RUNTUH

RUNTUH
Teguran Grandma


__ADS_3

Btw sebelumnya aku mau promo.


Mampir ke cerita baruku,judulnya : Puisi Cinta DiLara


Baru lahir kemarin...


♡♡♡♡


"Bangsat!! Gak pantes lo jadi pacar Zee!! Anj***!!"


Teriak Kaivan penuh emosi.


Badan Arkhan sudah terbentur mengenai dinding membuat bunda berteriak panik.


Arkhan bangun dan mengusap sudut bibirnya yang pecah akibat pukul Kaivan tadi.


"Maksud lo apa??" Tanya Arkhan sambil mencengkram balik kerah kemeja Kaivan.


Kaivano geleng-geleng kepala tak percaya dengan jawaban Arkhan barusan.


"Masih bisa lo nanya gitu sama gue? Gak salah denger gue hah? Harusnya gue yang nuntut penjelasan sama lo,masalah apa yang lo buat ke Zee?"


"Gua gak buat masalah apapun!!"


Arkhan masih kekeh pada pendiriannya bahwa ia tidak bersalah.


"Pengecut!!" Desis Kai mencibir.


"Jangan harap lo gue kasih kesempatan buat nemuin Zee setelah ini,awas aja!!" Ancam Kaivan sambil berlalu dari hadapan Arkhan.


"Kamu mau ikut jenguk Zee?" Tanya Kai pada Delice sebelum dirinya benar-benar.


Refleks Delice mengangguk,sementara bunda dan Arkhan tertegun dengan ucapan Kaivan.


"Tunggu!!" Teriak Arkhan pada Kaivan sambil berusaha mengejar Kaivan dan Delice yang sudah lebih dulu melangkah.


"Apa maksud lo barusan?? Zee ada di rumah sakit ini juga?" Tanyanya memastikan,sambil menahan tangan Kaivan agar tidak melanjutkan langkahnya.


Kaivan berbalik sambil mengangguk. "Ya,Zee di sini dan jangan harap gue kasih lo kesempatan buat nemuin Zee. Lo gak pantes!!" Ucap Kai penuh penekanan.


Ia henda melanjutkan langkahnya lagi,namun kembali di tahan oleh Arkhan.


"Gue ikut!! Gue harus tau kondisi pacar gue." Arkhan tidak mempedulikan ancaman Kaivan.


Kaivan mendorong tubuh Arkhan hinggs terhuyung. "Gue bilang enggak,ya enggak. Lo gak ngerti bahasa manusia??" Bentak Kai garang.

__ADS_1


"Urus Kimberlly sana!! Dia lebih berharga kan daripada Zee??"


"Lo ngomong apa sih Kai?? Lo ngomong kayak gini karena lo masih suka sama Zee? Iya??"


"Jangan bawa-bawa masa lalu gue sama Zee,lo gak tau apa-apa!!" 


Keduanya kembali terlibat aksi dorong-dorongan dengan kalimat adu mulut yang seperti tak ada habis-habisnya membuat Zergan yang sedari tadi ikut menonton jadi geram.


"Arkhan,Kaivan,berhenti!!"


"Mau sampai kapan kalian ribut?? Ini rumah sakit,bukan gelangang tinju." Ketus Zergan sambil memisahkan kedua sahabat yang sedang berseteru itu.


Delice juga berusaha membantu Zergan dengan cara menarik lengan Kaivan.


"Kai,udah. Mending kita jenguk Zee sekarang,jangan buat keributan di sini. Gak enak sama pasien lain." Ujar Delice setengah berbisik sambil menarik Kaivan.


Beruntung Kaivan mau menurut dan akhirnya berlalu dari situ tanpa menghiraukan Arkhan yang tengah meronta-ronta karena kedua pundaknya di tahan Zergan.


"Arkhan stop!! Jangan buat keributan di sini!!" Bentak Zergan emosi.


"Tapi kak! Gue harus liat keadaan Zee!"


"Not now Ar,gue tau lo khawatir. Tapi belum tentu juga Zee mau ditemuin sama lo saat ini. Kasih dia waktu dan sebaiknya,lo,ayah sama bunda pulang dulu." Nasihat Zergan.


"Bun,bawa Arkhan pulang." Pinta Zergan pada bundanya yang sedari tadi mematung di tempat karena shock dengan runtutan kejadian yang barusan terjadi.


Arkhan tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan bunda,apalagi semua ucapan Zergan tadi kemungkinan benar. Zee pasti marah padanya saat ini.


