkhan mengabaikan penolakan Zee dan memilih melajukam mobilnya dengan riang gembira bahkan sambil bersiul di sepanjang perjalanan.
"Kita baikan ges......" Batinnya berteriak...
♡♡♡
Penonton kecewa gess....😂😂😂
Readers : Kenapa mereka gak gelud thor??
Otor : Heh!! Gak boleh gitu,marah bunda nanti....
Readers : Fiks baikan nih thor??
Otor : Gak tau ya...,tapi sttss (bisik-bisik)
Gue denger-denger dari tetangganya Ar,si Azell. Katanya di depah rumah Ar ada tentangga baru...
Kagak tau siapa. Cakep lah pokoknya,kira-kira dia mau ngapain ya gesss??
Oh my ghost..,sebagai otor soleha gue doain semoga gak ada bibit-bibit jentik ya di antara mereka...
Amin...
Jangan lupa,like vote komen...
__ADS_1