RUNTUH

RUNTUH
Hari Patah Hati


__ADS_3

Sementara itu di sebuah kamar di kediaman Kimberlly,gadis itu tengah menangis tersedu-sedu karena baru beberapa menit yang lalu ada orang yang mengirimkan undangan pernikahan Arkhan dan Zee ke rumahnya.


Ia baru saja ingin belajar move on. Tapi secepat itu pula undangan itu datang menambah luka baru di atas luka lamanya yang sama sekali belum sembuh.


Ia kira ia akan di berikan waktu untuk menyembuhkan luka patah hatinya akibat penolakan Arkhan,ternyata takdir berkata lain. Bukannya sembuh dari patah hati,Kimberlly malah mendapatkan luka baru akibat fakta yang barusan ia terima.


"Kenapa harus secepat ini?? A..,aku bahkan belum sempat menemui Arkhan dan mengucapkan kata perpisahan padanya. Jika ia benar-benar harus menikah,setidaknya hubungi aku dulu supaya aku bisa mempersiapkan hati."


Kimberlly mengomel-omel di dalam kamarnya.


"Kim..."


"Kimberlly!"


Terdengar suara sang nenek memanggil-manggil nama Kimberlly dari luar kamar. Mungkin wanita paruh baya itu khawatir karena memang sudah hampir tiga jam Kimberlly mengurung diri di kamar dan tidak keluar sama sekali. Bahkan ia melewatkan makan siangnya dan tidak pergi ke toko kue.


"Kimberlly,jawab Grandma! Apa yang kamu lakukan di dalam sana? Kamu sakit?"


Sang nenek kembali memanggil sekaligus memberikan pertanyaan dengan nada semakin khawatir.


Karena kesal,Kimberlly menjawab sang nenek dengan sedikit membentak.


"Aku sedang ingin sendiri Grandma. Tolong jangan mengangguku dulu!!"


Di luar sana sang nenek tampak semakin bingung sekaligus khawatir mendengar jawaban Kimberlly.


"Kamu ada masalah sayang?"


Sang nenek kembali bertanya dengan nada lembut,berharap cucunya itu mau menceritakan masalahnya. Makhlumlah,Kimberlly ini gadis yang agak tertutup jadi sang nenek tidak tau apa yang tengah di rasakan sang cucunya saat ini.


"Sudah ku bilang. Aku tidak apa-apa. Kenapa grandma masih bertanya? Grandma sekarang pergilah dari depan kamarku! Aku sedang tidak ingin sekarang."


"Jika tidak ingin di ganggu sekarang. Lantas kapan lagi grandma harus menganggumu? Kau tau Kim,di luar ada Arkhan yang sedang mencari keberadaan mu!"


"A..apa??"


Buru-buru Kimberlly menghapus air mata yang masih mengalir di pipinya dan segera berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Usai mencuci muka,Kimberlly segera berlari keluar kamar untuk menemui seseorang yang sudah menyakiti hati dan pikirannya sedari beberapa bulan lalu.


"Arkhan.."


Panggilnya pelan pada sosok pria yang tengah duduk membelakanginya itu.

__ADS_1


Arkhan menoleh dengan senyuman hangat. Seperti biasanya,ia pun menyapa Kimberlly dengan nada ringan seolah tidak terjadi apapun.


"Hai..,Kim." Panggilnya pada sosok gadis gadis berambut pirang itu.


"Bisa kita bicara sebentar?" Tanyanya lagi.


Kimberlly mengangguk canggung.


"I..iya,"


"Ayo ikut gue. Kita bicara di cafe saja,biar lebih santai."


Arkhan beranjak dari tempatnya kemudian berjalan keluar tanpa berkata apapun lagi.


Masih dengan menahan tangisnya,Kimberlly terpaksa berjalan mengikuti langkah kaki Arkhan hingga masuk ke dalam mobil.


Begitu Kimberlly masuk,Arkhan langsung membawa Kimberlly menuju Coffeeshop yang berada tidak jaub dari kawasan perumahan mereka.


Setelah sampai di dalam coffee shop tersebut,Arkhan langsung memesankan privat room untuk mereka,karena memang apa yang akan mereka bicarakan nanti pastilah hal yang serius dan Arkhan tidak mau situasinya jadi terganggu oleh tatapan kepo orang-orang jika mereka berada di ruangan ramai.


