
Waktu berlalu dengan cepat. Siang berganti menjadi malam,dan tidak seperti biasanya. Zee yang saat itu sudah menyelesaikan kegiatan makan malamnya memilih untuk menunda masuk ke kamar dan berjalan santai menuju keluar rumah.
Langkah kakinya terus berlanjut hingga tiba di halaman depan rumahnya yang memang sangat luas.
Puluhan penjaga yang tengah berjaga tampak menapa heran ke arah nona muda mereka ini.
"Selamat malam nona muda. Kalau boleh tau,kenapa nona berada di luar malam-malam begini? Nona butuh sesuatu?"
Tanya salah satu penjaga pada gadis berpiyama doraemon itu.
Sambil tersenyum Zee menjawab. "Bukakan saya gerbang. Saya ingin jalan-jalan di luar sebentar." Perintah Zee dengan nada cukup hangat. Para penjaga bisa menebak jika mood Zee sedang sangat baik.
"Baik nona." Salah satu penjaga dengan segera mengeluarkan remote control dan menekannya. Tak lama pintu gerbang setinggi lima meter itu pun terbuka.
Sebelum Zee berjalan keluar,salah satu pengawal kembali bertanya.
"Nona tidak pakai mobil? Atau mau saya siapkan?"
Zee menggeleng.
"Tidak usah. Saya hanya pergi ke rumah yang ada di depan sana. Kalian boleh tutup gerbangnya,saya pinjam salah satu remote control yang kalian pegang sebagai persiapan untuk berjaga-jaga. Siapa tahu saya pulang larut malam."
Dengan segera para pengawal itu menyodorkan masing-masing remote kecil pembuka pintu kepada Zee dan Zee hanya mengambil satu karena memang ia hanya butuh satu.
Setelah itu,Zee berlalu keluar gerbang dan terus melangkah ke depan menuju ke sebuah rumah besar yang berdiri tepat di depan mansion miliknya.
"Ting...,tong.."
Zee menekan bel gerbang beberapa kali. Tak ada tanda-tanda apapun dari pemilik rumah itu.
Kepala Zee melogo dari celah pagar yang memang sedikit terbuka. Tampak pintu rumah besar tersebut juga terbuka sedikit,namun anehnya keberadaan sang penghuni tidak terlihat.
Dengan langkah sedikit ragu,Zee memberanikan diri untuk masuk ke dalam sana. Ia berhasil sampai di depan pintu dan mengamati ruang tamu rumah tersebut tampak lengang.
Entah kemana penghuninya,namun di tengah kebingungannya,Zee tiba-tiba mencium aroma daging panggang yang sangat harum dan menggunggah selera membuat perut Zee kembali keroncongan padahal ia masih sangat kenyang karena memang baru selesai makan malam.
Sudah tau kemana harus pergi,Zee pun kembali melanjutkan langkahnya dengan pelan hingga akhirnya sampai di ruangan dapur di mana ada seorang pria yang tengah sibuk membolak-balik daging di atas teflon.
Dengan berusaha percaya diri,Zee berjalan menghampiri pria tersebut dan berdiri tepat di sebelahnya.
"Lagi masak steak?" Tanyanya tiba-tiba.
Cowok itu sedikit tersentak dan menoleh dengan tatapan tak percaya.
"Z..zee?" Tanyanya ragu.
Gadis itu melengos seketika.
"Kalau orang nanya tuh di jawab,bukan malah di plongoin gini."
Protes Zee dengan ekspresi pura-pura kesal.
__ADS_1
Ia pura-pura merajuk dan ingin pergi namun Arkhan lebih dulu menarik lengannya hingga mundur kembali ke belakang.
Arkhan mematikan kompor yang masih menyala tersebut dan memilih menunda aktivitasnya terlebih dahulu,pikirannya kini tengah di liputi tanda tanya.
"I..ini mimpi kah?" Gumamnya lirih.
Seketika hati Zee mencelos. Sebegitu rindukan Arkhan dengannya hingga menganggap kedatangan Zee adalah hal yang mustahil. "Apa selama ini sikap gue nyakitin Arkhan?" Batin Zee merasa bersalah.
Tangannya perlahan terangkat menggenggam jemari Arkhan yang terasa lebih kasar dari biasanya. Zee sedikit mengernyit,sepertinya Arkhan bekerja keras akhir-akhir ini.
"Lo gak lagi mimpi." Zee berusaha berkata dengan nada sehangat mungkin walau kenyataannya hati Zee tengah resah,menunggu bagaiamana reaksi Arkhan nantinya.
