RUNTUH

RUNTUH
Azellea Vs Kimberlly


__ADS_3

Kimberlly menegang saat mendengar Zee memanggil namanya. Niat awalnya adalah mengintip dan menguping pembicaraan mereka,tapi tak ia sangka ternyata mata Zee cukup jeli padahal dirinya berada di sisi daun pintu.


Karena sudah terlanjur di lihat oleh Zee,mau tak mau Kimberlly akhirnya keluar dari persembunyian dan berjalan dengan memamerkan wajah cerianya ke arah Zee dan teman-temannya.


"Hai semuanya,lagi ngobrol-ngobrol ya?" Sapa Kimberlly berusaha seramah mungkin.


Clara yang malas mendengar pertanyaan basi- basi dari Kimberlly pun langsung mengeluarkan kalimat roastingnya.


"Kita lagi ngadain acara ngupil akbar,lo gak liat?" Tanya Clara dengan nada ketus.


Mendengar jawaban Clara yang terdengar ketus,Kim jadi tak enak. Namun bibirnya tetap terbuka untuk menanyakan sesuatu.


"Ngupil itu apa?" Tanya Kimberlly polos. Makhlumlah,dia bule. Mana ngerti kata begituan,anjir!!


"Yang beneran aja nih Clara." Batin Delice dan Agatha sambil sekuat mungkin menahan tawanya.


Zee hanya bisa geleng-geleng kepala dengan jawaban kakak iparnya itu.


Karena kasian melihat raut bodoh Kimberlly,Zee akhirnya buka suara.


"Tidak usah di tanggapi ucapan kakak iparku barusan. Dia memang suka berbicara asal,tapi sebenarnya dia baik. Anggap saja ucapannya sebagai candaan." Ujar Zee dengan nada datar namun terdengar sangat elegan bagi Kimberlly.


Kimberlly kini sepenuhnya sadar jika saingan yang ada di depan matanya ini adalah gadis high class yang mampu membuat sebagian benaknya insecure.


Kemudian Zee berbicara lagi dengan topik yang cukup memancing percikan panas di sana.


"Kamu tadi jalan-jalan sama bunda? Sudah selesai acara jalan-jalannya?"  Tanya Zee masih dengan nada datar dan raut wajah yang terlampau santai tanpa emosi sedikitpun.


Bahkan jika ada psikolog di situ,mereka tetap tidak mudah untuk membaca isi pikiran Zee lewat raut wajahnya. Karena memang Zee ini ibaratkan samudra,tenang namun terlalu dalam untuk di selami.


Di sisi lain,kini Kimberlly tengah tercekat mendapat pertanyaan itu dari Zee. Apalagi tatapan Agatha,Clara dan Delice tampak tajam ke arahnya.


"Azellea,sebelumnya aku minta maaf. Aku minta maaf jika memang acara jalan-jalan ku dengan bunda tadi membuat kamu dan teman-teman kamu merasa tidak suka dengan kehadiran ku. Tapi jujur saja,tidak ada niat apapun yang aku rencanakan. Aku melakukan itu dengan bunda karena aku merindukan mommy ku. Biasanya dulu di New York aku sering menemani mommy ku jalan-jalan atau sekedar belanja. Aku merindukan momen itu dan karena kebetulan aku sudah mengenal bunda,aku berinisiatif meluapkan rasa rindu pada mommyku melalui bunda. Ya,hanya itu alasannya. Aku melakukannya karena aku rindu mommy."


Kimberlly melakukan antisipasi dengan cara menjelaskan panjang lebar bahkan tanpa Zee minta.


Zee sedikit megulum senyumnya saat mengetahui jika Kimberlly saat ini tengah gugup dengan pertanyaan pancingan darinya. Walaupun tak terlalu kentara,tapi Zee sudah terbiasa melihat seseorang yang mencoba berbohong padanya. Ia mengenal banyak orang selama menjadi pebisnis dan sudah bukan hal lumrah lagi bagi Zee untuk mengetahui apakah seseorang itu tengah menyembunyikan sesuatu atau tidak hanya dari raut dan nada bicara mereka.

__ADS_1


"Santai girl. Aku hanya bertanya." Ujar Zee sambil tersenyum kecil.


Namun tampak seperti seringaian bagi Kimberlly dan itu berhasil membuat kaki Kimberlly berkeringat dingin.


"Duduk Kimberlly,kita di sini hampir seumuran. Kamu mungkin hanya lebih tua beberapa tahun di atas kami jadi tidak usah terlalu canggung,kita bisa berteman asal kamu tidak lebih dahulu membunyikan genderang perang." Ujar Zee yang entah mengapa berubah menjadi serius.


Nada bicaranya masih seperti tadi,tetap datar namun setiap kata-katanya seolah memperingati Kimberlly agar jangan mencari masalah dengannya.


"No,no Kim. Kamu tidak boleh mundur untuk hal yang masih bisa kamu perjuangkan." Batin Kimberlly mencoba menenangkan dirinya.


Senyum terpaksa akhirnya lagi-lagi harus Kim terbitkan untul menyembunyikan keresahan yang saat ini ia rasakan. Dan setelah tenang,ia pun memberanikan diri untuk duduk celah antara Zee dan Agatha.


