RUNTUH

RUNTUH
Tetangga Baru


__ADS_3

Readers : Lahhh?? Belum ape-ape thor??


Otor : Ho'oh. Si judul meresahkan..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Readers : Like vote komen jangan thor?


Otor : Ya lahhh....,buruan kasih....!!๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜Ž๐Ÿคฃ


โ™กโ™กโ™ก


Sekitar pukul lima sore,Arkhan akhirnya tiba kembali di rumahnya dengan raut wajah yang tampak lelah. Hari ini ia banyak kegiatan,pagi tadi mengantar Zee,setelah itu kerja di kantor ayahnya,sorenya ia ke kantor Zee lagi untuk mengajak gadis itu minum-minum di cafe lalu harus mengantar Zee pulang ke rumah lagi.


Jadi baru sesore inilah Arkhan terbebas dari rutinitas padatnya. Mobilnya sudah ia masukkan ke bagasi dan ia sudah berjalan hendak memasuki rumah ketika sang adik tiba-tiba keluar dari rumah kemudian menyeret tangannya menuju gerbang depan rumah.


"Bang,masuknya nanti aja. Gue ada info nih,penting." Ujar Delice dengan mimik serius sambil terus menarik Arkhan agar mengikutinya.


"Apaan sih dek??" Arkhan mengikuti langkah Delice dengan malas.


"Sttss.." Delice meletakkan tangannya di depan mulut sangat abang. Kemudian memaksa kepala Arkhan agar mau melihat ke luar gerbang.


"Dek..."


"Sttss..,abang tau gak? Kita punya tetangga baru." Ujar Delice dengan raut serius sambil menunjuk ke rumah yang berada di depan rumah mereka.


Arkhan melengos malas. Ia kira info penting tadi benar-benar penting,ternyata tidak. Dasar Delice.


"Gue udah tahu." Ketus Arkhan.


"Masa?" Delice memicing menatap sang abang.


"Lagian kenapa sih? Gak penting juga kan? Mereka beli rumahnya juga gak pake duit lo,terus pentingnya di mana?"


Delice menepuk dahi sang abang dengan cukup keras.


"Kalau itu mah Elis juga tahu. Maksud Delice info pentingnya tuh bukan masalah mereka beli rumah itu pake duit siapa,tapi masalahnya itu tetangga baru kenal sama lo." Ujar Delice dengan raut lebih serius.

__ADS_1


Kedua alis Arkhan mendadak terangkat. "Hah? Gimana? Tetangganya kenal sama gue? Kok bisa?"


Delice menatap Arkhan curiga. "Kok bang Ar malah nanya Elis sih? Harusnya Elis yang nanya,kenapa ada cewek bule,cantik,baru jadi tetangga kita pagi ini tapi udah kenal sama lo? Kenapa tuh? Lo selingkuhin Zee ya?" Tuduh Delice tanpa tendeng aling-aling.


"Ctakk.." Tangan Arkhan refleks menjitak jidat sang adik dengan gemas membuat yang di jitak meringis.


"Lu kalau ngomong,otak sama mulutnya di sinkronin dulu. Main tuduh-tuduh orang sembarangan. Lu liat nih muka gue! Ada gak tampang-tampang doyan selingkuh di sini? Hah? Ada gak??" Arkhan mengguncang-guncang kepala Delice.


"Kagak ada. Gue kagak mungkin selingkuh,udah deh gak usah ngaco. Mungkin aja tuh orang salah orang. Bukan Arkhan Ivander kali yang dia maksud."


"Tapi kan..."


Delice menghentikan ucapannya sesaat setelah ia melihat ada seseorang yang keluar dari dalam rumah yang tengah mereka bicarakan itu.


"Nah tuh,tuh,tuh nah! Liat tuh. Itu tuh orang yang gue maksud."


Delice mengarahkan jari telunjuknya pada seorang gadis berambut pirang yang baru saja keluar dari rumah sambil menenteng beberapa kantong kresek dan membuangnya ke tempat sampah.


"Itu cewek tadi siang nganterin brownis ke sini,terus dia bilang kenal sama lo. Lo kenal gak?"


Mau tak mau,Arkhan ikut melihat ke arah yang di maksud Delice dan mata Arkhan langsung membulat sempurna setelahnya.


"Kimberlly??" Pekiknya tak percaya.


Tak di sangka pekikan Arkhan ternyata di dengar oleh gadis itu. Dan dia pun menoleh.


"Hai Ar!!" Kimberlly dengan santainya melambaikan tangannya ke arah Arkhan dan Delice yang tampak mengintip dari gerbang rumah mereka,seperti halnya maling.


Arkhan terdiam kaku di tempat. Otaknya berusaha mencerna kejadian barusan.


