RUNTUH

RUNTUH
Arrel dan Davian


__ADS_3

Kita lupakan dulu perkara hubungan Arkhan dan Zee yang rumit. Sekarang mari kita kembali ke kediaman William di mana kini ada Arrel dan Davian yang tengah mengobrol ria di tepi kolam ikan koi milik tuan William.


"Jadi ceritanya,lo ini anak angkat dari orangtua lo yang sekarang dan lo gak tau siapa ortu lo. Gitu?" Tanya Davian pada Arrel.


Beberapa saat yang lalu Arrel menceritakan pada Davian mengenai latar kehidupannya yang ternyata adalah anak panti asuhan yang kini di angkat oleh sepasang suami istri yang kesulitan punya anak.


"Begitulah bang. Gue gak tau siapa ortu kandung gue,gak tau juga darimana asal gue sebenarnya. Yang gue tau,ketika umur gue lima tahun. Ada sepasang suami istri yang datang ke panti buat nyari anak yang mau di adopsi."


"Kebetulan pilihan mereka jatuh kepada gue. Gue yang saat itu gak tau apa-apa,ya senang saat tau kalau gue bakalan punya orangtua."


"Apalagi orangtua angkat gue itu baik...,banget!! Bahkan sampai sekarang,saat kondisi ekonomi kami cukup sulit karena papa sakit dan toko pakaian mama nyaris bangkrut di tambah pusingnya biayain kuliah gue,mereka tetap baik dan gak pernah ngeluh sedikitpun di hadapan gue. Sikap mereka bikin gue makin gak ingin kehilangan mereka."


"Mereka lebih dari sekedar orangtua angkat. Buat gue mereka itu segalanya. Dulu gue pernah berpikiran bego dengan cara ingin pergi dari rumah untuk mencari tahu siapa orangtua kandung gue,gue pengen ketemu sama mereka."


Gue pengen nanya kenapa dulu mereka buang gue dan milih ninggalin gue di panti asuhan,gue mau tau sebenarnya gue punya salah apa sama mereka? Apa gue anak haram? Atau gue pembawa sial? Sehingga kehadiran gue gak diinginkan."


"Tiga hari gue kabur dari rumah buat nyari orangtua gue. Dengan bermodalkan liontin yang di dalamnya ada nama seseorang yang gue yakini dia adalah mama yang ngelahirin gue,gue pergi dari rumah orangtua angkat gue."


"Tapi apa yang gue dapetin? Gue nyaris mati di kejar preman,untung di saat genting papa Sagara datang dan dia nyelamatin gue dan kasih gue dekapan hangat seperti yang selama ini gue rasain saat bersama mereka."


"Kedatangan papa yang tepat waktu saat itu bikin gue sadar,kalau gak ada gunanya lagi buat gue nyari tau siapa ortu gue kalau di rumah ortu angkat aja gue udah dapatin kasih sayang yang lebih dari segalanya."


"So,sekarang. Siapapun ortu kandung gue,gue udah gak peduli. Mau mereka masih hidup,sudah meninggal,atau sudah bahagia dengan keluarga baru mereka sekarang. Terserah,gue mencoba untuk ikhlas dan gak peduli. Ya walaupun,gak munafik sih."


"Di sudut hati gue yang paling dalam,masih ada setitik rasa penasaran. Tapi yeah.."


Arrel menghela napas sedalam mungkin dan memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya.


Davian menepuk bahu Arrel dengan pelan kemudian merangkul pundal Arrel selayaknya sahabat.

__ADS_1


"Gue ngerti kok perasaan lo saat ini. Gue gak nyalahin lo sih kalau lo sampai benci ataupun menyimpan amarah buat ortu kandung lo itu."


"Karena ya,kalau gue jadi lo. Gue juga pasti bakalan kecewa dan marah banget sama mereka karena udah nelantarin gue yang bahkan gak tau salahnya di mana. So,gak ada yang salah sama perasaan marah lo itu."