"Gue kangen." Arkhan langsung menjatuhkan kepalanya di pundak Zee tangannya dengan cepat pula melingkar ke pinggang Zee membuat gadis itu sedikit sesak tapi juga terharu. Apalagi ia bisa merasakan jika pundaknya basah yang menandakan bahwa pria yang kini memeluknya itu tengah menangis.
Zee berdecak pelan sambil mengusap-usap belakang Arkhan dengan kasar kemudian berakhir dengan sebuah tamparan kecil di pundaknya.
"Sejak kapan lo jadi cengeng gini hah!?" Zee bertanya dengan nada cukup tinggi.
Arkhan melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua pundak Zee dengan sedikit mencengkram.
"Makanya,JANGAN JAUHIN GUE." Arkhan berkata dengan nada ngotot serta penuh penekanan.
Zee mendorong bahu Arkhan kemudian berjalan ke arah meja makan dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Gue gak jauhin lo. Sikap lo kemarin-kemarin yang bikin gue ngejauh. Jadi ya...,bukan salah gue."
Zee mengangkat kedua bahunya dengan acuh.
Zee tanpa rasa berdosa meminta makan setelah sebelumnya membuat Arkhan menangis.
"Ya,siapa suruh cengeng." Cibir Zee dalam hati.
"Huh..,daripada makan di sini. Mending kita ke halaman belakang. Kita barbequean di sana. Gue punya bahan,kebetulan. Gimana? Mau gak?"
Zee mengangguk cepat.
"Mau..,mau..,mau! Ayo!"
Ia dengan segera berdiri kemudian berjalan menuju kulkas lalu mengambil barang-barang yang di butuhkan dari dalam sana dengan cekatan.
Tiga puluh menit berlalu,Zee kini tengah duduk di sebelah Arkhan yang masih sibuk membolak-balik daging di atas panggangan.
Karena merasa tidak punya kegiatan,otak jahil Zee mendadak bekerja ingin mencari masalah dengan pria yang masih berstatus mantannya ini.
"Ar,katanya Kim suka sama lo." Celetuk Zee tiba-tiba.
Arkhan menghentikan kegiatannya sebentar kemudian menoleh ke arah Zee dengan raut datar.
"Oh." Respon Arkhan singkat,padat dan sangat jutek.
"Cih..,gitu doang responnya?" Zee malah sewot karena tak mendapatkan respon yang memuaskan.
__ADS_1
"Ya terus? Gue harus gimana? Jingkrak-jingkrak gitu? Atau beli sapi sekalian buat syukuran,lo maunya gue gitu?" Tanya Arkhan sinis.
Zee jadi berdecak sebal dibuatnya.
"Tau lah! Terserah lo aja. Lo gak seru sekarang!"
Zee beranjak berdiri dari posisinya dan berniat untuk pulang saja,ia mendadak kehilangan moodnya hanya karena kejadian barusan.
"Dasar cewek aneh!!"
Arkhan memberenggut sebal dan tanpa aba-aba menarik kuat tangan Zee hingga terduduk di atas pangkuannya.
"Mau kemana?" Tanya Arkhan tepat di depan wajah Zee.
Zee mengalihkan pandangannya ke arah lain kemudian menjawab dengan nada jutek.
"Pulanglah!"
"Ngambek?"
"Gak."
"Terus?"
"Gue mau pulang aja Arkhan. Kenapa sih?"
"Kalau gue bilang gak boleh?"
"Gue gak peduli."
"Ok. Gue juga gak mau ngelepasin kalau gitu,intinya malam ini lo nginap di sini."
"GILA!"
Zee mendorong kasar tubuh Arkhan hingga pria itu terlentang ke atas rerumputan yang ada di halaman belakang rumah tersebut,dan sialnya lagi saat Zee hendak lari,Arkhan menahan tubuhnya hingga Zee terjerambat dengan posisi di atas tubuh Arkhan.
Dan sialnya saat Zee hendak kembali bangun,Arkhan justru membalikkan posisi mereka hingga kini Zee berada di bawah kungkungannya.
Perlahan tapi pasti,kepala Arkhan bergerak turun dan bibirnya menempel tepat di atas bibir Zee.
Dua pasang mata yang tidak sengaja melihat kejadian itu langsung melotot dengan tampang shock.
"ASTAGA AZELLEA!!"
♡♡♡
Maaf atas ketidak-update-annya selama dua hari kemarin.
Author sedang di sibukkan dengan agenda akhir tahun dan benar-benar jarang ada waktu buat ngetik cerita....
So,kalau kalian masih betah...
__ADS_1
Tungguin aja..