
Zee membeku di tempatnya saat netranya bertemu pandang dengan sosok Arkhan yang kini tengah memegang selang panjang yang biasa di gunakan oleh para pelayan untuk menyiram tanaman di halaman rumah.
Arkhan meletakkan selang tersebut di tanah dan berjalan menghampiri Zee dengan senyum lebarnya.
"Morning baby..." Sapa Arkhan ceria nan tengil membuat Zee meneguk kasar ludahnya.
"N..,ngapain lo di sini?" Tanya Zee sedikit gugup.
"Oh,ini. Lagi melakukan pendekatan sama calon pacar. Boleh?" Tanya Arkhan konyol.
Zee menukik kedua alisnya dengan raut tak santai.
"Gak." Jawab Zee cepat.
Arkhan mengangguk singkat. "Gue anggap jawaban lo barusan itu oke. Jadi hari ini tuan putri mau kemana? Sudah rapi begini pasti mau jalan-jalan,bagaimana kalau pangeran anterin?"
"Gak perlu. Kak. Zee jalan-jalan sama gue." Arrel tiba-tiba muncul di belakang Zee dan langsung menjawab ucapan Arkhan dengan nada ketus.
"Anjir,bocil. Gercep." Batin Arkhan sambil menatap sinis ke arah Arrel.
"Bodo amat cil. Mau Zee jalan-jalan sama lo,jalan-jalan sama bapaknya atau siapa aja,gue gak peduli. Gue bakalan ngikut. So? Mau jalan-jalan kemana? Gas cabut!!" Arkhan nyelonong menggandengan tangan Zee membuat Arrel refleks menahan lengan sebelah Zee.
Hingga di detik berikutnya,adegan tarik menarik antara Arkhan dan Arrel pun tak bisa di hindari.
"Woi!! Woi!! Woi!! Woi!! Lo berdua gila ya??" Sentak Zee kasar,pegangan di tangannya ikut terlepas. Zee menatap Arrel dan Arkhan dengan sengit.
"Gila lo berdua!! Nih kalau gini ceritanya,mending gue piknik sendiri lo berdua jangan ada yang ngikutin gue."
"BIG NO!!!" Teriak Arrel dan Arkhan kompak.
Keduanya kembali menggenggam masih-masing kedua tangan Zee namun kali ini dengan gerakan lembut.
"Kita piknik bertiga." Ucap Arkhan dan Arrel lagi dengan kompak.
Lantas keduanya menarik Zee agar mau mengikuti langkah mereka.
Zee pasrah saat dirinya di perlakukan seperti kerbau di cucuk hidung.
Sesampainya di depan garasi,Arkhan dan Arrel kembali berdebat.
"Pakai mobil gue aja!!" Teriak Arkhan pada Arrel.
Arrel menggeleng kuat. "No! Pakai mobil gue aja. Gue gak mau naik mobil lo." Balas Arrel tak kalah degil.
"Mobil gue lebih bagus."
"Mobil gue lebih cepat."
"Mobil gue keluaran terbaru."
"Bodo amat."
__ADS_1
"Mobil lo gak ada ac-nya."
"Mobil lo gak ada kursinya!!"
Keduanya terus berdebat dan saling mengolok membuat kepala Zee terasa ingin pecah.
"DIAM!!" Bentak Zee akhirnya.
Arkhan dan Arrel refleks menyumpal kedua telinga mereka dengan tangan masing-masing. Tindakan mereka tentu membuat pegangan pada Zee terlepas dan kini Zee bebas bergerak kembali.
"Lo berdua ikut di mobil gue. Ini keputusan final,berani bantah. Gue patahin leher lo berdua." Ancam Zee dingin.
Bak di komando,Arrel dan Arkhan mengangguk patuh.
"Tapi tuan putri,ikut pangeran bentar. Dompet sama handphone pangeran masih di rumah,temenin ambil ya."
Dan tanpa meminta persetujuan Zee,Arkhan buru-buru mengangkat tubuh Zee seperti karung beras dan mebawanya berlari keluar gerbang membuat Arrel refleks mengejar.
"Woi!! Tungguin!!" Teriak Arrel dari belakang.
"Arkhan bego lepasin!! Gue malu!!" Pekik Zee sambil memukul-mukul leher Arkhan dengan cukup kuat.
"Baby sakit!!" Pekik Arkhan tak kalah kuat.
Akhirnya dengan perjuangan susah payah, Arkgan berhasil membawa Zee memasuki pekarangan mansionnya yang berukuran cukup besar hampir sebesar mansion Zee dengan pekarangan luas yang berisi dua kolam renang sekaligus,dengan air mancur yang seolah menyambut kedatangan para tamu yang berkunjung ke sana.
Saking terkesimanya. Zee sampai tak sadar saat Arkhan menurunkannya dan menggenggam tangannya,menbawa Zee masuk ke dalam mansion besar itu.
