
Sebelum kalian lanjut scroll ke bawah. Aku mau mengucapkan maaf dulu,atas keterlambatan update.
Kemarin aku sibuk banget plus kehabisan kuota juga. Jadi kuota abis,terus karena sibuk aku gak sempat beli kuota. Jadi baru bisa up.
Maaf ya..,hehe..
♡♡♡
Tiga jam kemudian...
Hari tampak sudah gelap,saat ini Kimberlly,Agatha,Delice dan Clara sedang berada di area pasar malam.
Wajah Kimberlly tampak sudah pucat pasi dengan mata sembab dan hidung memerah.
"Hoekkk..."
Sekali lagi Kimberlly memuntahkan isi perutnya ke tanah tempat ia berpijak.
Kepalanya sudah pusing dengan mata berkunang-kunang. Dengan sempoyongan,Kimberlly mencoba bangun dari posisi jongkoknya kemudian berusaha berjalan lagi. Hampir saja badannya tumbang,untung Agatha yang berada di sampingnya siap memegang.
"Kak,lo gak papa?" Tanya Agatha dengan raut wajah sedikit panik.
Kimberlly menggeleng. "Aku gak papa." Jawabnya lirih.
Mendengar jawaban Kimberlly yang masih mencoba kuat padahal sudah di kerjai habis-habisan. Delice jadi makin bersemangat mengeksekusi gadis itu.
"Kakak beneran gak papa?" Tanya Delice sambil memajukan tubuhnya agar lebih dekat dengan Kimberlly.
Kimberlly mengangguk. "Iya gak papa. Masih kuat kok,kalau buat jalan."
Jawab Kimberlly sambil mencoba berjalan lagi mengikuti Delice yang tampak sudah mendahului mereka.
"I..,ini kita mau kemana lagi?" Tanya Kimberlly mulai was-was.
Tidak ada yang menyahut dari ketiga orang itu. Clara malah menggandeng Kimberlly dengan cepat,hingga akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang bertuliskan.
~RUMAH HANTU~
Mata Kimberlly yang tadinya sudah berkunang-kunang,kini malah di buat melotot.
"N..,ngapain kita ke sini? K..,ka..kalian gak mau ngajak aku masuk ke sana kan? A,,aku gak mau loh."
Kimberlly tampak berusaha melepaskan dirinya dari gandengan Clara.
Cukup sudah hari ini dirinya di kerjai habis-habisan oleh Clara,Agatha dan Delice.
__ADS_1
Bayangkan saja,tadi sore sehabis dari kampus Kim di ajak ke sebuah warung pinggir jalan. Di sana ia di paksa memakan seblak pedas level sepuluh,hingga dirinya kepedasan dan bibirnya doer. Belum cukup sampai di situ,ketika mereka selesai makan ia justru di jadikan target untuk membayar.
Usai makan,mereka belanja ke mall. Lagi-lagi Kimberlly yang harus membayar seluruh belanjaan mereka,selesai belanja Kim di ajak pergi ke pasar malam. Sebelum hari malam,dirinya sudah di ajak berkeliling menaiki beberapa wahana,di mulai dari komedi putar,bianglala,roller coaster,tornado,kora-kora,halilintar,hingga baling-baling yang berhasil membuat Kimberlly muntah-muntah.
Dan sekarang? Dengan kurang ajarnya ketiga orang itu malah mengajak Kimberlly memasuki rumah hantu. Sungguh keterlaluan.
"Aku gak mau masuk ke sana. Aku mau pulang aja!"
Kimberlly memberontak dengan kuat saat Clara dan Agatha menarik dirinya masuk ke dalam rumah hantu.
Delice menggeleng.
"No! Gak boleh gitu,kakak harus masuk ke dalam."
Delice menarik paksa tangan Kimberlly hingga akhirnya keempat orang itu masuk ke dalam ruangan remang-remang tersebut.
Baru beberapa langkah berjalan,sesosok boneka pocong jatuh tepat di depan wajah Kimberlly membuat gadis yang tadinya sudah lemas akibat mabok wahana,kini menegang dengan di tempat dengan tubuh gemetaran.
"Sial..!!" Batin Kimberlly.
Gadis itu pingsan di tempat bersamaan dengan air seni yang mengalir di sela-sela pahanya hingga akhirnya merembes ke luar celananya.
Kimberlly pingsan setelah berhasil mengencingi dirinya sendiri.
"Liz,pingsan Liz. Astaga!!"
"Anjir,gimana dong??" Delice ikutan panik saat melihat gadis yang sengaja ia kerjai itu malah tergeletak tak berdaya dengan wajah pucat.