"Tapi Rel,gue penasaran deh. Kira-kira nih ya,kira-kira aja. Gimana reaksi lo kalau semisalnya suatu saat secara gak sengaja lo tau siapa ortu lo dan lo ketemu sama mereka. Apa hal pertama yang bakal lo lakuin,terutama buat bokap lo."


Mendapat pertanyaan seperti itu dari Davian,Arrel jadi menggaruk-garuk belakang tengkuknya. Antara ragu dan yakin,Arrel menjawab.


"Kemungkinan besar,gue bakalan pukul dia dan setelah itu gue mau peluk dia sama mama. Setelah itu gue bakalan berlutut buat minta maaf sama mama dan papa kandung gue karena mungkin kehadiran gue bukan hal menyenangkan buat mereka,karena itu gue di buang."


Arrel berkata dengan nada datar dan tatapan hampa. Tampak banyak beban yang ia pendam selama ini dan semua itu terlihat dari sorot matanya.


Davian kembali mengeratkan rangkulannya karena merasa bersalah melihat raut wajah Arrel yang berubah sendu.


"Sorry Rel. Gue gak bermaksud bikin lo sedih." Davian meminta maaf dengan tulus.


"Tapi ngomong-ngomong Rell. Lo tadi bahas soal liontin yang di sana lo yakini ada nama nyokap lo. Gue boleh liat liontinnya gak?" Tanya Davian tiba-tiba.


Arrel menoleh menatap Arkhan bingung.


"Buat apa?" Tanyanya.


"Pengen liat aja. Gue penasaran,siapa tau aja gue bisa bantu cari ortu lo dengan cara suruh orang-orang gue kan. Ya siapa tau aja,itu pun kalau dapat izin dari lo. Gimana? Boleh gak?" Tanya Davian lagi.


Arrel menghela napasnya. "Liontinya gue tinggal di rumah. Kalau lo mau,besok gue anterin ke sini."


Davian menggeleng. "Gue aja yang ke rumah lo besok sore. Lo kasih alamat lo ke wa gue,nanti gue kasih nomor wa gue ke lo."


Ujar Davian dengan menggebu.

__ADS_1


Entah kenapa ia merasa sangat penasaran dengan kehidupan Arrel.


Tak ada pilihan bagi Arrel selain mengatakan setuju karena memang jujur ia pun penasaran dengan sosok orangtuanya dan berharap kehadiran sosok Davian ini,bisa membantunya.


"Ok bang,thanks buat niat lo yang mau bantuin gue. Alamatnya gue kirim nanti,besok lo bisa ke rumah gue. Sekarang gue harus pulang,kasian bonyok gue di rumah. Takut mereka khawatir,soalnya udah sore."


Arrel berkata sambil berjanjak dari duduknya. Ia berlalu untuk berpamitan dengan Diana dan William,juga pada Clara dan Claudia,anak dari Davian dan Clara.


Setelah selesai berpamitan,ia pun pulang dengan di antar Davian sampai ke parkiran.


♡♡♡


Sementara itu,di tempat lain. Arkhan kini tengah membawa Zee mampir ke cafe "Santuy" yang merupakan cafe milik Zee yang kini di kelola oleh anak-anak Dark Night. Anak geng motor yang merupakan para sahabat Zee sedari ia SMP dulu.


"Kenapa kita ke sini sih? Gue kan minta di anter pulang." Protes Zee pada Arkhan.


Arkhan mengacuhkan ucapan Zee dan memilih memaksa Zee keluar degan cara menggendongnya. Karena malu,Zee berontak dan memaksa untuk di turunkan.


Tidak mau berdebat,Arkhan pun menurunkan Zee dan beralih menggenggam tangan Zee untuk di tuntun masuk ke dalam.


"Tunggu di sini bentar,jangan kemana-mana. Gue mau kasih lo sesuatu."


Arkhan tiba-tiba meninggalkan Zee di sebuah kursi dan hilang entah kemana,seiring beberapa detik. Lampu mendadak mati dan semuanya berubah jadi gelap.


♡♡♡


Jangan lupa nyalain lampu...


Eh salah...,kasih jempol maksudnya...

__ADS_1


__ADS_2