RUNTUH

RUNTUH
Thanks for 4 years


__ADS_3

Ucapan Zee yang seolah akan mengakhiri hubungan mereka membuat telinga Arkhan berdengung. Bagai mendapat hujaman keras di kepala dan uluk hatinya,Arkhan bahkan tak kuasa untuk mengatakan apapun selama beberapa saat.


Perlahan kepala Arkhan terangkat,dan kini terpampang jelaslah kedua matanya yang sembab dan di penuhi dengan air mata yang sedari tadi berusaha ia sembunyikan.


"Please Zee. Ma..af." Tak ada kata-kata lain yang bisa keluar lagi dari bibir Arkhan karena detik berikutnya Arkhan kembali terisak dan dengan cepat menyembunyikan tangisnya di atas lutut Zee.


"Lo gak perlu minta maaf." Suara Zee terdengar sangat dingin saat membalas ucapan Arkhan.


"Ucapan maaf lo gak bakalan memperbaiki apapun karena semuanya udah terjadi." Lanjut Zee dengan lebih dingin.


"Tapi gue gak mau kita break." Balas Arkhan serak.


Zee menggeleng pelan. "Gue cuma membantu lo menepati janji lo Ar." Jawab Zee ambigu.


Arkhan kembali mengangkat kepalanya,menatap Zee nanar. "M..,maksud lo?"


Tanya Arkhan belum mengerti.


"Lo pernah bilang kalau gue boleh pergi jika suatu saat lo nyakitin gue dan yahh...,gue rasa ini waktunya." Zee menjawab dengan nada datar.


"Tapi ini semua masih bisa di perbaiki. Gue akan berusaha obatin luka yang gue buat gimana pun caranya. Gue sayang sama lo dan gue juga tau kalau lo masih sayang sama gue,iya kan? Lo masih sayang sama gue Zee,gue tau itu." Arkhan masih kekeh pada pendiriannya.


Kedua tangan Arkhan perlahan juga terangkat untuk menangkup wajah Zee.


"Bilang sama gue Zee. Bilang kalau lo masih sayang sama gue dan cabut semua ucapan lo tadi. Lo masih peduli kan sama gue?"

__ADS_1


Zee menepis kedua tangan Arkhan dengan kasar kemudian mendorong dada Arkhan hingga cowok itu nyaris terlentang. Kemudian Zee berdiri dari duduknya dan menatap Arkhan tajam.


"Detik ini juga gue tekenin sama lo Ar,gue udah gak peduli sama perasaan lo,gue juga gak peduli lagi kalau semisal pun lo mau dekat sama siapapun termasuk Kimberlly. Gue gak peduli lagi sama lo dan gue harap lo ngerti!!" Bentak Zee dengan sorot mata tajam.


Arkhan menggeleng kuat. "Enggak!! Gue gak ngerti apapun. Gue tau lo masih sayang sama gue."


"Buang jauh-jauh harapan lo Ar. Karena keputusan gue udah bulat. Hubungan kita sudah terlalu rusak buat di perbaiki. Maaf dan seharusnya kita memang tidak boleh hanya sekedar break. Ada baiknya semuanya di selesaikan hari ini juga. Terimakasih untuk empat tahunnya."


Arkhan tercekat lebih lama kali ini. "T..,terima kasih untuk empat tahunnya? M..,maksud lo?"


"Kita putus Ar." Tiga kata yang berhasil membuat Arkhan mendongak dengan tatapan tak percaya.


"Zee,lo ingat kan janji kita dulu?" Tanya Arkhan masih mencoba menganggap jika ucapan Zee hanyalah emosi sesaat.


Namun sialnya Zee mengangguk.


Arkhan kembali tertunduk sebentar sambil menghela napasnya yang semakin sesak. Setelah merasa cukup kuat untuk berkata,Arkhan kembali mengangkat kepalanya untuk menatap Zee kali ini dengan tatapan tegas dan serius.


"Lo yakin sama keputusan lo?" Tanya Arkhan memastikan lagi."


Zee mengangguk tanpa keraguan. "Gue yakin."


"Oke kita putus." Kalimat itu akhirnya keluar dari bibir Arkhan dalam satu tarikan napas.


Arkhan kemudian berdiri perlahan dari posisinya dan memperhatikan Zee lekat.

__ADS_1


"Gue sadar Zee,sekuat apapun gue mempertahankan semuanya. Gue bukan lagi bagian menyenangkan dalam hidup lo,di mata lo saat ini gue cuma penghianat yang sebentar lagi akan menjadi masa lalu."


"Gue adalah kenangan terburuk yang pernah lo temui. Gue tau ini berat bahkan sangat berat buat gue,tapi gue mau belajar buat ngelepasin lo. Lo tau Zee,titik terdalam bagi seseorang untuk mencintai bukan cuma tentang mempertahankan tapi juga mengikhlaskan kebahagiannya untuk sesuatu yang sudah dia pilih."


"Gue lemah tanpa lo Zee. Tapi gue lebih lemah ketika ngeliat lo sakit dan gue penyebabnya." Tangis Arkhan kembali pecah setelah mengucapkan kalimat itu."


"Setelah ini gue akan bebasin lo dari sikap dan sosok gue yang selama ini buat lo terluka,satu hal yang harus lo tahu. Gue gak nyesal udah mencoba mempertahankan lo,sekarang terserah lo. Lo boleh pergi kemanapun yang lo mau."


"Terimakasih untuk kesabaran lo ngehadapin sikap bodoh dan gak guna gue selama ini. Semoga lo bahagia setelah keputusan lo hari ini."


Zee melangkahkan kakinya perlahan menjauhi Arkhan tepat setelah Arkhan menyelesaikan kalimat panjangnya.


Tak ada satupun kalimat yang keluar dari ucapannya yang keluar dari mulutnya membuktikan jika ia memang sudah memantapkan keputusannya.


Tepat sebelum Zee membuka pintu apartemennya. Arkhan berlari menyusul Zee dan memeluknya erat.


Zee sempat berontak namun Arkhan segera bersuara.


"Sebentar aja Zee. Anggap ini yang terakhir kalinya buat gue."


Tak ada jawaban,namun Zee juga tidak menolak. Sampai akhirnya Arkhan melepaskan pelukannya dari Zee dan menatap Zee dengan senyuman lebar.


"I LOVE YOU MORE ZEE. JANGAN KIRA GUE AKAN NYERAH. GUE AKAN MENGEJAR LO DARI AWAL PERSIS SEPERTI YANG PERNAH GUE LAKUIN SAAT PERTAMA KALI KENAL SAMA LO!!"


♡♡♡

__ADS_1


Jangan lupa untuk menyemangati saya dengan cara meninggalkan jejak....


__ADS_2