RUNTUH

RUNTUH
Titik Balik


__ADS_3

Zee keluar dari apartemen Arkhan dengan wajah ditekuk kesal. Di belakangnya ada Arkhan yang ikut membututinya dengan senyuman lebar. Sungguh pemandangan yang berbanding terbalik dari kejadian beberapa jam yang lalu.


Tak lama setelah Zee dan Arkhan keluar. Delice dan Arrel juga tampak datang dari ujung lorong dengan raut wajah khawatir.


"Kalian berantem lagi??" Delice.


"Kak Zee gak papa??" Arrel.


Kedua kalimat itu keluar berbarengan dari mulut Arrel dan Delice.


Zee melengos kesal mendengarnya.


"Arrel,ayo pulang." Zee malas menjawab dan memilih menarik tangan Arrel agar segera pergi dari sana.


"Zee tunggu." Delice menahan tangan Zee dengan cepat.


"Lo sama bang Ar,belum selesain masalah kalian?" Tanya Delice dengan nada kecewa.


"Semuanya udah selesai Liz. Tenang aja." Jawab Zee datar.


Setelah mengatakan kalimat tersebut,Zee berjalan dengan tertatih di bantu oleh Arrel yang memilih tak berkomentar karena ia tidak sepenuhnya paham dengan situasi saat ini.


"JAGA CALON PACAR GUE BAIK-BAIK CIL. Bilang sama dia,jangan lupa makan nanti malam. Biar besok ada tenaga buat ngehadapin perjuangan cinta gue!!" Teriak Arkhan sebelum Arrel dan Zee masuk ke dalam lift.


"Plak!!" Delice menggeplak belakang kepala abangnya dengan kencang saat melihat ekspresi abangnya yang sangat sumringah barusan.


"Ini maksud ucapan lo barusan sama ekspresi lo sekarang tuh gimana sih? Situasi plus kondisi hubungan lo sama Zee baik-baik aja gak sih bang? Jangan bikin gue bingung deh." Tukas Delice geram sekaligus tak sabaran.


Bukannya menjelaskan dengan benar,Arkhan malah tersenyum lebar dan makin lebar bahkan nyaris tertawa membuat Zee makin geram.


"Arkhan!!"


"Iya dek. Apa sih?"


"Hubungan lo sama Zee,bego?? Gimana? Hah? Masih bisa di perbaiki gak??" Tanya Delice dengan urat leher menegang saking geramnya.


Arkhan mengangkat kedua tangannya ke atas,lalu dengan santai ia berkata.


"Kita belum jadian hehe."


♡♡♡


"Jadi itu yang namanya Arkhan Ivander? Pacarnya kak Zee?" Tanya Arrel pada Zee.


Saat ini keduanya sudah berada di jalan,hendak kembali ke rumah. Zee sudah tidak mood jalan-jalan.


"Mantan Cil. Dia bukan pacar gue lagi." Jawab Zee dengan nada malas namun penuh penekanan.


"Wah? Putus? Secepat itu?" Tanya Arrel dengan wajah cengo.


"Jangan di bahas lagi. Bisa?"


Ketus Zee sambil memukul belakang kepala Arrel yang tertutup helm.


"Akhh..,ih kak Zee galak banget sih." Ketus Arrel.


"Lagian kenapa putus sih? Arrel kan belum banyak beraksi." Bukannya ikut senang,pria itu malah menyalahkan keputusan Zee dan Arkhan. Sungguh sikap Arrel terlalu polos untuk remaja berusia 19 tahun.

__ADS_1


"Lo bisa bawa nih motor cepetan gak? Atau mau turunin gue di sini. Biar gue pulang naik taxi." Zee berkata dengan nada geram.


"Oke..,oke. Kita ngebut kak. Tapi ya gak bisa ngebut banget,ini motor matic kak bukan motor sport."


"Buruan Arrel!!"


"Oke..,oke.."


♡♡♡


"Jadi beneran putus?" Kata Delice dengan raut wajah cengo sekaligus sedih setelah mendengar keseluruhan cerita Arkhan.


Arkhan mengangguk sambil memaksakan senyum di wajahnya. Ia kemudian mengacak rambut Delice pelan.


"Maaf ya dek. Gue gagal jadi pacar yang baik buat sahabat lo." Ucap Arkhan dengan nada lemah.


"Tapi lo tenang aja,gue gak bakalan ngelepasin Zee semudah itu. Gue susah payah buat dapetin dia dulu,ya kali gue lepasin semudah itu. Bakalan gue buat dia jatuh ke pelukan gue kayak dulu lagi. Percaya sama gue." Kali ini Arkhan berkata dengan nada serius sambil memegang kedua pundak Delice dengan sedikit mencengkramnya.


"Lo percaya kan sama gue??" Tanya Arkhan lagi sambil menatap Delice lekat.


