RUNTUH

RUNTUH
Menghindari Kimberlly


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang ketika Arkhan tiba di kantor ayahnya. Arkhan berjalan menaiki lift dengan cukup tergesa-gesa dan langsung menghampiri meja sekretaris yang berada di depan ruang kerja ayahnya.


"Ayahnya masih di ruangan gak mbak?" Tanya Arkhan begitu kakinya sampai di depan meja sekretaris ayahnya.


Sekretaris itu sempat mendongak kaget karena kemunculan Arkhan yang tiba-tiba. Namun dengan segera ia memberikan jawaban pada Arkhan.


"Tuan sudah keluar untuk meeting sekitar setengah jam yang lalu,tuan muda. Ada asisten Doni yang menemani beliau. Tadi belia juga sempat berpesan pada saya untuk menyampaikan pada tuan muda agar menyusul langsung ke lokasi jika urusan tuan muda sudah selesai. Nanti alamatnya saya kirimkan ke email tuan muda."


Arkhan mengangguk. "Ya sudah,kalau begitu kirimkan emailnya sekarang juga. Saya mau langsung ke lokasi." Ujar Arkhan sambil berlalu kembali dari tempatnya.


Masih dengan langkah tergesa-gesa,Arkhan berlari di dalam parkiran hendak menuju mobilnya. Langkah Arkhan mendadak terhenti saat netranya melihat ada seseorang yang ia kenal tengah memasuki halaman gedung Ivander's Group.


"Arkhan.." Sapa orang itu dengan senyum riang.


Arkhan membuang napasnya kasar. Ia tidak mau ada masalah lagi setelah ini,tapi kenapa sumber masalah itu malah datang lagi.


"Kenapa lagi Kim?" Tanya Arkhan dengan nada lesu begitu Kimberlly sampai di depannya.


"Eh,gak papa. Muka kamu kenapa?" Tanya Kimberlly heran saat melihat raut wajah Arkhan yang tidak bersemangat.


"Heu'uh. Gak papa Kim,cuma kecapean aja. Lo ngapain di sini?"


"Aku ke sini mau nyamperin kamu. Sekalian liat-liat kantor kamu,gak papa kan?"


"Huh..,sebenarnya gue ada meeting sekarang dan mungkin udah telat. Jadi gue gak bisa nemenin lo di sini juga. Gue harus pergi soalnya." Jawab Arkhan lugas walaupun sebenarnya ia merasa tak enak. Tapi mau bagaimana lagi,daripda bertengkar lagi dengan Zee. Lebih baik ia menghindar.


"Kamu ada meeting? Ya ampun! Kenapa gak bilang sih dari tadi sih,tau gitu aku gak bakalan ganggu kamu. Ya udah sekarang berangkat sana,aku juga mau balik ke toko aku. Kapan-kapan kamu mampir ya ke toko aku,tuh rukonya. Keliatan dari sini."


"Iya Kim. Kalau ada waktu nanti gue ajak adek gue sama pacar gue mampir ke sana." Ujar Arkhan sambil menekankan kata pacar pada pertengahan kalimatnya.


Raut wajah Kim sedikit berubah masam dan itu tak lepas dari perhatian Arkhan,Arkhan jadi sedikit mencurigai jika Kim benar-benar ada rasa pada dirinya.


"Kim,gue berangkat ya." Ujar Arkhan hendak berlalu dari tempatnya.


Kimberlly sempat tak menjawab karena dirinya masih melamun di tempat. Namun saat mendengar langkah sepatu Arkhan,kepalanya langsung mendongak dan kembali memanggil Arkhan.


"Ar,kamu makan kue buatan aku tadi pagi kan?"


Arkhan mengangguk cepat. "Gue makan semuanya kok. Rasanya enak,sama kayak masakan lo biasanya." Balas Arkhan sedikit berteriak sebelum akhirnya membuka pintu mobil.


Sebenarnya Arkhan berbohong karena ia sama sekali tidak mencicipi makanan yang Kim beri. Makanannya ia berikan pada pelayan di rumahnya. Hal itu sudah Arkhan antisipasi karena ia tak mau terlalu dekat lagi dengan Kim.

__ADS_1


Arkhan hendak masuk ke dalam mobil,namun Kim kembali berteriak membuatnya urung masuk.


"Besok aku bawain kamu makanan lagi ya." Teriak Kim.


Buru-buru Arkhan menggeleng. "Kayaknya gak usah deh Kim. Kalau lo mau nyari seseorang buat jadi komentator masakan lo,lo bisa minta tolong Elis adek gue. Dia jago kalau soal itu. Gue bakalan sibuk soalnya,jadi kemungkinan sering meeting di luar dan makan di luar juga. Sorry ya."


Setelah mengatakan hal itu,Arkhan benar-benar berlalu masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan parkiran serta Kimberlly yang tampak mengepalkan tangannya menahan emosi.


♡♡♡


Arkhan tiba di sebuah restoran tempat di ayahnya mengadakan meeting dengan klien. Setelah menunjukkan kartu identitasnya pada petugas resto,Arkhan langsung di antarkan ke ruang private yang sudah di pesan ayahnya untuk tempat meeting tadi pagi.


