
Kimberlly tampak begitu antusias dengan ide brilian yang mendadak muncul di otaknya beberapa detik setelah kepergian Arkhan tadi.
Ia memang sengaja mengajak Zee untu memasak karena ia sudah merencanakan sesuatu.
"Azellea ini kan tipe gadis high class dan wanita karier yang super sibuk,dia pasti tidak punya waktu untuk menyentuh alat-alat masak apalagi mengabiskan waktu di dapur.
Jadi aku yakin jika Azellea pasti tidak bisa memasak,dan kesempatan ini akan aku gunakan untuk mengambil hati ayah,bunda dan Arkhan.
Untuk menunjukkan pada mereka,kalau aku lebih pantas menjadi pendamping hidup Arkhan di bandingkan Azellea yang hanya sibuk menata karier."
Kimberlly terus membatin sambil tersenyum-senyum tanpa ia sadari jika ada empat pasang mata yang sedari tadi menatapnya dengan pandangan berbeda-beda
"Eh Kikim. Ngapain lo senyum-senyum gitu? Udah edan?" Celetuk Agatha geram. Karena ia sedikit bisa menebak jika ada yang Kimberlly rencanakan.
Kimberlly masih setia pada lamunannya,ia tidak mendengar sindiran Kim karena terlalu asik dengan dunia halunya.
"Kakak Kimberlly Ameera Barika!! Lo jadi ngajak Zee masak gak?" Kini giliran Clara yang buka suara dengan sedikit teriakan.
Teriakan Clara berhasil membuat Kim tersentak kaget.
"Eh,apa? Oh,iya jadi." Kimberlly menjawab dengan sedikit gelagapan.
Ia kemudian menoleh pada Zee yang masih diam di tempatnya. Tanpa ragu ia mengulurkan tangannya ke depan wajah Zee untuk mengajak Zee bangkit dari posisinya.
"Ayo Azellea,kita ke dapur. Kamu bisa masakkan?" Tanya sekali lagi untuk memastikan.
Tanpa Kim duga,Zee meraih tangannya dengan mantap kemudian berdiri.
"Ayo ke dapur. Mau masak makanan apa?" Tanya Zee dengan sorot mata menantang membuat nyali Kim seketika ciut.
Kim kira Zee akan menolak dengan alasan tak bisa masak,namun di luar dugaan Zee menerima tawarannya.
Dengan ragu-ragu Kim kembali bertanya.
" Azellea kamu beneran bisa masak?" Tanya Kim dengan raut tak percaya.
Zee mengangguk. "Yes,why not? You think i can't cook? (Ya,kenapa memangnya? Kau pikir aku tidak bisa memasak?)" Tanya Zee menyelidik.
Buru-buru Kim menggeleng. "No,no. Aku tidak berpikir begitu,kamu gadis yang cerdas dan mandiri kata bunda jadi aku yakin kamu bisa memasak karena itu aku mengajakmu." Ujar Kimberlly beralasan.
Zee tak ambil pusing dengan alasan Kimberlly,ia memilih melepaskan tangannya dari tangan Kimberlly dan membuka blazer hitam yang ia kenakan kemudian memberi blazernya pada Clara.
__ADS_1
"Nitip blazer ya kakak ipar." Pinta Zee pada Clara sang kakak ipar,istri Davian dengan nada di lembut-lembutkan.
Clara menyambut blazer Zee sambil mengacungkan jempolnya.
"Semangat Zee!!" Bibir Clara bergerak tanpa suara memberi kode semangat pada Zee.
Zee mengangguk singat dengan senyum tipisnya.
"Ayo Kimberlly,kita ke dapur." Ajak Zee pada Kimberlly yang membuat gadis itu mengikuti langkah Zee dengan gontai.
"Sialan!!" Batin Kimberlly mengumpati Zee.
Melihat ekspresi kesal Kim,Zee hanya tersenyum tipis.
"Kau yang memulainya Kim,aku hanya meladeni. Lagipula sebenarnya aku malas bersaing denganmu,Arkhan bukan tender jadi aku tak perlu membuang waktu untuk memperebutkannnya. " Batin Zee dengan senyum tipis yang kembali menghiasi bibir munggilnya.
♡♡♡
Sesampainya di dapur tampak bunda tengah mencuci berbagai jenis sayuran di wastafel. Dengan langkah penuh percaya diri,Kimberlly mendahului Zee untuk menghampiri bunda.
"Bundaaa..." Sapanya riang sambil menggaet salah satu lengan bunda.
Bunda berbalik saat melihat kedatangan Kimberlly,namun saat berbalik matanya malah menangkap keberadaan Zee yang tengah memasang tampang datarnya.
"Loh Zee,kamu di sini juga?" Kaget bunda sambil melepaskan lengannya dari genggaman Kimberlly dan berjalan menghampiri Zee sambil melakukan cipika cipiki pada gadis itu.
