RUNTUH

RUNTUH
Perdebatan Sengit


__ADS_3

"Kamu yang jaga jarak. Lalu dia? Kamu yakin dia mau jaga jarak dari kamu? Kamu mau belain dia karena dia teman kamu? Apa gak bisa sedikitpun kamu naruh curiga kalau dia sengaja ngikutin kamu karna dia suka sama kamu!!"


Zee benar benar berkata dengan nada emosi.


Sementara itu Arkhan tak terima dengan ucapan Zee. Ia merasa sikap Zee kali ini terlalu berlebihan. Cemburunya Zee tidak wajar.


"Cuma perihal kita sering ketemu di situasi yang gak seharusnya dan karena sekarang aku sama Kimberlly tetanggaan,kamu sampai securiga ini semarah ini sama aku?"


"Zee,aku sama Kim udah temenen dari dua tahun lalu Zee di New York. Gak ada sedikitpun tanda-tanda kalau dia suka sama aku,sikap dia sewajarnya teman,sama halnya dengan aku. Aku nganggap dia juga sebatas teman sama kayak aku anggap Clara,Agatha,Sandra,Sassya dan teman-teman kamu yang lainnya. Gak lebih Zee."


"Wow..." Batin Zee.


Kali ini Zee menatap Arkhan kagum. Laki-laki di depannya ini benar-benar berubah,Arkhan pacarnya sekarang sudah menjadi seseorang yang sulit untuk Zee kenali.


"Ar,aku gak mau bilang ini sepenuhnya salah kamu. Tapi semua ini juga gak bakalan terjadi kalau kamu gak ngasih ruang buat Kim sejak dulu. Di sana sikap kamu sama dia mungkin terlalu baik. Sampai-sampai dia merasa di spesialkan. Aku gak tau ya Ar,di New York sana kamu sama dia udah ngapain aja. Tapi satu yang harus kamu tau,aku sama kamu sama-sama punya teman dekat. "


"Aku punya Kai,dia bahkan lebih dulu kenal sama aku ketimbang kamu. Aku punya anak-anak Dark Night di mana semua anggotanya cowok kecuali aku,aku temenen sama mereka sedari aku SMP. Jauh sebelum aku sama kamu ketemu,tapi bisa kamu pastiin sendiri Ar. Setelah aku pacaran sama kamu,aku berusaha jaga jarak sama mereka terutama Kai. Kenapa? Karena aku jaga perasaan kamu!!"


"Sedangkan kamu? Bisa kamu ngelakuin hal yang sama dengan yang aku lakuin? Bisa?"


Tak ada jawaban apapun dari bibir Arkhan membuat Zee semakin menyunggingkan senyum sinisnya.


"Kenapa kamu diam? Pertanyaan aku susah ya buat kamu? Kamu masih mau bilang kalau Kim itu teman yang gak bisa kamu jauhin? Karena kalian tetanggaan? Begitu? Atau kamu makin gak bisa jauhin dia karena dia orang baru di sini yang butuh banyak bantuan kamu. Oh,atau karena tempat kerja kalian sekarang deketen? Apalagi Ar?"


Zee terus mengatakan sesuatu yang membuat Arkhan makin terpojok. Raut wajah Arkhan bahkan sudah campur aduk membuat Zee makin-makin gencar meluapkan emosinya.

__ADS_1


"Selama kita pacaran Ar,aku gak pernah nyangka akan berdebat sepanjang ini sama kamu. Andai aja Ar,kamu yang lebih dulu ngasih tau tanpa perlu aku pancing,mungkin aku gak akan seemosi ini sama kamu. Tapi kamu coba nutupin Ar,bahkan kejadian tadi pagi. Jangan kamu pikir aku gak tau kalau Kim datang  ke rumah kamu pagi-pagi cuma buat ngasih papper bag yang aku sendiri gak tau apa isinya. Ar aku.."


"Zee cukup!! Jeda ucapan kamu sebentar karena di sini aku juga perlu bicara!" Arkhan yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara dengan nada tinggi.


Ekspresi Zee masih sama,dirinya masih menampakkan raut datar dengan aura dingin dan amarah yang kentara.


Melihat hal itu,Arkhan hanya bisa menghela napas panjang sebelum akhirnya kembali berbicara.


