
Untuk menebus keterlambatan up dan gak jadinya aku crazy up kemarin. Hari ini aku memutuskan untuk double up ygy,khusus untuk hari ini aja...
♡♡♡
Kimberlly tampaknya benar-benar mengibarkan bendera perang pada hubungan Zee dan Arkhan juga Delice. Bahkan setelah mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Delice dan teman-temannya kemarin Kim tampaknya belum mau mundur.
Terbukti hari ini Kimberlly malah semakin menunjukkan taringnya dengan mendekati sang bunda. Perempuan berhati lembut yang kebetulan punya hobi yang sama dengan Kimberlly membuat Kimberlly benar-benar mudah mengambil hati bunda.
Dengan sejuta akal. Sore hari sepulang bekerja,kimberlly datang dengan membawa beberapa kantong sayuran mentah yang siap di olah ke rumah sang bunda. Tak hanya sayur mentah, Kim juga membawa berbagai bahan kue yang siap di gunakan membuat bunda semakin melebarkan pintu untuk Kimberlly.
"Bunda gak nyangka loh,kalau Arkhan itu ternyata punya teman koki selama di New York. Bunda itu selalu khawatir sama Ar,selama Ar tinggal di New York. Takut dia salah pergaulan,tapi setelah dengar cerita kamu. Bunda jadi sedikit lega."
Bunda benar-benar tampak nyaman berbagi cerita dengan Kimberlly. Watak Kimberlly yang periang,feminim,kalem dan ceria membuatnya merasa punya teman sefrekuensi.
Sedangkan Kimberlly juga merasa tak kalah senang,karena ternyata membuat bunda akrab dengannya tidak membutuhkan waktu lama.
Ia merasa menang satu langkah saat ini.
"Bunda,ngomong-ngomong soal Arkhan. Kim jadi penasaran deh,Kim kan taunya Ar itu udah punya pacar ya. Emm,siapa ya itu namanya? Mereka udah lama ya bun?"
Tiba-tiba saja Kimberlly keluar alur pembicaraan dan melancarkan aksinya untuk menggali dan mencari informasi tentang hubungan Zee dan Ar.
Bunda yang tadinya tengah mengiris bawang bombay,tampak menghentikan sejenak kegiatannya untuk menjawab pertanyaan Kim.
"Maksud kamu hubungan Azellea sama Arkhan ya?"
Kim mengangguk.
Bunda tampak menampilkan senyumnya sambil melanjutkan kegiatan mengiris bawangnya ia memulai cerita tentang hubungan Zee dan Arkhan.
"Kamu tau Kim,Ar sama Zee itu udah pacaran hampir empat tahun. Dulu,sebelum ketemu sama Zee. Ar itu playboy. Suka mainin cewek,nah pas udah kenal sama Zee yang kebetulan waktu itu jadi adik tingkat dia di kampus. Sikap playboy Arkhan berubah,dia yang dulunya pacaran cuma buat main-main mendadak punya ambisi dan tekat setelah ketemu Zee. Dari yang bunda liat ya,selama ini cuma Zee satu-satunya perempuan yang bisa jinakin anak bunda satu itu."
Bunda menjelaskan dengan wajah berbinar. Tampak sekali jika ia sangat mendukung hubungan Zee dan Arkhan.
__ADS_1
"Oh iya Kim,kamu kayaknya belum tau siapa Zee ya?" Tanya bunda tiba-tiba.
Kim menggeleng. Ia memang tidak terlalu tau tentang gadis berwajah datar satu itu. Karena itulah,kemarin ia mendekati Delice. Ia berharap bisa mencari tahu info tentang Zee,namun di luar dugaan ia malah di kerjai habis-habisan hingga ngompol dan pingsan.
"Memangnya kenapa sama Zee bun? Kim gak terlalu mengenal Zee,soalnya udah dua kali ketemu sama Zee,wajah dia kayak kurang bersahabat gitu bunda. Jadinya Kim sungkan."
Kimberlly berujar dengan raut wajah yang di buat seolah ia takut pada Zee.
Menanggapi ucapan Kimberlly,bunda malah tersenyum.
