
Hari masih pagi,sekitar pukul enam. Namun,di kediaman Arkhan Ivander,tampak Ar sudah bersiap-siap di dalam kamarnya dengan stelan kemeja hitam dan celana panjang hitam.
Usai merapikan penampilannya di cermin,ia segera beranjak turun ke lantai satu untuk melakukan breakfast.
Sesampainya di dapur,tampak bunda sudah berada di sana dan tengah sibuk menata makanan ke atas meja.
Melihat kedatangan Arkhan ke dapur dengan keadaan yang sudah rapi,bunda Amel jadi mengernyit heran.
"Ar? Mau kemana pagi-pagi gini? Masih jam enam lo,kok udah rapi aja." Celetuknya heran.
Arkhan mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai sebelum menjawab pertanyaan sang bunda.
"Ar mau ke rumah Zee,mau nganterin dia ke kantor dulu baru setelah itu ke kantor ayah. Ada yang mau Ar selesain sama Zee." Jawab Arkhan membeberkan rencananya dengan nada sedikit lesu.
Bunda Amel akhirnya menyadari jika ada yang tak beres dengan kedua sejoli itu.
"Kalian bertengkar Ar?" Tanya bunda Amel memastikan.
Pertanyaan bundanya membuat Arkhan terdiam sebentar,kemudian meletakkan sisa roti yang barusan ia gigit ke piring lalu menatap bundanya dengan intens.
"Bun,Ar mau nanya. Menurut bunda wajar gak sih kalau Zee itu marah karena Arkhan nolongin orang yang hampir jatuh karena Ar senggol? Terus orang itu juga Ar kenal,gak ada maksud lain antara Ar sama dia tapi justru hal itu malah bikin Ar sama Zee ribut. Apa itu wajar?"
Mendengar pertanyaan sang anak,sedikit banyak bunda Amel paham sumber keributan di antara mereka. Dan setelah memilah-milah kata yang pas di otakknya,ia pun mengutarakan pendapatnya pada sang anak.
"Begini Ar,bunda mencoba mengambil perspektif lewat pendapat bunda. Dari yang kamu ceritain,bunda bisa ambil kesimpulan kalau kamu sama Zee bertengkar karena Zee cemburu? Gitu kan maksud kamu?"
Tanya bunda yang di angguki oleh Arkhan.
"Sebenarnya bunda gak tau sih Ar mau nyalahin siapa karena kronologinya bunda gak tau. Tapi mungkin aja ada pemicu yang buat Zee sampai bisa cemburu,kamu berlebihan mungkin sama orang itu. Apalagi kalau orang itu cewek,kamu bayangin lah Ar,kamu sama Zee terpisah dua tahun setengah,dia lagi kangen-kangennya sama kamu terus pas kalian jalan-jalan mau ngelepas rindu eh malah ada orang lain di antara kalian yang otomatis bikin Zee yang notabenenya gadis super privasi pasti gak nyaman sama kehadiran orang baru."
__ADS_1
"Wajar Ar kalau Zee mungkin emosi sama kamu,lagian kamu kenal Zee bukan sehari dua hari. Hampir empat tahun Ar,kamu pasti tau kalau Zee bukan tipe gadis yang mudah kamu ajak masuk ke linkungan baru apalagi orang baru. Kalau toh memang kamu ngerasa apa yang terjadi sama kamu dan dia itu karena kesalahpahaman,jelasin sama dia pelan-pelan. Kamu lebih tua dari dia Ar,dia seumuran adik kamu loh. Masih labil emosinya,jadi kamu gak bisa juga ngejugde dia buat ngerti posisi kamu."
Bunda Amel berusaha menjelaskan panjang lebar. Ia tahu Arkhan adalah laki-laki playboy yang dekat dengan banyak gadis sebelum berpacaran dengan Zee,jadi jika ada satu dua masalah seperti ini muncul dan Zee marah,itu wajar.
Karena hal yang kadang menurut Arkhan biasa,akan sulit di terima oleh nalar Zee sebab dia adalah gadis yang mengedepankan logikanya. Apalagi Arkhan adalah pacar pertama sekaligus cinta pertama Zee.
