
"Kak Zee mau rasa apa?" Tanya Arrel lembut pada Zee yang kini duduk dengan muka memerah di kursi kedai.
"Terserah!!" Jawab Zee singkat sambil mengipas-ngipas wajahnya yang memerah dengan tangan.
Wajah Zee bukannya memerah karena malu,tapi karena teriknya matahari siang itu dan sialnya bocil laki-laki yang katanya adalah pacar pura-puranya itu malah dengan kejamnya mengajak Zee berkencan di kedai martabak pinggir jalan.
"Demi apa lah woi!! Mana pernah gue makan di tempat kayak gini!!" Batin Zee sambil menatap nanar ke sekeliling.
Zee sudah mirip maling saat ini. Wajahnya di tutupi Masker yang ia pakai sambai bawah mulut,dengan topi yang di tutupi kupluk jaket. Bukan tanpa alasan Zee berpenampilan seperti,semuanya karena dirinya adalah petinggi di perusahaan William.Corp dan banyak orang yang mengenalnya.
Wajahnya yang sering mucul di majalan bisnis dan juga laman internet membuatnya sering menjadi perhatian publik,dan bisa berabe jika ada yang melihatnya di sini dan mengenali dirinya.
"Ampun dah,nih bocil gak ngerti apa yak." Batin Zee lagi sambil menatap Arrel nanar.
"Udah nih kak. Ayo kita lanjut jalan,Arrel tau tempat yang spotnya adem dan pastinya bagus buat foto-foto. Nanti kita foto-foto di sana,terus suruh tante Diana di status wa-nya. Biar bisa di private ke publik. Biar cuma bang Arkhan pacarnya kak Zee itu yang lihat. Mau kan kak?"
"Hah..,terserah,terserah lo Arrel."
Zee merampas bungkusan martabak tadi dan langsung berjalan kembali ke tempat motor mereka terpakir mendahului Arrel yang masih menunggu kembalian.
Sebuah mobil Lamborghini Veneno berwarna silver,berhenti tepat di depan motor yang akan di naiki Zee.
Zee mendadak mematung melihat mobil tersebut. Ia tau siapa pemilik mobil itu,tapi pertanyaannya.
"Gue gak salah liat? Ngapain nih orang di sini?" Batin Zee.
Langkah kaki Zee perlahan mundur selangkah demi selangkah,Zee bersiap untuk kabur. Namun saat berbalik Zee malah menabrak Arrel yang baru datang.
"Auchh.." Pekik Zee tertahan saat dirinya nyaris terjungkal.
Refleks Arrel menahan pinggang Zee dengan posisi setengah memeluk Zee.
"Kakak gak papa?" Tanya Arrel khawatir sambil membantu Zee menegakkan badannya kembali.
"Eh,apa-apaan lo!!" Arkhan tau-tau sudah ada di belakang Zee dan langsung menarik Zee dari tubuh Arrel dan menyembunyikan Zee di belakang punggungnya.
"Modus lo?" Sentak Arkhan pada Arrel sambil mendorong kasar tubuh Arrel hingga pria itu mundur satu langkah.
__ADS_1
"Eh!! Lo yang apa-apaan!! Gak kenal,main ikut campur urusan orang." Arrel ikut kesal dan mendorong balik dada Arkhan membuat Zee yang berada di belakangnya refleks menyingkir ke samping agar tidak di tabrak Arkhan.
"Rel,udah. Ayo balik." Zee memilih mengabaikan keberadaan Arkhan dengan mengajak Arrel pergi dari sana karena ada beberapa pembeli yang memperhatikan tingkah mereka.
"Eithh!! Mau kemana?" Delice tau-tau juga muncul menghadang langkah Zee yang akan menghampiri Arrel.
"Liz? Ngapain lo di sini?"
Tanya Zee heran.
"Gue nemenin abang gue nyari lo lah. Lo ngapain di sini? Terus tuh cowok siapa? Kok mama Diana posting foto lo berdua di insta-storynya?"
Zee mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Delice. Namun detik berikutnya ia mengerti rencana mama Diana kesayangannya itu dan sepertinya Zee harus membantu meluruskannya.