Begitu masuk ke dalam,ternyata meeting sudah  selesai. Ayahnya,Doni serta dua Klien yang ternyata dari Paragon Company yang merupakan perusahaan milik Davian tampak sudah saling bersalaman.


Karena sudah terlanjur datang,Arkhan memilih langsung menghampiri meja mereka.


Danuarta Ivander yang melihat kedatangan sang anak langsung mengamit tangannya untuk memanggil Arkhan agar segera mendekat.


"Sini dulu Ar!" Panggil tuan Ivander agak keras.


Arkhan sudah memasang raut bersalahnya.


"Maaf yah,Arkhan telat." Arkhan berujar sambil menyalami tangan sang ayah.


Kinerja kamh harusnya lebih di perhatikan lagi,terutama dalam manajemen waktu. Kamh itu calon pemimpin perusahaan,bagaimana mau memberi contoh yang baik pada karyawan,kamu saja tidak bisa mengatur waktu."


Cecar tuan Ivander pada Arkhan.


Untunglah kedua kliennya ini sahabat Arkhan. Jadi tuan Ivander sedikit leluasa memberi Arkhan nasehat.


"Arkhan tadi ada urusan yah. Maaf. Lain kali Arkhan akan lebih hati-hati lagi dalam membagi waktu." Jawab Arkhan sambil menunduk.


Davian bangkit dari kursinya kemudian menepuk bahu Arkhan pelan.


"Udah bro. Duduk dulu,ini berkas hasil rapat tadi. Semuanya ada di situ,lo bisa baca-baca nanti biar gak ketinggalan-ketinggalan amat sama informasinya."


Nathan yang merupakan wakil CEO di perusahaan Davian juga ikut mengangguki ucapan Davian. "Ambil hikmahnya aja Ar. Lain kali jangan terlalu santai sama pekerjaan,lo kan baru terjun ke dunia kerja. On time itu perlu,takutnya nanti lo ketemu sama rekan bisnis yang orangnya tepat waktu banget. Kalau lo telat,bisa-bisa kerjasama kalian batal kan? Lo juga yang rugi. Jangan di ulangi Ar." Nathan menasehati sahabatnya dengan raut serius.


Arkhan mengangguk. "Iya bro,thanks. Sebenarnya tadi pagi juga gue berangkat awal. Cuma harus mampir dulu ke kantor Zee,di sana kita ada masalah sedikit. Well,gue harus nyelesain masalah sama dia dan ternyata malah makan waktu." Ujar Arkhan dengan lesu.


Davian yang semula bersikap biasa dengan keterlambatan Arkhan,kini malah tampak tertarik rasa penasaran setelah mendengar alasan keterlambatan Arkhan.

__ADS_1


"Lo ada masalah sama adek gue?" Tanya Davian memastikan.


Rapat sudah selesai,jadi membahas masalah pribadi tidak jadi masalah menurut Davian. Karena itu ia bertanya.


Dan sebelum Arkhan bertanya. Tuan Ivander memilih pamit terlebih dahulu,karena ia dan Doni masih ada pertemuan lain. Sedangkan Arkhan hari meminta izin untuk tinggal sebentar bersama kedua sahabatnya ini.


"Jadi?" Tanya Davian lagi setelah tuan Ivander dan Doni keluar dari ruang private tersebut.


Arkhan tampak menghela napas panjang sebelum akhirnya kembali berbicara.


"Gue berantem sama Zee." Ujarnya jujur.


Davian mengangkat kedua alisnya tinggi-tinggi.


"Berantem yang kayak gimana nih maksud lo? Lo gak lupa sama janji lo kan Ar?"


Nada bicara Davian sudah mulai tidak sedap di dengar. Raut wajahnya juga tampak sudah dingin.


"Jadi gini.." Arkhan mulai menceritakan awal mula ia dan Zee ribut sampai kejadian tadi pagi.


Davian dan Nathan sama-sama mengangguk paham setelah mendengar penjelasan Arkhan.


"Gak salah sih Zee marah sama lo. Gue kalau di posisi Zee juga bakalan marah sama lo dan sama cewek itu juga pastinya." Nathan menanggapi cerita Arkhan dengan raut wajah sedikit kesal.


"Saran gue,lo jauhin cewek itu kalau lo masih mau hubungan lo sama Zee awet." Davian juga tampak ikut marah mendengar marah mendengar cerita Arkhan.


Arkhan mengangguk. "Gue udah mulai jauhin Kim bro. Tapi Kim masalahnya gak semudah itu juga ngehindarin dia,gue gak enak kalau langsung minta dia buat pergi dari kehidupan gue. Secara ya,lo taulah."


Arkhan tampak berat mengucapkan setiap kalimatnya.


Davian dan Nathan sama-sama menatap Arkhan bimbang.


"Pikirin baik-baik ucapan gue dan Nathan,sebelum lo kehilangan Zee."


♡♡♡


Like vote komen...


Nanti siang atau sorean aku up 3 atau 4 bab lagi...


Jam 14:00 gitu kayaknya..

__ADS_1


di tunggu ya


__ADS_2