RUNTUH

RUNTUH
NOT NOW AR!!


__ADS_3

"Ngapain lo berempat di sini?" Tanya Zee sambil keluar dari mobil dan menatap heran pada ketiga sosok sahabatnya plus Davian abangnya juga ada di situ.


"Gue sama Kai emang mau main ke rumah bang Ar,tadi niatnya. Cuma kebetulan pas sampe sini,kita liat mobil lo mau keluar dari dan kebetulan mobil Davian sama Clara datang tadi berbarengan sama mobil kita." Jelas Delice pada Zee.


Zee mengerutkan alisnya dengan tatapan menyelidik. "Lo ke sini di suruh sama papa? Trus kenapa harus nyamperin mobil gue?" Tanya Zee lagi.


Davian tidak menjawab ucapan Zee karena sedari tadi tatapannya fokus pada sosok yang berdiri di tengah-tengah Zee dan Arkhan.


"Dia siapa?" Tanya Davian dengan nada datar sambil menunjuk pada sosok yang menduplikat wajahnya itu.


"Di tanya apa,jawabnya apa. Dasar!!" Celetuk Arkhan mencibir.


Davian mendelik kesal pada Arkhan.


"Diam lo!! Gue gak ngomong sama lo!!"


"Oh ya? Tapi gue denger,dan gue mau jawab. Gimana dong?"


"Lu!!"


"STOP!!"


Bentak Delice dan Zee berbarengan pada kedua abangnya itu.


"Gue sama Zee mau piknik. Lo kalau mau ribut sama gue,ntar aja. Tunggu gue pulang piknik. Okay.."


Arkhan tanpa tahu kondisi langsung mendorong Arrel ke depan dan merangkul erat pundak Zee.


"Ayo baby,kita kencan.."


"Gak boleh!!" Bentak Davian sambil menarik kembali tubuh Zee dan menyembunyikan Zee di belakang tubuhnya.


"Jangan pernah berpikir kalau lo bisa nyakitin adek gue lagi. Gak ada kesempatan kedua ataupun ketiga buat lo. Paham?"


"Gue gak paham? Kenapa?" Arkhan dengan berani maju satu langkah dengan wajah menantang di hadapan Davian.


"Lo!!"


"Sayang,udah. Tahan emosi kamu..." Bisik Clara sambil menahan bahu Davian yang seperti ingin menghajar Arkhan.


"Arkhan sebaiknya lo.."


"Lo gak usah ikut campur Kai." Arkhan memotong ucapan Kaivan dengan cepat saat sadar jika pria yang berstatus calon adik iparnya itu ingin ikut menegurnya.


"Dan lo! Lo gak bisa ngehalangin gue buat deketin Zee karena itu hak gue. Gue sayang sama Zee dan Zee masih milik gue..."


"Kita udah putus Ar." Zee keluar dari balik punggung Arkhan dan menyahut dengan tampang datarnya.


"Gue capek denger perdebatan kalian. Acara piknik batal,gue pengen istirahat."

__ADS_1


Setelah mengataka hal itu,Zee berbalik masuk ke dalam rumah dengan sedikit tertatih karena luka di kakinya kembali terasa nyeri.


Arkhan membeku mendengar setiap ucapan Zee barusan. Serasa di himpit dua buah batu besar,Arkhan benar-benar kesulitan bernafas saar ini.


"Lo denger kan? Apa yang barusan di bilang sama Zee?" Tanya Davian sinis.


"Jadi mulai sekarang,gak perlu sok deketin Zee lagi."


Emosi Arkhan tersulut mendengar ucapan Arkhan.


"Udah gue bilang lo gak bisa larang gue. Gue bakalan perjuangin Zee karena gue sayang sama dia."


"Kalau lo sayang sama Zee,dari awal lo gak bakalan nyakitin Zee cuma karena persabatan lo sama cewek lain. Sayang lo itu palsu,lo cowok playboy. Sekalinya playboy tetap akan playboy,gak bisa berubah. Sama kayak lo yang dulu."


"Lo masih bahas-bahas masa lalu hah??" Arkhan menarik kerah baju Davian membuat wajah keduanya berdekatan.


"LO NGOMONG KAYAK GINI KARENA BELUM MOVE ON DARI MASA LALU LO,IYA??"


"LO JANGAN SOK TAHU YA!!"


Davian balas mencengkram kerah baju Arkhan dengan kuat.


"Jauhin Zee kalau lo emang sayang sama Zee. Berada di dekat lo buat adek gue sakit,dan kalau lo sayang sama dia. Lo gak bakalan nyakitin dia,jadi jauhi dia. Cuma itu cara yang bisa bikin Zee gak sakit.."


"Omong kosong!! Gue gak perlu jauhin Zee kalau gue bisa ngobatin luka yang gue buat."