"Kapan datang? Perasaan bunda gak liat mobil kamu deh tadi,di jemput Arkhan?" Tanya bunda memastikan.
Zee menggeleng. " Zee datang sendiri bunda. Mobilnya Zee taruh di dalam garasi." Jawab Zee sambil menatap sekilas ke arah Kimberlly yang tampak cemberut karena keberadaannya di abaikan.
"Kamu nginap di sini?" Tanya bunda lagi.
Zee menggeleng. "Zee gak bisa nginap bund. Besok ada perjalanan bisnis ke Malaysia,mungkin satu minggu di sana. Makanya hari ini nyempetin ke sini." Jawab Zee lagi.
Kimberlly yang diam-diam menguping mendadak tersenyum ketika mendengar jika Zee akan pergi ke Malaysia untuk waktu yang cukup lama. Entah apa yang ia rencanakan,yang jelas senyumannya di tangkap oleh Zee dan Zee yakin jika gadis itu sudah merencanakan sesuatu. Zee harus waspada.
"Bund.."
Tepat seperti dugaan Zee,Kimberlly sepertinya akan memulai aksi.
Bunda menoleh,menatap ke arah Kimberlly dengan tatapan bertanya.
__ADS_1
"Kenapa Kim?" Tanya bunda.
"Oh iya,kamu sama Zee udah saling kenal ya? Udah akrab juga kayaknya." Lanjut bunda lagi.
Zee hanya mengangguk mengiyakan, sedangkan Kimberlly buru-buru menghampiri bunda sambil mengungkapkan tujuannya membawa Zee ke dapur.
"Bunda,sore ini biar Kim sama Zee aja ya yang masak. Zee tadi juga udah setuju bun,katanya dia mau nemenin Kim. Jadi bunda duduk aja,gak papa kan bund? Sekalian Kim mau kenal lebih dekat sama pacar sahabat Kim ini." Jelas Kim panjang lebar.
Mendengar penjelasan Kimberlly,bunda jadi antusias.
"Boleh,boleh. Boleh banget malah,bunda senang loh dengernya. Kamu tau Kim,walaupun Zee ini bukan koki kayak kamu tapi masakan dia top. Soalnya mama nya Zee ini juga chef,dia juga punya toko kue sendiri kayak kamu jadi Zee juga gak kalah jago dalam urusan masak." Bunda malah terlihat berapi-api memuji kehebatan Zee.
Semakin bertambah saja rasa iri di hati Kimberlly pada Zee. Bagaimana tidak,Zee ini bisa di bilang mendekati sempurna,dia tajir,pebisnis hebat di usia mudanya,cantik apalagi,sikap elegan juga melekat pada dirinya dan lagi. Dia jago masak,bisa di bilang dia ini masuk kriteria istri sekaligus gadis milenial idaman masa kini.
"Benar-benar lawan yang menyebalkan." Batin Kimberlly sambil menatap Zee sinis.
Zee membalas tatapan sinis Kimberlly dengan senyuman yang tak kalah sinis sekaligus menyebalkan membuat Kim langsung membuang mukanya.
Belum selesai sampai di situ,emosi Kimberlly semakin naik saat melihat Arkhan memasuki ruang dapur sambil menggendong dua bocah yang ternyata adalah anak dari Clara dan Agatha. Kim tak suka anak kecil,mereka berisik.
Namun yang membuat Kim melongo adalah sikap Zee. Zee tiba-tiba berjalan menghampiri Arkhan sambil merentangkan ke dua tangannya.
"Onty Zella!!" Teriak salah satu dari anak itu sambil turun dari pangkuan Arkhan dan berlari menyambut rentangan tangan Zee.
"Onty,tadi kita main di pleiglon. Selu banget!!" Ceritanya begitu dirinya berada dalam dekapan Zee.
Zee mengangguk dengan senyum manisnya.
"Oh iya? Main apa aja di sana?" Tanya Zee dengan nada hangat.
Sikap Zee berhasil membuat Kim melongo bodoh.
"Gadis macam apa Azellea ini? Kenapa sikapnya bisa berubah tanpa bisa di tebak? Sebentar dia dingin,sebentar terlihat bersahabat,di sisi lain dia elegan dan high class,tapi saat ini sifatnya malah hangat dan keibuan. Apa Zee punya kepribadian ganda?" Batin Kim yang masih menatap Zee bak orang bodoh.
Sedangkan di sisi lain Zee tengah menyembunyikan tawanya melihat ekspresi shock Kimberlly. Bagi Zee ini pemandangan lucu,baru kali ini ia merasakan bagaimana menyenangkannya mengerjai seorang pencokor.
♡♡♡
Jangan lupa skrikep...
Tingallin jejak maksudnya...
__ADS_1