Sebelum pulang bunda menyempatkan diri untuk pamit pada nenek Kimberlly dan juga Kimberlly,setelah itu barulah dia,Arkhan dan ayah kembali ke rumah menyisakan Kimberlly yang sedang termenung memikirkan sesuatu.


"Jadi Zee juga di rawat di sini? Dan apa tadi? Mereka sepertinya bertengkar. Baguslah tidak sia-sia akting tersiram kuah sup kemarin. Kamu kurang beruntung Azellea."  Batin Kimberlly sambil tersenyum senang.


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? Ada yang lucu?"


Rupanya sang nenek sedari tadi memperhatikan tingkah laku cucunya itu dengan tatapan heran.


"Kim dengar,grandma tidak suka kamu membuat masalah dengan siapapun. Sekarang jelaskan pada grandma apa yang sebenarnya terjadi antara kamu,pacarnya Arkhan itu dan juga Arkhan. Bisa kamu jelaskan pada grandma?"


Kim memberenggut mendengar pertanyaan menghakimi dari sang nenek. " Grandma ini bicara apa?? Aku tidak membuat masalah apapun,hanya kesalahpahaman diantara kami. Nanti setelah sembuh,Kim janji akan menyelesaikannya. Tenang saja." Ucap Kim ringan tanpa beban.


Nenek menghela napas pendek mendengar jawaban Kim. "Ya sudah kalau memang begitu ceritanya,tapi setelah ini grandma tidak mau lagi mendengar keributan yang melibatkan kamu. Kamu ini orang baru di sini Kim,jangan membuat masalah dengan orang lain takutnya kamu susah punya teman." Nenek kembali menasehati Kimberlly yang hanya di jawab anggukan acuh tak acuh dari gadis itu.


♡♡♡


Sementara itu di dalam kamar VVIP,Zee tampak sudah sadar dan kini tengah duduk melamun kendati sedari tadi Delice terus mengajaknya berbicara.

__ADS_1


"Zee,jawab dong! Lo marah juga sama gue? Masa lo marah juga sih sama gue,gue kan gak salah Zee. Gue gak belain si kikim itu loh. Tadi juga gue marah kok sama abang gue,gue nampar dia malahan. Padahal lo kan tau,gue mana pernah nampar bang Ar. Deg-degan dong gue tadi,takut kalau dia balas nampar gue. Bisa lepas Zee,kepala gue."


"Zee!! Jangan diam aja dong."


"Respon kek!!"


"Zeeeeeee!!"


Delice terus merengek bak anak kecil membuat Kaivan gemes mendengarnya.


"Liz,udah jangan di paksa." Tegur Kaivan sambil mengelus pelan puncak kepala Delice.


"Plak.." Delice menepis tangan Kaivan dari kepalanya.


"Diam kamu!! Aku gak ngomong sama kamu!!" Bentak Delice membuat Kaivan mundur satu langkah. Ia angkat tangan jika singa sudah menunjukkan taringnya.


"Zee,ayolah. Harus banget gue bunuh Kaivan biar lo mau ngomong sama gue?" Tanya Delice mulai ngaco.


Kaivan yang berada di belakang Delice hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan Delice. Gila saja,mana tega Delice membunuhnya.


"Dasar mulut cewek." Batin Kaivan.


Karena bosan juga melihat Zee yang hanya diam saja sedari tadi,Kai akhirnya mendekat dan mulai ikut mengajak bicara Zee.


"Chelle,lo laper gak? Mau di beliin makanan di luar?" Tanya Kai buka suara.


Masih tak ada jawaban dari Zee membuat Kaivan menghela napas kasar.


"Chelle,jangan kayak gini. Udah jam delapan malam sekarang,kalau lo kayak gini terus gue bingung gimana caranya ngantar lo pulang. Mama sama papa lo juga pasti udah khawatir nungguin lo." Nasehat Kaivan,masih mencoba menarik perhatian Zee.


Usaha Kaivan akhirnya berhasil,terbukti Zee akhirnya menoleh ke arah mereka.


"Gue mau pulang. Anterin gue."


Pinta Zee akhirnya.


Kaivan menghembuskan napas lega.


"Ya udah ayo,gue sama Delice anterin lo."


"Brak!!" Pintu tiba-tiba dihempaskan dengan kasar oleh seseorang.


"Berhenti di sana,biar Zee pulang sama gue!!"


♡♡♡

__ADS_1


Like vote komen...


__ADS_2