Arkhan mengetuk-ngetuk tangannya di atas meja setelah mendengar ceramah pagi dari bundanya. Namun sejauh apapun ia berpikir,ia tidak menemukan sedikitpun jawaban jika ia salah dalam hal kemarin. Karena memang Arkhan merasa pertemuannya dan Kim kemarin cuma kebetulan dan lagipula Kim itu hanya temannya tidak lebih.
Tapi ada satu hal yang Arkhan lupakan,semua hubungan juga berawal dari jenjang perkenalan,pertemanan lalu jadian. Biasanya proses hubungan percintaan pasti di mulai dari sana dan Arkhan salah jika menganggap kata-kata "hanya teman" adalah hal biasa.
"Jadi menurur bunda,yang salah di sini Ar? Bukan Zee?"
"Ya gak gitu juga Ar. Bunda gak nyalahin kamu kan itu perspektif. Gimana menurut pandangan kamu aja,lagian bunda cuma mau ingetin. Kamu itu mantan playboy Ar gak menutup kemungkinan sikap terlalu friendly sama cewek itu bisa bikin Zee ngerasa cemburu. Kamu mungkin anggap hal itu sepele,tapi cewek sensitif. Bunda aja bisa marah loh kalau berada di posisi itu."
Arkhan menghela napas malas mendengar pernyataan bunda Amel yang seperti sengaja memojokkannya. Ia jadi menyesal menceritakan masalahnya dan Zee pada bunda. Bukannya mendapat tips untuk baikkan,ia malah mendapat sindiran,omelan plus di salahkan.
"Ya udah deh bun. Nanti Ar minta maaf sama Zee,sekarang Ar berangkat ke rumah Zee dulu. Takut kesiangan,dia keburu berangkat lagi nanti."
Bunda Amel menyerahkan serantang nasi goreng ke tangan Arkhan dengan raut sinisnya.
Arkhan yang malas ribut dengan sang bunda memilih langsung menyalami sang bunda dan akhirnya beranjak ke luar dari dapur.
Di dekat tangga menuju lantai dua,ia berpapasan dengan ayahnya dan adiknya Delice yang sepertinya baru hendak ke ruang makan.
Arkhan menyempatkan diri untuk menyalami sang ayah.
"Arkan ke kantor agak siangan ya yah. Mau ke rumah Zee dulu,nganterin dia."
Ujar Arkhan sambil menyalami sang ayah kemudian beralih mengacak rambut Delice.
__ADS_1
"Kuliah yang bener! Jangan keluyuran ke kantor Kaivan terus. Gue nikahin juga nih lu berdua." Celetuk Arkhan setelah mengacak-acak rambut Delice.
Delice melengos. "Gue gak lebih bucin dari lo dan Zee ya. Jadi gak usah ikut campur." Ketus Delice.
"Dih bocah. Di bilangin juga.."
"Gak pentingg...,byehhh." Delice melengos meninggalkan Arkhan dengan wajah sebalnya.
Arkhan hanya bisa menggeleng takjub kemudian beralih lagi pada ayahnya.
"Arkhan berangkat ya yah."
"Iya Ar. Hati-hati.." Ujar tuan Ivander sambil mengacak-acak rambut depan putranya kemudian berlalu dengan wajah tanpa dosanya membuat Arkhan menatap punggung sang ayahnya dengan malas.
Ia memang masih sering di perlakukan seperti anak kecil oleh ayahnya itu.
Setelah itu Arkhan kembali melanjutkan langkahnya ke luar rumah. Saat akan mengeluarkan mobil dari bagasi,netra Arkhan menangkap ada kesibukan di sebuah rumah yang berada di depan rumahnya.
Setahu Ar,rumah itu kosong. Apa sekarang akan kembali di huni? Tapi oleh siapa? Sepertinya orang yang akan menghuni rumah itu baru pindah pagi ini.
Tapi toh sudahlah,bukan urusannya juga kan? Jadi Arkhan melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumah dan hanya membunyikan klakson ketika melewati rumag tetangga barunya itu.
♡♡♡
Ada apa dengan tetangga baru?
Ini bukan plot twist karena aku tau kalian sudah tau jawabannya
Jangan lupa Like vote komen...
__ADS_1
😂