"Mana pipis lagi." Clara berkata sambil menutup hidungnya.
"Sialan,jorok banget." Celetuk Delice dan Agatha berbarengan.
Agatha bahkan refleks melepaskan tubuh Kimberlly hingga badan gadis itu tergeletak mengenaskan di lantai.
"G..,gue telpon sopir gue deh. Biar dia jemput gue sama si kikim ini ke sini. Kalian pulang aja dulu,urusan nih cewek biar sama gue."
Delice akhirnya memberi ide pada kedua temannya itu.
Clara dan Agatha setuju. Mereka berdua memang harus pulang karena hari sudah gelap dan pastinya ada anak dan suami mereka yang sudah menunggu.
Biss di pastikan juga,setelag ini baik Clara maupun Agatha harus menyiapkan alasan yang jelas untuk anak dan suami mereka.
"Ya udah deh Liz. Lo urus nih orang,kita pulang duluan. Bisa habis kita kalau sampai pulang lebih lama dari ini." Ujar Agatha dengan wajah cukup cemas.
Andai bukan demi membasami pencokor yang sudah menganggu hubungan salah satu sahabatnya,mungkin Agatha tak mau melakukan hal segabut ini.
__ADS_1
"Gue juga sama. Sampe Vian tau gue abis ngerjain orang. Tamat riwayat gue." Ujar Clara sembari bergidik.
"Makanya itu,udah sana. Lo pada pulang,nih cunguk. Urusannya biar sama gue. Gampanglah."
Delice menuntun kedua temannya keluar dengan santai,sementara Kimberlly yang masih pingsan mereka tinggalkan di lantai.
Setelah Clara dan Agatha pulang,barulah Delice meminta petugas pasar malam agar membawa Kim keluar dari rumah hantu.
Tak lama setelah Kim keluar,sopir pribadi Delice datang. Tubuh pingsan Kimberlly di bawa masuk ke dalam dan di baringkan di kursi belakang.
Delice memilih duduk di depan,karena selain tidak ada tempat duduk. Kursi belakang juga cukup bau akibat bau pesing yang mengoar dari tubuh Kimberlly. Sungguh jorok.
"Kayaknya besok mobil non Eliz harus di cuci deh non. Soalnya bau pesing." Celetuk sang sopir sambil menyalakan mesin mobil dan melajukannnya meninggakan area pasar malam.
Delice mengangguk. "Bener banget pak Bud. Kalau bisa sekalian Eliz ganti mobil aja besok. Soalnya jijik,mobilnya di naikin sama pencokor. Hiii.."
Delice mengatakan dengan nada bergidik,namun sopir yang bernama Budi itu tidak sepenuhnya mengerti dengan maksud ucapan Delice,jadi dia hanya mengangguk-angguk saja.
"Uhuk...,uhuk..."
Suara batuk dari area belakang membuat Delice menoleh.
Tampak Kim sudah bangung dari pingsannya dan sedang berusaha duduk.
"K..,kita di mana?" Terdengar Kim bertanya dengan lirih.
"Kita di mobil kak. Mau pulang,kakak tadi pingsan pas di rumah hantu. Jadinya kita gak jadi masuk,aku juga langsung suruh pak Bud buat jemput kita ke sana."
Delice menjawab dengan nada di buat ketus.
Kimberlly yang menyadari nada bicara Delice tampak ketus langsung menegakkan badannya dan memasang wajah bersalah.
"Ya ampun Delice,jadi tadi kakak pingsan ya? Ya ampun,maaf ya. Gara-gara kakak kita jadi harus pulang,padahal kan acara jalan-jalannya belum selesai. Kakak tuh tadi kaget,makanya sampe pingsan gitu. Kamu sama teman-teman kamu jangan marah,kakak minta maaf ya."
Kimberlly benar-benar meminta maaf dengan wajah yang di buat semelas mungkin..
Dengan setengah malas Delice mengangguk.
"Gak papa kok kak,salah kita juga karena maksa kakak. Eliz mewakili teman-teman minta maaf ya." Ujar Delice denhan wajah pura-pura bersalah. Padahal dalam hati ia sangat berharap gadis itu jantungan dan tidak usah bangun sekalian.
Sedangkan Kimberlly tampak menahan emosi dengan memasang senyumnya.
"Liat aja besok Delice Aurora Ivander. Akan aku balas kelakuan kamu dan teman-temanmu." Batin Kim dengan tangan mengepal.
♡♡♡
__ADS_1
Like vote komen