"Bukan urusan lo juga Liz. Dia Arrel,anak kenalan mama. Dan sorry,gue sama dia masih ada urusan. Kita duluan ya."
Zee memilih berbalik menarik tangan Arrel dan bersiap menaiki motor vesva mereka.
"Zee stop!!" Arrel menarik kembali tangan Zee membuat Zee tertarik ke belakang dan nyaris menabrak dada Arkhan.
"Gak lucu ya Zee. Aku ini masih pacar kamu dan dengan santainya kamu mau pergi sama cowok lain di depan mata pacar kamu sendiri? Kamu gak anggap aku?"
Zee menatap Arkhan dengan sudut bibir terangkat. "Masih ingat juga lo sama hubungan kita. Gue kira udah lupa." Ungkap Zee ambigu membuat mata Arkhan membulat tak percaya.
"Jadi kamu mau anggap hubungan kita selesai? Gitu maksud kamu?"
"Gue gak ngomong gitu. Lo yang ngomong."
"Zee,kayaknya kita butuh waktu berdua kali ini. Please ikut sama aku. Kita cari tempat ngobrol." Arkhan menarik tangan Zee dengan sedikit kuat agar Zee mau mengikutinya.
"Ashh.." Zee meringis tertahan saat merasakan ngilu mendadak di telapak kakinya.
Zee hampir terduduk jika Arkhan tak menahan lengannya.
"Kamu kenapa? Aku nyakitin kamu?" Tanya Arkhan panik. Sambil setengah berjongkok dan mendudukkan Zee di atas pahanya.
Arkhan langsung melepas sendal busa yang di pakai Zee dan tercekat kaget saat melihat darah merembes dari balik perban.
__ADS_1
"Ka..,kaki kamu...."
Tanpa ba bi bu lagi Arkhan langsung menggendong Zee menuju mobilnya dan brumm...,keduanya pergi meninggalkan Arrel dan Delice yang saling pandang dengan ekspresi cengo karena masih terpengaruh oleh adegan telenovela barusan.
"Woi bocah!! Lo ngapain ikutan bengong? Buruan susul mereka."
Delice tiba-tiba menampar pundak Arrel dan memintanya untuk segera menyusul Arkhan dan Zee yang sudah lebih dulu pergi.
Arrel tersadar dari ke-cengoannya dan langsung berlari ke arah motornya,Delice juga mengikuti Arrel dan naik di jok belakang.
Dengan kecepatan penuh,Arrel memacu motornya berusaha mengejar mobil milik Arkhan yang entah sudah di mana sekarang.
"Kak,kita ke.."
"Kita ke apartemen abang gue,di jalan Xx. GPS mobil abang gue ngarah ke sana,gue yakin mereka pasti bakalan ke sana." Teriak Delice memotong ucapan Arrel.
Motor Arrel akhirnya melaju mengikuti arahan Delice yang kini berperan sebagai kompas bernyawa.
♡♡♡
Sementara itu,mobil Arkhan yang tadi di pacu kencang kini sudah sampai di basemant apartemen Arkhan.
Tanpa membiarkan Zee berucap atau protes,Arkhan kembali menggendong Zee dan membawa gadis itu masuk ke dalam lobi apartemen,kemudian naik ke atas menuju unit apartemen miliknya.
Setelah sampai di depan unit apartemen miliknya,Arkhan menurunkan Zee dari gendongannya karena ia harus mengambil dompet untuk mengeluarkan acsses card untuk dapat masuk ke dalam.
Sementara Arkhan sedang sibuk dengan dompetnya,Zee malah mencari kesempatan untuk kabur. Dengan kaki tertatih ia berjalan mundur mencoba mencari celah untuk lepas dari Arkhan.
"Mau ke mana?" Arkhan bertanya dengan nada dingin sambil menahan pinggang Zee.
"Gue mau ke apartemen punya gue." Jawab Zee datar sambil mencoba melepaskan tangan Arkhan dari pinggangnya.
"Klik." Suara pintu terbuka.
Arkhan kembali mengangkat badan Zee dan membawa Zee masuk ke dalam apartemen miliknya tanpa mempedulikan Zee yang meronta mencoba melepaskan dirinya dari gendongan Arkhan.
♡♡♡
__ADS_1
Lika vote komen....