"Kalau soal raut wajah,kamu gak perlu kaget atau takut Kim. Zee memang seperti itu,awal bunda ketemu sama dia dulu juga bunda sempat gak nyaman. Tapi setelah bunda tau dia anak dari Diana,sahabat bunda waktu kecil. Bunda langsung anggap dia sama kayak anak bunda sendiri."
"Raut wajah Zee mungkin terlihat mengintimidasi,tapi Zee sebenarnya baik dan juga gak tegaan. Kamu cuma belum kenal aja sama Zee,kalau udah kenal bunda yakin. Kamu pasti bakalan kagum sama dia,belum lagi kalau kamu tau dia itu CEO. Mungkin kamu bakalan tambah kaget."
Bunda berujar sambil tertawa kecil. Ia benar-benar tampak bangga pada calon mantunya itu.
Kedua alis Kimberlly bertaut dengan raut kaget.
"Zee CEO bun? Seriusan?" Tanya Kim kaget.
"Benar kan dugaan bunda,hahaha. Kamu ternyata di kelabui sama penampilan Zee,pasti pas kamu ketemu sama dia,dia lagi pakai pakaian santai. Iya kan?"
Kim mengangguk dengan tampang polosnya.
Bunda semakin melebarkan tawanya.
"Ya ampun Kimberlly,kamu ini lucu tau. Zee yang punya perusahaan William.Corp itu loh. Makanya dulu Ar bela-belain sampe harus kuliah ke luar negeri,katanya dia mau sekalian cari pengalaman di sana,dia juga mau belajar bisnis di luar negeri biar bisa ngimbangin Zee. Katanya dulu dia insecure,karena jabatan Zee lebih tinggi dari dia. Jadi bisa di bilang,alasan Ar kuliah keluar negeri itu demi Zee."
Cerita bunda membuat Kimberlly meneguk ludahnya kasar. Bukan main lawannya kali ini. Pantas saja waktu itu ia merasa aura Zee begitu mengintimidasi,ternyata dia bukan gadis biasa.
"Kim,kamu kenapa?" Tanya bunda heran,melihat Kim yang tampak termenung dengan tangan mengepal.
Kimberlly langsung gelagapan saat dirinya tertangkap basah tengah melamun.
__ADS_1
"Eh,eh,gak papa kok bun. An..,anu. Kim ke depan bentar ya,mau ngecek pagar rumah udah di kunci apa belum. Soalnya nenek masih di toko kue." Ujar Kim dengan sedikit gugup dan setelahnya ia langsung lari ke luar membuat bunda menatapnya heran.
♡♡♡
Sementara itu di luar,Kimberlly bertemu dengan Delice yang baru pulang kuliah. Delice langsung memasang wajah sinis melihat keberadaan Kim.
"Ngapain kakim di sini?" Tanya Delice dengan nada agak ketus. Ia sudah malas menyembunyikan rasa tidak sukanya pada gadis satu ini.
Kimberlly langsung memasang senyum manisnya saat melihat kedatangan Delice.
"Kakak lagi masak sama bunda kamu. Sekalian bikin kue juga,nanti kamu harus coba ya masakan kakak."
"Ogah." Batin Delice.
Namun walau begitu Delice masih mencoba memasang raut biasanya. "Nanti deh kak ya. Gue mau ke kamar dulu,bersih-bersih badan. Lengket baget soalnya."
Delice langsung berlalu setelah mengatakan hal itu. Namun saat berlalu ia menyempatkan dirinya untuk menyenggol bahu Kim sembari berbisik.
"Caper sama bunda boleh,tapi jangan coba-coba caper sama abang gue." Bisik Delice sebelum akhirnya benar-benar masuk.
Kimberlly mematung dengan tangan semakin terkepal. Ia tidak menyangka jika Delice bisa membaca gerak-geriknya secepat itu.
"Dasar gadis kurang ajar." Batin Kim sambil melangkah masuk kembali ke dalam dengan perasaan bergemuruh.
Ia harus segera memikirkan cara untuk membuat Delice tidak bisa mengusik rencananya.
Sementara di atas,di dalam kamarnya. Delice sudah menghubungi seseorang agar datang ke mansion mereka.
Delice juga merasa harus memberi Kimberlly pelajaran lagi agar ia kapok merecoki pacar orang.
♡♡♡
Like vote komen......
__ADS_1
Aku double up ya...