Delice melepas cengkraman Arkhan di pundaknya kemudian menatap Arkhan remeh.


"Lo yakin? Gimana caranya?"


"Caranya adalah dengan melakukan pendekatan sedeket mungkin. Gue udah beli rumah tepat di depan rumah Zee,gue udah keluar dari perusahaan papa dan bangun usaha perkebunan sayur puluhan hektar demi masa depan gue dan Zee,satu lagi gue juga udah beli beberapa ruko buat pemasaran."


"What??" Delice melongo mendengar ucapan Arkhan barusan.


"Serius lo?" Tanyanya masih tak percaya.


Arkhan mengangguk. "Sangat serius!"


Siapa suruh semalam bubda ngelarang gue buat nemuin Zee,putusnya hubungan gue dan Zee itu juga karena andil bunda. Coba kalau kemarin bunda gak kasih ruany buat Kim,semuanya gak akan serumit ini."


Arkhan tampak kecewa dengan sikap bundanya itu.


Delice mengangguk paham dengan penjelasan Arkhan.


"Ya udah lo duluan pergi. Gue nanti pulang naik taxi."


"Beneran gak papa kan?" Tanya Arkhan sekali lagi.


Sebenarnya ia tidak tega menyuruh Delice pulang sendiri,cuma ya mau bagaimana lagi. Kalau ia ikut pulang,bunda bisa menghalanginya lagi nanti.


"Gak papa beneran."


"Ya udah,gue pergi dulu ya." Pamit Arkhan sekali lagi.


Delice mengangguk dan akhirnya melambaikan tangannya setelah Arkhan melanjutkan langkahnya.


♡♡♡


"What?Putus??" Pekik Diana dengan mata melotot mendengar penuturan Arrel barusan.


"Uhukk..,uhuk..,uhk..,kok bisa??" Diana tersedak teh yang tengah ia seruput.


Zee memutar bola matanya dengan malas mendengar penuturan mama tirinya itu.

__ADS_1


"Biasa aja kali mam." Tegur Zee malas.


"But Zee? Why harus putus? Gak bisa di perbaiki gitu?" Tanya Diana masih dengan ekspresi shocknya.


Zee menggeleng. "Everything is over." Jawab Zee tegas.


Diana menatap Zee dengan malas. " Ya terus,gunanya mama susun rencana semalam,sampai datangin Arrel ke rumah pagi ini buat apa? Apa gunanya kalau kamu sama Arkhan udah putus?"


"Ya pulangin lah." Jawab Zee santai.


"Uhuk.." Kini giliran Arrel yang tersedak mendengar ucapan Zee.


"Enak aja. Mumpung kak Zee,udah jomblo. Arrel aja yang jadi pacarnya kak Zee." Ujar pria itu dengan tidak tahu malunya.


Mata Zee melotot tak santai sedangkan Diana menahan tawanya.


"Mata lo cil. Lo kira gue mau sama lo?" Ketus Zee.


"Kenapa enggak? Sama bang Arkhan yang petakilan dan playboy aja kak Zee mau. Kenapa sama Arrel yang imut enggak mau?"


"Karena lo bocil!! Paham,bocil!!" Zee menekankan kata terakhirnya sambil berjalan menuju lift dan naik ke lantai tiga. Ia muak sekaligus kesal melihat wajah Arrel yang polos-polos bangsat.


♡♡♡


Delice pulang dengan di antar oleh taxi online. Saat ini ia sudah sampai di depan gerbang rumahnya,saat tiba-tiba Kim datang dan menyapanya dengan ramah.


"Darimana Delice?" Tanya Kim kepo.


"Urusannya sama lo?" Delice membalas dengan ketus.


"Hehe,kamu galak banget sih. Aku gak jadi deh nanya tentang kamu,aku mau tentang Ar aja. Dia ada di dalam gak? Aku mau ngajak dia keluar."


Kimberlly berkata dengan tak tau malu.


Delice menatap Kim sengit. "Kalau gila tuh berobat Kim. Jangan ngejar pacar orang. Udah putus urat malu lo??" Tanya Delice ketus.


"Kamu kok gitu sih." Kim malah tampak makin menyebalkan.


Delice menahan tangannya setengah mati agar tidak menjambak Kimberlly.


"Lo pulang ke negara lo sekarang,karena sebentar lagi abang gue bakalan nikah sama Zee. Paham?"


"What??"


♡♡♡


Maaf guys,kemarin gak up..


Sedang ada masalah dengan my boyfriend yang membuat my mood is anjlokk...


Di tambah masalah kerjaan dan tugas2 onlineku yang membuat aku ingin menangisssss kencang.....


Okeyy,tapi sekarang sudah lumayan gak papa


Hmmm...


I,m fine...

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen...


__ADS_2