♡♡♡


Sesampainya di ruangan privat,tepatnya di lantai dua coffee shop tersebut. Kimberlly dikejutkan dengan kehadiran Zee yang ternyata sudah berada di sana.


"Aku di sini karena di ajak. Tapi kalau kau merasa terganggu,aku bisa keluar."


Zee menjawab dengan santainya sambil beranjak dari duduknya.


"Kayaknya gue lebih baik nunggu di mobil Ar. Bicarakan saja apa yang seharusnya lo berdua bicarakan,nanti kalau udah selesai lo boleh telepon gue."


Zee hendak berlalu,namun di hentikan oleh Arkhan.


"Kenapa lo gak di sini aja?"


Tanya Arkhan. Merasa kurang nyaman jika harus di tinggal berdua dengan Kimberlly.


"Kim mungkin gak nyaman dengan kehadiran gue."


Jawab Zee sambil menoleh ke arah Kimberlly.


"Iya kan Kim?"


Kimberlly memilih tidak menjawab namun membuang wajahnya ke arah lain. Membuat Zee makin mengangkat sudut bibirnya.

__ADS_1


"See? Lo bisa liat sendiri kan Ar? Dia gak nyaman sama kehadiran gue. Jadi sebaiknya gue tinggal."


"Bye.."


"Nikmati waktu lo berdua sebaik mungkin."


Ujar Zee sambil berlalu keluar dari private room tersebut dan turun kembali ke lantai satu.


Arkhan menghela napas pasrah,sepertinya mau tak mau ia harus berbicara berdua dengan Kimberlly. Karena jika di paksakan bertiga,mungkin akan ada keributan yang di antara dua gadis itu.


Dengan sedikit malas,Arkhan akhirnya menarik satu buah kursi dan mendudukinya.


"Langsung aja Kim. Tadi pagi Jessie pasti udah nganterin undangan pernikahan gue dan Zee,benar?"


Arkhan memastikan sesuatu yang akan menjadi topik pembicaraan mereka itu.


Kimberlly mengangguk sambil menarik salah satu kursi yang berhadapan dengan Arkhan dan mendudukinya.


"Iya,aku sudah mendapatkan undangannya dan sudah membacanya. Jujur Arkhan,aku merasa sakit hati dan tidak terima di campakkan begitu saja olehmu. Aku.."


"Cukup Kim." Arkhan segera memotong sebelum Kimberlly berbicara lebih lanjut.


"Gue ke sini bukan mau ribut sama lo. Gue cuma mau mastiin lo tau posisi lo dan gue saat ini. Seperti yang bisa lo lihat,gak ada lagi yang bisa lo perjuangan dari gue karena dalam hitungan hari lagi. Gue resmi menjadi milik Zee begitupun sebaliknya."


"Gue harap. Lo bisa buang seluruh harapan lo ke gue dan jangan pernah datang lagi sebagai penganggu baik ke gue ataupun ke Zee. Bisa?"


Kimberlly tertunduk mendengar pertanyaan Arkhan barusan. Permintaan Arkhan tentu berat untuk ia kabulkan. Bagaimanapun ia mencintai Arkhan dan melupakan tidak semudah jatuh cinta bukan?


"Jika melupakanmu adalah hal yang mudah. Akan aku lakukan hal itu dari awal Ar. Tapi sayangnya itu tidak bisa di lakukan semudah kamu meminta."


"Dua tahun bersamamu adalah waktu yang panjang bagiku. Andai dulu kamu tidak pernah hadir,mungkin rasa ini tidak akan tumbuh dan aku tidak perlu melupakan apapun. Karena kita hanya orang asing."


"Tapi kondisi kini berbeda Ar. Aku sudah terlanjur mengenal dan jatuh hati padamu. Lalu kau meminta aku melupakanmu. Mana bisa semudah itu. Aku harus bagaimana Ar?


Kini giliran Arkhan yang terdiam dengan ekspresi bingung. Bingung bagaimana harus memberi jawaban pada Kimberlly tentang rasa yang memang seharusnya tidak.


"Ar! Kenapa kamu diam saja? Katakan padaku,aku harus bagaimana? Aku benar-benar mencintaimu!"


♡♡♡


Oke kepanjangang...Lanjut part dua wkwksk


Jejak dulu tapi...

__ADS_1


__ADS_2