"Zee,aku benar-benar gak tau harus gimana lagi buat ngilangin amarah kamu. Kalau menurut kamu aku salah,aku minta maaf. Kamu mau aku jauhin Kim? Aku udah lakuin itu,kemarin sore memang benar dia ada ke rumah aku tapi bukan atas permintaan aku Zee,aku di kasih tau Delice kalau di depam ada tetangga baru. Begitu aku keluar,dia nyamperin aku sama Delice. Dia ngasih tau kalau sekarang kita tetanggaan,tentang tempat kerja kita yang deketan,bahkan dia ngajak aku buat berangkat kerja bareng,tapi aku nolak."


"Bukan cuma kamu Zee,aku juga berusaha ngehindarin dia. Perihal papper bag yang dia kasih tadi pagi,aku gak minta dia ngasih itu ke aku. Aku sempat nolak,tapi aku juga gak enak sama dia. Akhirnya aku ambil,tapi aku gak makan bekal yang dia kasih. Aku berani sumpah Zee. Bekalnya aku kasih ke sopir di rumah,kamu bisa ke rumah aku sepulang kerja nanti. Buat mastiin kalau memang itu itu perlu dan itu bisa bikin kamu gak marah lagi."


Habis sudah kata yang Arkhan keluarkan. Pikiran buntu saat melihat tak ada riak apapun yang muncul di wajah gadis itu. Zee benar-benar memperlalukan dirinya seperti pintu transparan yang tidak kelihatan.


"Zee.." Panggil Arkhan pelan.


"Zee,gue harus gimana lagi? Gue gak mungkin ngusir dia dari negara ini karena itu bukan hak gue,gue juga gak mungkin ngusir dia dari rumah dia yang sekarang karna itu juga bukan hak gue,apalagi masalah tempat kerja. Gue niga gak bisa ngelarang dia mau bangun toko di mana,karena itu juga bukan hak gue. Terus gue harus gimana?" Tanya Arkhan frustasi.


Zee akhirnya tampak menghela napas dengan berat. Karena jujur saja,ia pun pusing setelah berdebat cukup panjang dengan Arkhan. Di tambah alasan Arkhan juga cukup masuk akal.


"Hah..." Zee menghembuskan napasnya dengan kasar. Kemudian menatap Arkhan sendu.


"Ar,gue gak tau kenapa akhir-akhir ini sikap gue mendadak egois. Tapi asal lo tau,gue bersikap kayak gini karena gue takut kehilangan lo." Zee benar-benar berkata dengan nada lirih dan nyaris berbisik.


Arkhan mencoba menenangkan Zee dengan cara menggenggam tangan Zee,beruntungnya kali ini Zee menolak. Ia membiarkan Arkhan menggenggam tangannya sembari memejamkan mata.

__ADS_1


"Zee,ingat kan dulu gue pernah bilang apa? Jangan pikiran hal yang buat lo sedih apalagi sampai nyakitin diri lo sendiri. Lo cuma harus percaya sama gue,gue udah janji buat selalu bikin lo bahagia dan gue juga udah bilang. Kalau suatu saat gue bikin hal yang bener-bener bikin lo sakit. Lo boleh tinggalin gue."


"Tapi gue gak bakalan biarin hal itu terjadi dan masalah Kimberlly,gue akan cari cara buat gak terlalu sering berinteraksi sama dia. Tapi buat gak berinteraksi total,gue gak janji. Lo bisa ngertiin ini kan Zee?"


Zee mengangguk. "Gue ngerti Ar,tapi bisa kan? Setiap kali lo ada urusan sama dia. Tolong kasih tau gue dengan jujur tanpa perlu gue pancing,gue gak mau sampai dapat informasi dari orang lain dan berujung salah paham. Gue mau lo terbuka tanpa gue paksa,bisa?"


Arkhan mengangguk cepat. "Gue bisa Zee,gue janji! Gue juga gak mau kehilangan lo. Gue sayang sama lo!!"


Arkhan langsung memeluk Zee dengat erat setelahnya.


♡♡♡


~Tamat~


Eh?? Gimana?


Enggak deng becanda..


Like vote komen...


Sing sabar,sing ikhlas....


Ojo emosi,tarik napas yang dalam....


Tahan....

__ADS_1


Hempaskan....


Next..,besok doain biar crazy up..


__ADS_2