
Bahagia.
Satu kata yang menggambarkan perasaan Arkhan saat ini. Setelah melewati banyaknya waktu,setelah menjalin hubungan panjang bahkan sampai menjalani hubungan jarak jauh selama hampir tiga tahun dengan total berpacaran hampir enam tahun.
Hari ini,atau lebih tepatnya malam ini. Arkhan akhirnya berhasil mengikat Zee menjadi miliknya dalam sebuah ikrar suci dimana hanya maut sajalah yang bisa memisahkan mereka.
"Ayo masuk."
Arkhan menarik lembut tangan Zee dan menuntunnya untuk masuk ke kamar.
Zee tampak agak susah berjalan karena gaun yang ia kenakan cukup panjang.
Arkhan membantu mengiringi Zee hingga masuk ke dalam sebuah kamar president suit yang sudah di siapkan untuk keduanya.
Begitu sampai di kamar,Zee dan Arkhan sama-sama dibuat takjub dengan tampilan kamar mereka saat ini.
Bukan nuansa romantis seperti kebanyakan kamar pengantin. Karena biasanya kamar para pengantin yang baru menikah akan dihiasi oleh bunga-bunga mawar yang bertebaran serta wangi aroma terapi.
Tapi lain halnya dengan kamar Zee dan Arkhan ini.
Kamar mereka justru di hiasi dengan sprei doraemon,nuansa walpaper dinding yang biru,ratusan boneka doraemon berbagai ukuran bertebaran memenuhi lantan dan jangan lupakan headboard dan bantal-bantal yang bermotif power rangers.
Sungguh pemandangan yang menggelikan sekaligus antimainstream bagi Zee dan Arkhan.
Sejenak kedua pasangan pengantin baru itu hanya bisa saling tatap,hingga akhirnya menghela napas dengan berat.
"Huh...,ini pasti ulah Delice dan mama Diana." Seru keduanya kompak.
Tapi ya sudahlah. Mau diapakah lagi? Tokoh-tokoh animasi dan fiksi yang sekarang berserakan di lantai dan yang ada di atas kasur sana adalah tokoh-tokoh animasi kesukaan dari masing-masing keduanya. Jadi tidak alasan bagi keduanya untuk menolak.
Arkhan pun kembali membantu Zee berjalan hingga mendudukkan Zee ke tepi kasur. Setelahnya,Arkhan berjongkok dan membantu melepaskan sepatu heels yang Zee kenakan membuat Zee sedikit tersipu.
Selama pacaran,ia dan Arkhan sangat jarang mengalami momen romantis. Zee yang kaku dan Arkhan yang petakilan membuat keduanya merasa aneh jika berpacaran romantis ala-ala remaja kebanyakan.
__ADS_1
Namun saat ini status keduanya sudah berbeda. Mereka suami istri. Otomatis gaya berpacaran mereka yang dulu absurd pasti akan berubah. Zee bahkan harus membiasakan dirinya memanggil Arkhan 'sayang' bukan seperti ketika masih berpacaran. Dimana Zee lebih sering memanggil Arkhan dengan sebutan namanya ketimbang embel-embel.
"Selesai."
Arkhan berhasil melepas dua heels yang sedari tadi menjadi alas kaki Zee. Setelah meletakkannya ke sudut ruangan.
Arkhan kini melepas sepatu miliknya sendiri dengan cukup cekatan. Setelah lepas,ia meletakkannya sejajar dengan posisi sepatAu Zee tadi.
Arkhan kemudian berjalan lagi mendekati Zee dan duduk di sebelah Zee sambil menatap Zee lekat membuat Zee jengah dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Gak mandi?" Tanya Arkhan membuka pembicaraan.
Zee mengangguk. "Mandi,tapi bentar lagi. Tunggu kebas di kaki aku ilang." Jawab Zee sambil memutar-mutar kakinya dengan gerakan bolak-balik.
"Mau aku siapin air panas gak?" Tanya Arkhan dengan bahasa sedikit kaku.
Zee mengerjab-ngerjab heran.
"Hah? Kenapa harus kamu yang nyiapin? Aku bisa kok nyiapin sendiri." Jawab Zee dengan lugasnya.
"Biar romantis Zee." Geramnnya pada sang istri yang terkadang oonnya melebihi batas wajar.
"Oh." Zee terlihat biasa saja mendengar ucapan Arkhan barusan.
Bukannya merasa romantis,ia malah merasa geli dengan gaya bahasa Arkhan serta kata 'aku kamu' yang kini mereka pakai.
Zee kemudian beranjak berdiri dan berniat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Arkhan melihat kepergian Zee dengan agak melongo.
"Serius? Gak niat ngajakin gue gitu?" Batin Arkhan miris.
"Inikah yang dinamakan pasangan pengantin? Kenapa nasib gue gini? Kenapa gue dikasih bini cuek?" Batin Arkhan sambil menyusul Zee yang sudah lebih dulu masuk ke kamar.
__ADS_1
"By..!!" Panggil Arkhan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi dengan keras.
Terdengar teriakan Zee dari dalam sana.
"Apaan??"
"Mandi bareng.."
"Gak!!"
Zee terdengar membentak sambil memukul pintu membuat Arkhan yang tengah menyenderkan kepalanya di daun pintu terlonjak kaget.
"Astaga,bini gue!" Batin Arkhan meronta.
Arkhan akhirnya cosplay menjadi manekin di depan pintu kamar mandi selama lima belas menit.
Hingga...
"Ceklek.." Pintu kamar mandi terbuka.
Arkhan dibuat melongo dengan kemunculan Zee yang...
"Lo belum mandi?" Tanya Arkhan dengan nada tak percayanya.
Zee menggeleng dengan raut wajah memerah.
"Gue gak bisa buka riseleting gaunnya."
♡♡♡
Dah gessss....
Dah lah...
__ADS_1
Bab selanjutnya...,end