Di dalam rumah,interiornya juga tidak kalah menarik. Dengan desain ala eropa membuat Zee seperti berada di rumah kakeknya yang ada di London. Rumah Arkhan ini berlawanan dengan rumah Zee dalam segi desain. Mansion William di desain klasik sedangkan mansion Arkhan di desain modern dan sialnya Zee suka dengan mansion pilihan Arkhan ini.
Arkhan mengangguk. "Tepatnya mansion kita--Nanti,setelah kita menikah. Hehe." Arkhan nyengir kuda setelah mengungkapkan kehaluan yang di harapkan menjadi kenyataan.
Zee mendengus mendengar jawaban Arkhan.
"Trus? Kebun puluhan hektar yang lo maksud,itu beneran juga?" Tanya Zee memastikan.
Arkhan mengangguk. "Beneran lah. Lokasinya ada di daerah puncak bogor,nanti sesekali kamu ikut aku ke sana. Kamu kan bisa nginap di rumah mendiang mama kamu. Mau ya..." Pinta Arkhan yang hanya di balas Zee dengan kedikan bahu.
"Buruan ambil dompet lo." Suruh Zee,mengingatkan Arkhan pada tujuan awalnya.
Arkhan mengangguk dan kembali menggenggam tangan Zee,seolah takut Zee akan pergi jika tidak ia genggam.
"Mau kemana lagi lo berdua,capek nih gue ngikutin. Baru juga dateng,udah pergi lagi."
Arrel yang baru saja masuk langsung ngomel-ngomel,memprotes kelakuan Arkhan dan Zee yang seolah mengerjainya.
Zee akhirnya memilih melepas tangan Arkhan dan beralih pada Arrel.
"Gue tunggu di sini. Buruan ambil dompet lo." Suruh Zee pada Arkhan.
Tanpa di suruh dua kali,Arkhan berlari menuju kamarnya yang ternyata ada di lantai satu dan tak sampai tiga menit,ia sudah keluar lagi dengan memakai jaket. Tak ada dompet ataupun ponsel di tangannya,mungkin sudah di masukkan ke saku.
__ADS_1
Zee tak peduli. Ia lebih dulu putar badan dan berjalan keluar mendahului Arrel dan Arkhan.
"Baby tungguin..." Arkhan dengan tak tau malunya nemplok di lengan kanan Zee membuat Zee menahan napas geram.
"Ar,sesak.." Keluh Zee sambil berusaha melepas tangan Arkhan yang merangkul lengannya. Bukannya melepas,Arkhan malah makin bertingkah dengan menyandarkan kepalanya di bahu Zee membuat leher Zee nyaris sengklek.
"Oii!!! Gila ya lo?? Liat noh kepala kak Zee nyaris sengklek."
Arrel menarik paksa tubuh Zee hingga rangkulan Arkhan terlepas dari tubuhnya.
"Apa sih bocil!! Ganggu aja!!" Sentak Arkhan berusaha menggapai tubuh Zee kembali.
Namun Arrel tetap menghalangi tubuh Zee sambil berusaha memasang tampang segarang mungkin yang justru membuat Arkhan menahan tawa.
"Lu kenapa cil? Nahan boker??" Ledek Arkhan membuat kedua pipi bahkan kedua telinga Arrel memerah menahan emosi.
"Kurang ajar bang Ar!!"
"Plak..."
Arrel menampar pelan puncak kepala Arkhan dan berakhir menjambak rambut Arkhan membuat Arkhan meringis.
"Akhh,adohhh..,adohh...Cil!! Lepas semua rambut gue cil!!" Arkhan menepis kasar tangan Arrel dan keduanya langsung bertatapan sinis.
Zee menatap kedua manusia itu dengan ekspresi geram. Tanpa aba-aba Zee mencubit kedua perut mereka dan menyeret keduanya keluar dengan paksa. Dan di sepanjang perjalanan keluar Arkhan dan Arrel meraung-raung menahan cubitan Zee.
Sampai di depan mobil,Zee meminta Arrel dan Arkhan duduk di kursi penumpang karena dirinya yang akan menyetir. Zee sengaja melakukan hal tersebut agar tidak terjadi keributan lagi di antara mereka.
"Brumm.." Mesin mobil menyala,Zee sudah bersiap untuk tancap gas.
Namun seseorang tiba-tiba menghampiri mobil mereka dan mengetuk kaca mobil.
"Tok...,tok...,tok..."
Zee menurunkan kaca mobilnya dan terpampanglah wajah dingin seseorang di sana.
"Mau kemana??" Tanya orang itu dingin membuat Arrel dan Zee tercekat.
♡♡♡
Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......
Minta jempolnya...........
Hayukk.....
Dukung terus sampai tamat,kemungkinan 20 bab lagi.
Target aku S-1 ini cuma 60-65 bab.
Kelanjutannya ganti buku ya...jd bikin dua season...
__ADS_1
Aku malas udah liat bab yg panjang2....
Pusing....