"kebetulan apa lagi ini? Kenapa dia bisa jadi tetangga gue? Gimana kalau Zee tau dan salah paham lagi?" Arkhan membatin sambil meneguk ludahnya berkali-kali.


Delice memperhatikan tingkah sang abang dengan mimik penasaran dan tanpa mereka sadari Kimberlly saat ini tengah berjalan ke arah mereka.


"Hai..,Ar,emm hai adiknya Arkhan." Kimberlly menyapa Arkhan dan Delice dengan senyum ramahnya.

__ADS_1


Delice mengangguk-angguk dengan ekspresi bodohnya.


"H..hai kak..,hehe. Gue,itu,anu mau masuk ke dalam dulu ya. Dah bang,Elis masuk dulu mau bantuin bunda nyiapin makan malam." Ujar Delice tergagu sambil mengeluarkan jurus kaki seribunya dan melesat masuk ke dalam rumah.


Tinggalah Arkhan dan Kim yang kini tengah saling pandang dengan ekspresi berbeba-beda.


Arkhan menatap Kimberlly dengan menyelidik. "Kim? Lo...,lo kok bisa ada di sana? Eh maksud gue di sini. Eh maksud gue lo ting..,tinggal di depan rumah gue?" Tanya Arkhan dengan kosakata tidak karu-karuan. Dia sedang di landa panik attack saat ini.


Kimberlly mengangguk antusias. "Yup. Kemarin nenek aku dapat rekomen beli rumah di sekitaran sini,terus kita cek lokasi kan. Nah pas aku tahu kalau rumah yang mau nenek beli itu deketan sama rumah kamu,aku langsung deal aja buat pindah ke sini. Biar ada temannya juga kan,kamu tau lah aku di sini belum punya teman. Lagi pula toko kue yang aku buat dekat sama Ivander's group loh. Itu kantor kamu kan? Jadi kita bisa sekalian berangkat kerja bareng kalau rumah kita deketan. Hitung-hitung nostalgia masa kuliah kita dulu,dulu kan kita sering kemana-mana barengan. Kamu gak bakalan keberatan kan?"


Kimberlly begitu antusias menjelaskan setiap menjelaskan isi hatinya pada Arkhan saat ini. Sedangkan Arkhan hanya bisa mematung di tempat. Tidak tahu harus merespon seperti apa. Permasalahannya pertemuannya dan Kimberlly pasti akan berlangsung sering karena rumah dan tempat kerjanya dekat dengan Kimberlly.


"Terus gue harus jelasin apa ke Zee?? Apa woi!!" Batin Arkhan berteriak frustasi.


"Ekhmm. Kim gini,gue capek banget habis pulang kerja. Dan udah mau malam juga sekarang,sorry sebelumnya gue gak bisa ajak lo masuk karena gak enak juga sama orangtua gue kalau harus ajak cewek malam-malam ke rumah. Jadi kalau bisa bahas cerita lo kapan-kapan aja ya,gue harus masuk soalnya." Arkhan mulai mencari alasan untuk menghindari Kimberlly.


Gadis keturunan Amerika itu tampak sedikit kecewa. Di lihat dari tatapan matanya,namun sebisa mungkin ia memakhlumi Arkhan. Lagipula mereka saat ini tinggal di Indonesia yang pergaulannya lebih di batasi,berbeda dengan saat dirinya tinggal di New York dulu.


"Ya udah deh. Maaf ya kalau aku ganggu,tapi besok mau berangkat bareng aku gak? Kita pakai mobil aku aja,kemarin aku di kasih mobil sama nenek. Jadi kalau mau kemana-mana enak,mau coba naik mobil bareng aku?"


"No thanks Kim. Kayaknya gak perlu. Besok gue ada urusan sama pacar gue,gak enak juga kalau ngerepotin orang lain kan,jadi kita berangkat kerja sendiri-sendiri aja. Lagian biasanya gue ada meeting di luaran gitu. Jadi gak mungkin kalau nebeng sama lo."


Sekali lagi Arkhan menolak tawaran Kimberlly. Jadi mau tak mau Kimberlly harus menelan rasa kecewanya.


"Ya udah deh Ar. Aku gak bakalan maksa kalau kamu memang belum bisa. Tapi semoga next time,tawaran aku berguna buat kamu."


"Oke Kim. Kalau gitu gue masuk dulu,bye Kim."


Arkhan mempercepat langkahnya memasuki rumahnya dan membiarkan Kimberlly kembali ke rumahnya tanpa mengantarkannya.


Dan tanpa mereka sadari,gerak-gerik keduanya di perhatikan Delice dengan seksama dari balik jendela kamarnya.


โ™กโ™กโ™ก


Like vote komen...

__ADS_1


__ADS_2