"Good. Bagaimana rasanya tinggal di Indonesia? Apa menyenangkan?" Tanya Zee lagi.


Sedari tadi,hanya Zee yang selalu mencari topik. Teman-temannya memilih diam,karena selain mereka membenci Kimberlly,mereka memang sengaja memberi ruang untuk si cuek Zee beraksi agar Kim tau siapa lawan mainnya.


Kimberlly menganggukkan kepalanya cepat.


"Tentu menyenangkan." Jawabnya tanpa ragu.


"Aku senang di Indonesia,senang dengan sikap masyarakatnya terutama para pelanggan di toko baruku. Mereka ramah dan baik. Dulu awalnya memang aku cukup takut untuk datang ke Indonesia,tapi untungnya aku bertemu dengan Arkhan yang merupakan orang Indonesia,lalu bertemu bunda dan bertemu kalian. Kalian semua baik,aku yakin aku pasti akan makin betah tinggal di Indonesia." Jawab Kimberlly berapi.


"Betah tinggal di Indonesia karena lingkungan atau karena ada bang Ar?"


Mendengar pertanyaan Delice yang terdengar tajam dan menyindir. Zee hanya bisa menyembunyikan senyumnya.


"Delice stop. Jangan keterlaluan. Kasian." Bisik Agatha pelan namun masih bisa di dengar oleh Kimberlly.


Kimberlly hanya bisa menghela napas menahan kesal karena Delice dan teman-temannya tampak terang-terangan menunjukkan rasa permusuhan kepadanya.


Di tengah ketegangan yang terjadi,suara seseorang yang sangat familiar terdengar cukup nyaring padahal orangnya belum kelihatan.


"Dek,ada pacar gue ya? Mana dia?"


Teriakan yang berasal dari bibir Arkhan itu terdengar cukup nyaring bersamaan dengan munculnya Arkhan di ambang pintu belakang.


Semua menoleh ke arah Arkhan dengan ekspresi berbeda-beda. Arkhan juga tampak memfokuskan tatapannya ke arah mereka dengan raut cukup kaget.

__ADS_1


"Loh? Pada ngumpul di sini?" Tanya Arkhan dengan nada cukup kaget.


Arkhan kemudian mengedarkan pandangannya ke satu persatu gadis yang ada di sana sampai tatapannya terhenti pada Zee dan Kim yang memang duduk bersebelahan.


Tampak perbedaan jauh dari ekspresi keduanya. Kim tampak sangat antusias dengan kedatangan Arkhan sedangkan Zee ya seperti biasanya,datar dan dingin.


"Arkhan. Kamu udah pulang ternyata. Kita lagi ngobrol seru di sini,ayo gabung." Tawar Kim dengan sangat antusias tanpa peduli dengan hawa panas yang sudah keluar di sekitarnya.


Arkhan bisa melihat bola mata sang adik dan kedus sahabatnya sudah membulat tajam. Sedangkan sang kekasih,Zee. Tampak kini memasang senyum tipisnya yang membuat nyali Arkhan ciut. Bagi Arkhan senyum tipis Zee adalah pilihan menolak atau di mutilasi jadi Arkhan akan memilih untuk menolak ajakan Kimberlly.


"No thanks Kim. Gue harus ke kamar dulu,mau mandi,bersih-bersih baru setelahnya turun lagi ke sini. Kalian ngobrol-ngobrol aja dulu di sini." Ujar Arkhan pada Kimberlly dengan penuh penekanan.


Ia kemudian beralih menatap ke arah Zee yang tampak menyeramkan.


"Boo,aku ke kamar dulu ya." Pamit Arkhan pada Zee yang hanya di angguki oleh Zee


Setelah Arkhan pergi,wajah sumringah Kim kembali berubah mendung. Ia sempat tertunduk sebentar,namun hanya sebentar karena setelahnya kepalanya mendongak dan Kim langsung bangkit dari posisi duduknya.


" Azellea,berhubungan Arkhan sudah pulang dan sepertinya ayah juga sudah pulang. Bagaimana kalau untuk mengisi waktu,kamu ikut aku ke dapur.


Tadinya aku ada janji mau masak makan malam dengan bunda karena bunda mengundang aku dan nenek untuk makan malam di sini dan berhubung di sini ada kamu,bagaimana kalau aku masak makan malamnya dengan kamu saja.


Sekalian aku mau mengenal kamu lebih dekat juga,kalau dengan Delice,Agatha dan Clara aku kan sudah berkenalan secara face to face sama mereka kemarin. Jadi giliran hari ini sama kamu,sambil kita masak. Kamu bisa masak kan?"


Tanya Kimberlly di akhir kalimatnya dengan senyum mengembang.


Zee terdiam mendengar pertanyaan terakhir Kim. Diamnya Zee membuat Kim semakin melebarkan senyumnya.


"Aku yakin kamu pasti tidak bisa memasak Azellea. Ide ku kali benar-benar brilian. Aku akan membuat keberadaanmu tak terlihat mulai malam ini."


Batin Kim dengan senyum lebarnya.


♡♡♡


Jangan lupa Like Vote Komen...


So guys....,gimana menurut kalian?

__ADS_1


Zee bisa masak gak?


__ADS_2