"Sayangnya lo gak bisa!! Gak ada kesempatan buat lo!!"


"Lupain Zee!!"


Davian mendorong kasar tubuh Arkhan membuat pria itu terhuyung ke belakang.


"Lo!!" Arkhan ingin membalas tindakan Davian namun dadanya mendadak di tahan oleh Kaivan dan Kaivan sedikit mendorongnya ke belakang.


"Ar,tahan emosi lo. Keadaan gak akan membaik kalau lo marah ribut sama Vian. Ingat,dia abangnya Zee. Kalau lo mau baikkan sama Zee,lo juga harus berdamai sama Vian. Jangan kayak gini."


Kavian berbicara dengan sangat lirih sambil menarik Arkhan agar mundur menjauhi Arkhan. Bukan tanpa alasan juga Kaivan melakukan hal itu,barusan saat Davian dan Arkhan ribut,dari dalam rumah Zee mengirim pesan ke ponselnya. Meminta agar Kaivan melerai Davian dari Zee karena ia bosan melihat pertengkaran mereka yang terkam cctv.


"Bawa balik temen lo itu dan kasih tau sama dia. Buat jangan pernah lagi muncul,apalagi ngejar-ngejar adik gue. Paham!!"


Setelah mengatakan hal itu,Davian berbalik meninggalkan Arkhan dan yang lainnya sambil menarik Clara dan satu cowok asing nan imut yang tadi sempat membuatnya penasaran.


Melihat Davian pergi,Arkhan meronta ingin mengejar Davian namun tubuhnya sulit bergerak karena pundak dan kakinya di kunci oleh Kaivan.


"Sialan!! Kai!! Lepasin gue!! Gue harus kejar Zee!!"


"NOT NOW Ar!! Timingnya gak pas,bisa gak sih tahan emosi lo sebentar!!" Bentak Kai garang.


"Gue sahabat Zee. Gue sahabatan sama dia dari dia umur tiga belas tahun sampai sekarang! Gue tahu kalau Zee udah ngambil keputusan bakalan sulit buat di rubah. Lo dengan cara lembut aja belum tentu dia luluh,apalagi pakai emosi kayak gini Ar. Makin sulit!! Gak gini caranya kalau lo mau baikkan sama Zee." Omel Kaivan panjang lebar.

__ADS_1


Kaivan mendorong kasar tubuh Arkhan dan membiarkan cowok itu berpikir sejenak.


Arkhan tampak mengusap wajahnya dengan kasar.


"Terus gue harus gimana Kai?? Gue buntu,sama sekali gak tau harus kayak gimana." Arkhan mengacak-acak rambutnya dengan wajah memerah menahan emosi.


"Ikut gue. Kita bahas ini di rumah baru lo,jangan bicara di sini. Zee lagi mantau kita dari cctv."


Kaivan menarik paksa lengan Arkhan agar mau pergi dari depan rumah Zee sambil memberi kode lewat matanya pada cctv yang terpasang di beberapa sudut gerbang.


Mau tak mau Arkhan menurut. Tidak ada pilihan lain baginya,apalagi kini sang adik juga ikut menarik legannya dengan sedikit mencubit membuat Arkhan meringis.


♡♡♡


Sementara itu di dalam rumah Zee,Zee kini tengah di omeli oleh sang abang.


"Lo ngapain sih,masih dekat-dekat sama Arkhan. Gak kapok lo di sakitin sama dia??" Davian melanjutkan omelan yang sama karena belum mendapatkan jawaban dari sang batu bernapas yang masih bersemidi di dalam goa keheningan itu.


"ZEE!!"


"Apa sih??"


"Jawab pertanyaan gue!!"


"Ya apa??" Tanya Zee dengan polosnya.


"Zee,cihh..."


Davian hendak melayangkan tangannya untuk menjewer Zee. Namun sebelum tangan Davian datang ke telinga Zee,Arrel sudah lebih dulu menepis tangan Davian dan memposisikan dirinya sebagai tameng.


"Jangan marahin Zee dong bang. Dia gak salah. Gue gak suka ya liat lo kasar sama Zee."


Bentak Arrel berani setelah memastikan Davian menurunkan tangannya dan tak jadi menjewer Zee.


Davian mendengus tak suka. Ia baru sadar dengan kehadiran sosok yang sempat membuatnya penasaran tadi.


Dengan kasar ia menarik tangan Arrel dan memaksa Arrel untuk meneggakkan badannya.


"Sekarang giliran lo. Jelasin apa urusan lo di sini dan siapa lo sebenarnya??"


♡♡♡


Ada dua teka-teki di part ini guys...


Yang pertama yaitu...


Apa rencana Arkhan dan Kaivan?


Yang kedua,apa jawaban Arrel dan who's Arrel?

__ADS_1


Yang bisa jawab silahkan komenn hehe...


__ADS_2