RUNTUH

RUNTUH
Sebuah Pertunjukkan


__ADS_3

Arkhan melangkah masuk ke dalam rumah kedua orangtuanya dengan langkah gontai. Terlihat kedua kantung matanya juga menghitam yang menandakan jika pria itu kurang tidur semalaman.


Arkhan memang baru tiba di rumah setelah menempuh perjalanan dari Bandung. Saat ini jam sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh pagi.


"Loh Ar..,baru balik kamu?"


Tanya Bunda yang baru turun dari lantai atas.


Arkhan mengangguk lesu sambil menghempaskan tubuh lelahnya ke atas sofa yang ada di ruang tamu.


Bunda berjalan mendekati Arkhan dan memberinya segelas air minum yang barusan di bawa oleh bibi pembantu.


Arkhan mengangguk lagi. "Iya nih. Capek banget,padahal niatnya mau langsung ke rumah Zee. Mau ngasih kue ulang tahun yang Arkhan beli dari bandung." Ujar pria itu dengan ekspresi bersalahnya.


Bunda mengusap-usap pundak Arkhan dengan lembut.


"Udah istirahat aja dulu,dua puluh menit lagi nanti bunda bangunin kamu. Biar kamu bisa nganter kuenya ke rumah Zee. Lagian gak wajib juga kan Ar? Bukannya Zee juga gak suka di rayain ultahnya?"


"Iya sih bun. Tapi kan Arkhan pengen ngelakuinnya. Masa empat tahun pacaran gak pernah kasih suprise,gak romance banget dong."


"Oke..,oke..,bunda ngerti niat kamu. Tapi kamu kelelahan gini. Mending istirahat ke kamar sana,nanti dua puluh menit lagi bunda janji deh bakalan bangunin kamu. Jadi masih tetap bisa ke rumah Zee kan?"


Arkhan akhirnya menurut dengan mengiyakan tawaran bunda. Ia pun segera naik ke lantai atas,menuju kamarnya. Untuk beristirahat.


♡♡♡

__ADS_1


Sementara itu,kembali ke kediaman William. Saat ini Zee sedang mengerjakan pekerjaannya kantornya di rumah.


Semua itu terjadi tak lain tak bukan adalah karena kejadian tadi pagi,dimana ada tiga paket misterius yang datang berurutan ke rumahnya.


Akibat kejadian rentetan paket tadi,mamanya Zee. Alias Diana,parno berat hingga mati-matian melarang Zee keluar rumah.


Alasannya adalah,Diana takut jika saat ini ada yang sedang berniat buruk pada Zee. Mengingat ada paket yang tadi di kirimkan,sang mama menduga jika ada orang yang tengah meneror Zee.


Akhirnya demi menghindari keributan berkepanjangan. Zee pun mengalah dan akhirnya menghandle segala pekerjaan kantor dari rumah.


Dan sekarang,sudah hampir dua jam ia berada di depan laptopnya di ruang keluarga.


Sedang sibuk-sibuknya berkutat dengan berkas,Arrel tiba-tiba masuk dari arah depan dengan tergesa-gesa dan langsung duduk di depan Zee.


"Kak...,tolongin Arrel!!"


Zee menatap Arrel dengan horor.


"Lo kenapa sih?" Tanya Zee heran.


"..Itu..,Diamond Castle. Gua gak tau tadi ada siapa yang nelpon dan dia minta gue ke sana,harus. Secepatnya,sebelum pukul dua belas. Dia bilang,temuin dia atau mama dan papa dalam bahaya."


Jelas Arrel agak tidak jelas membuat Zee semakin bingung.


"Gimana sih maksudnya Rel? Sebelum jam dua belas? Mama dan papa dalam bahaya? Mama dan papa yang sebelah mana maksud lo?"

__ADS_1


Tanya Zee memastikan. Karena Arrel ini kan punya dua ayah dan tiga ibu. Yang pertama ayah angkatnya dan papa William,yang kedua ibu tirinya Diana,ibu angkatnya Laras dan yang terakhir ibu kandungnya Melissa. Dan masing-masing mereka Arrel sebut dengan panggilan mama dan papa. Zee jadi bingung sendiri.


"Pokok intinya mama sama papa,Arrel gak tau kak. Mama sama papa mana yang orang itu maksud. Intinya mereka mau Arrel datang ke sana,katanya Arrel harus duduk di bangku terdepan karena ada pertunjukkan yang akan mereka perlihatkan. Arrel penasaran,tapi takut juga kalau ini ternyata jebakan berbahaya."


"Tapi karena lokasi pertemuannya di bioskop,Arrel jadi makin tertarik buat datang. Lagipula mereka gak mungkin macam-macam kan di bioskop?"


Zee termenung sejenak. "Diamond Castle Bioskop? Kenapa lokasinya mirip sama isi surat di paket tadi? Apa tujuan paket tadi?" Batin Zee berkecamuk.


Perlahan Zee menutup laptop di hadapannya dan menatap Arrel dengan tatapan tegas.


"Arrel,ayo kita pergi ke sana."


♡♡♡


Zee dan Arrel tiba di Diamond Castle sekitar pukul 11 : 35.


Setelah memarkirkan motor besarnya,Zee pun mengajak Arrel untuk masuk.


Tidak ada yang aneh dengan pemandangan di sana.


Semua tampak biasa saja. Banyak kendaraan yang terparkir di luar,juga tampak cukup banyak pengunjung yang datang dan mengantri membeli tiket.


Arrel maju terlebih dahulu untuk memesan tiket pada film yang harus mereka tonton,sesuai petunjuk yang Arrel dapat tadi. Zee hanya mengikuti Arrel dalam diam.


Tepatnya,diam-diam sibuk memperhatikan sekitar. Dimana mata Zee berusaha sejeli mungkin untuk mengamati sekitar. Berharap bisa menemukan petunjuk atau apapun itu. Namun sayang,semuanya tampak normak-normal saja. Hingga Zee tak sadar saat tangan Arrel menggandengnya masuk ke dalam.

__ADS_1


♡♡♡


Jangan lupa...,like vote komen...


__ADS_2